“The Bund” Shanghai Tan 1 – Menyejarah Bagaikan Sungai Huang Po Terus Mengalir

Home » Artikel » “The Bund” Shanghai Tan 1 – Menyejarah Bagaikan Sungai Huang Po Terus Mengalir

Dilihat

Dilihat : 252 Kali

Pengunjung

  • 1
  • 164
  • 571
  • 278,691
Pic 25121 Shanghai Tan 1

Oleh: Jo Priastana

 

“Only by letting go can we truly possess what is real.”

(Chow Yun-Fat, Actor)

 

Berada di kota Shanghai Cina, pada 15 November 2025, terlebih saat berdiri di tepi sungai Huang Po dengan latar belakang belantara pencakar langit mengingatkan akan film epik terkenal di tahun 1980, yaitu film “The Bund.”  Film yang dibintangi oleh Chow Yun-Fat berlatar belakang suasana kota Shanghai tahun 1930-an, dan kini menjadi kota nomor satu pusat perekonomian, metropolitan big city terbesar di Cina. Film “The Bund” melahirkan bintang besar dan legendaris Chow Yun-Fat. 

Di tepi sungai Huang Po, terbayang masa lalu Shanghai yang historis bersama “ombak sungai yang mengalir ribuan mil tidak pernah berhenti,” hingga Shanghai kini yang menjadi ikon pusat perekonomian dan simbol kemajuan China. Sungai Huang Po menyimpan drama kehidupan manusia, seperti alirannya yang mengalir tak henti. Begitulah kehidupan selalu berubah bersama pasang surutnya gelombang air sungai Huang Po. Shanghai tempat lahir pusat peradaban China kuno yang kini tampil dalam wajah modern tampak begitu dinamis menjawab perubahan zaman.

Di kota yang menjadi ikon kemajuan China masa kini, dimana tradisi dan modernitas berpadu, di tepi Shanghai Bund atau Waitan yang merupakan kawasan tepi laut yang ikonik di tepi Sungai Huang-Po Tiongkok. Kota ini terkenal karena perpaduan arsitektur bersejarah dan modern, menampilkan deretan bangunan dengan gaya arsitektur Barat yang megah, serta pemandangan gedung pencakar langit modern. Tempat yang kini menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh dunia, Shanghai Bund mengingatkan lagu dan film epik yang saling menyatu, “The Bund” kisah yang sarat dalam filosofi sungai tentang kehidupan, drama cinta, persahabatan, sukses dan kejatuhan.

 

Naik Turun Ombak Kehidupan

Lirik lagu dalam film the “Bund” mengisahkan cerita dalam filmnya tentang drama kehidupan, naik turun bagai gelombang aliran sungai Huang-Po. Kita simak lirik-lirik lagu itu yang berbunyi “Waves running. Waves flowing. For thousands of miles, water in the river surging endlessly. All things in the world are washed into it. Mixed up into a trend surging waves.  Is it joy is it sorrow? Cannot distinguish happiness and sadness in waves.

Success. Failure. Cannot tell whether it is in waves or not. Love you. Hate you. Do you know my feeling? Like a big river, pour out in a rush. Thousands of turns, thousands of river beaches. Still cannot settle the struggle of my feelings in it. Joys in the river. Sorrows in the river. Even though I cannot distinguish happiness and sadness. Still would like to roll thousands of waves.  Going up and down endlessly in my heart.

Love you. Hate you. Do you know my feeling? Like a big river, pour out in a rush. Thousands of turns. Thousands of river beaches. Still cannot settle the struggle of my feelings in it. Joy in the river. Sorrows in the river. Even though I cannot distinguish happiness and sadness. Still would like to roll thousands of waves. Going up and down endlessly in my heart. Still would like to roll thousands of waves. Going up and down endlessly in my heart.”

Makna lagu The Bund (Shanghai Tan) tidak hanya sekedar menjadi penghias film “The Bund” namun mengungkapkan esensi kisah film “The Bund” itu sendiri. Kisah para pelaku dalam film “The Bund” khususnya pemeran utama tercermin dalam makna lirik lagu tersebut. Lagu ini terkenal sebagai lagu tema drama Hong Kong The Bund (1980) yang berlatar Shanghai era 1930-an-masa gangster, kisah tentang cinta, ambisi, dan tragedi.

Lagu ini menggambarkan dan mengungkapkan makna kehidupan bagaikan sungai besar yang terus mengalir tanpa henti. Ombak tak henti-henti melambangkan takdir dan perjalanan hidup yang tidak bisa dihentikan. Ada ambisi manusia yang besar, tetapi rapuh di hadapan waktu. Manusia mengejar kekuasaan, cinta, dan cita-cita, namun pada akhirnya semua akan “tercuci” oleh arus zaman.

Kisah klasik kehidupan tentang pertarungan antara baik dan jahat dalam diri manusia. Lirik menyinggung pergolakan batin atas dunia yang penuh intrik, tetapi seseorang tetap ingin bertahan dengan harga dirinya. Ada nada tragis tentang cinta dan kehidupan keras kota Shanghai. Ada rasa sepi, penderitaan, dan keraguan apakah cinta dan impian bisa melawan kerasnya nasib.

Makna liriknya yang dalam bisa diungkapkan seperti berikut. “Ombak berlari, ombak mengalir; sungai yang mengalir ribuan mil tak pernah berhenti.” Menandakan bahwa hidup terus berjalan tanpa menunggu siapa pun.

“Semua urusan dunia digilas dan disapu oleh arus besar.” Menunjukkan bahwa cita-cita, dendam, cinta, semua bisa hilang dalam perjalanan waktu.

“Di dalam ombak, tak bisa dibedakan lagi mana suka mana duka.” Memperlihatkan bahwa dalam hidup yang kacau, kebahagiaan dan kesedihan bercampur. Lirik “sukses atau gagal, di tengah ombak tidak terlihat jelas,” memperlihatkan bahwa dalam dunia keras (Shanghai), kemenangan dan kekalahan tak ada yang pasti.

“Mencintaimu atau membencimu, kau tahukah? Itu seperti sungai besar yang sekali mengalir tak dapat ditahan.” Cinta dan kebencian sama-sama kuat. Perasaan itu tak bisa dihentikan. “Tak peduli angin dan badai, aku akan tetap melangkah tenang menyaksikan pasang surut hidup.” Menunjukkan sebuah sikap tegar dan berani dalam menghadapi hidup apa adanya.

Lagu ini sarat makna emosional yang menyampaikan kombinasi antara tragedi, semangat hidup, kecamuk hati, kesadaran bahwa takdir lebih kuat daripada manusia. Cinta yang dalam namun penuh luka. Karena itu lagu ini terasa megah, emosional, dan penuh filosofi kehidupan.

Lagu “The Bund” menggambarkan bahwa hidup seperti sungai yang terus mengalir, penuh pasang surut, seperti juga diungkapkan Buddha. Cinta, ambisi, kebahagiaan, dan duka bercampur melangkah maju dengan keberanian di tengah badai hidup.

 

Kisah Xu Wenqiang melalui Chow Yun-Fat

Lagu tersebut mencerminkan kisah dan psikologi para tokohnya dalam Film “The Bund,” Shanghai Tan 1980.  Film “The Bund” dibintangi Chow Yun-Fat, Ray Lui, dan Angel Cui. Lagu merupakan jiwa dari karakter utama Hui Man Keung. Tokoh utama Xu Wenqiang/Hui Man Keung yang diperani oleh aktor Chow Yun-Fat.

Xu Wenqiang adalah pemuda idealis yang kembali ke Shanghai untuk mencari keadilan, tetapi terseret ke dunia mafia, kekuasaan, dan cinta yang rumit. Lirik tentang “ombak yang tak pernah berhenti. Ambisi yang digulung zaman. Cinta dan benci yang tak bisa dihentikan,” mencerminkan seluruh perjalanan hidup Wenqiang.

Hidup Wenqiang terombang-ambing seperti tercermin dalam lirik pembuka yang menggambarkan sungai besar yang terus mengalir tanpa henti. Dalam Film “The Bund,” Wenqiang berulang kali dihempas nasib. Ia difitnah, dikejar mafia, terseret konflik politik, dikhianati, kehilangan sahabat dan orang yang dicintai. “Seperti ombak yang tak pernah berhenti,” hidup Wenqiang tak pernah stabil.

Film mengeksplorasi tentang ambisi dan ketidakadilan yang terjadi di kota Shanghai. Dalam lagu tercermin dalam lirik “Semua urusan dunia digilas arus zaman.” Film drama Shanghai 1930-an “The Bund” menggambarkan tentang kota mafia, perang kekuasaan, korupsi, intrik dan kejahatan menjadi makanan sehari-hari.

Segala idealisme Wenqiang akhirnya hancur oleh kerasnya realitas. Apa pun yang dia perjuangkan “digilas” oleh dunia sekitar persis dalam lirik lagunya. Pelukisan cinta tragis Wenqiang dan Fung Ching-ching. Hubungan Wenqiang dan Fung Ching-ching adalah campuran cinta, luka, dan takdir. Lirik lagunya berbunyi “cinta atau benci, sekali mengalir tak bisa dihentikan.”

Dalam drama filmnya, hubungan Wenqiang dan Feng Ching-ching saling mencintai tapi asal keluarga mereka berbeda, terhalang dunia mafia, sering berpisah, penuh pengorbanan. Akhir cintanya tragis melalui lirik yang menggambarkan cinta mereka yang tak bisa ditahan, tapi tak bisa bersatu sempurna.

Hubungan Wenqiang dengan tokoh lain diantaranya Ding Lik, tergambarkan dalam lirik soal keberhasilan dan kegagalan yang tidak jelas. Lirik ini sangat pas untuk hubungan Wenqiang-Ding Lik. Dari musuh, yang kemudian menjadi sahabat, lalu jadi saudara, dan selanjutnya berjarak. Mereka saling menolong tapi juga saling membahayakan. Tak ada yang benar-benar “menang.” Ini dunia di mana kemenangan dan kekalahan kabur, persis seperti liriknya

Sikap Wenqiang di akhir cerita merupakan bagian akhir lagu menggambarkan seorang yang tetap tenang menghadapi badai hidup, pasrah tapi teguh. Akhir lagu ini sangat kuat mencerminkan akhir hidup Wenqiang, yang walaupun tragis ia tetap bermartabat, tidak tunduk pada mafia, tetap memegang nilai pribadi, dan menerima nasib dengan kepala tegak.

Lagu “The Bund” adalah cermin perjalanan hidup tokoh utama Xu Wenqiang yang dalam filmnya diperankan oleh aktor Chow Yun-Fat. Lagu ini bukan sekedar tema, tapi penafsiran puitis dari seluruh kisah karakter dan jalan hidup tokoh utama bersama tokoh-tokoh lainnya di tengah kemelut kehidupan kota Shanghai, semaraknya kekerasan para mafia, politik pergerakan, cinta dan air mata kehidupan.

Lirik ombak tak berhenti menjadi kandungan makna terdalam film “The Bund” yang menggambarkan nasib Wenqiang yang selalu diguncang, bagai aliran ombak sungai Huang-Po. Lirik urusan dunia digilas arus, bermakna dalam menggambarkan kota Shanghai yang kejam dimana idealisme hancur. Lirik cinta atau benci tak bisa dihentikan, sangat kuat menggambarkan hubungan tragis Wenqiang dan Ching-ching. Lirik sukses dan gagal yang tak jelas, menggambarkan hubungan Wenqiang dan Ding Lik dari musuh, sahabat, berjarak, saling menolong dan juga bayang-bayang yang membahayakan.

Sedangkan lirik “tetap melangkah di tengah badai” sangat kuat menggambarkan sikap Wenqiang hingga akhir hidup. Karena itulah mengapa lagu ini sangat emosional, karena mencerminkan suara-hati dari kisah dramanya yang tertuang begitu apik dalam film “The Bund.” Film yang menjadi ikonik dan menyejarah bagai sungai Huang Po yang terus mengalir dalam sejarah drama Asia dan awal dari kemunculan Chow Yun-Fat menjadi sang superstar Asia dan dunia! (JP) ***

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7b/Chow_Yun_Fat_for_wiki.jpg/960px-Chow_Yun_Fat_for_wiki.jpg

error: Content is protected !!
Butuh bantuan?