Bila Tidak Tekun Bekerja, Kaisar Sekalipun Tidak Bisa Apa-apa

Home » Artikel » Bila Tidak Tekun Bekerja, Kaisar Sekalipun Tidak Bisa Apa-apa

Dilihat

Dilihat : 76 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明 

Editor: Majaputera K / Xie Wei Qiang 谢偉强

Menghadapi segala sesuatu harus selalu siap siaga sebelum timbul masalah. Ingatlah pohon yang besar tumbuh dari sebuah biji yang sangat kecil. Yang berbuat asal begitu saja akan merusak pekerjaan, sebaliknya yang memaksakan diri untuk menguasai justru akan kehilangan. Orang bijak selalu berbuat tanpa pamrih dengan penuh persiapan terlebih dahulu.’ (Laozi 老子 – Dao De Jing 道德经 Bab 64).

Pagi tadi, saya membaca sebuah quote motivasi yang berbunyi:  “Only I can change my life. No one can do it for me.” – Carol Burnett. Dalam bahasa Indonesia kurang lebih maksudnya adalah: hanya diri kita sendiri yang dapat mengubah keadaan saat ini menjadi lebih baik. Orang lain tidak bisa melakukannya untuk kita. Marilah kita simak bersama sebuah cerita dari sejarah Zhong Guo (Tiongkok).

Kaisar Song Renzong 宋仁宗 (30 Mei 1010 – 30 April 1063) yang memiliki nama asli Zhao Zhen (趙禎) merupakan kaisar Dinasti Song yang ke-4. Ia memerintah tahun 1022-1063. Ayahnya ialah Kaisar Zhenzong. Meskipun masa pemerintahannya lebih dari 40 tahun, ia merupakan Kaisar yang tidak banyak diketahui. Masa pemerintahannya ditandai besarnya pengaruh dan kekuatan Dinasti Song sekaligus merupakan awal kehancurannya yang secara perlahan yang berlangsung hingga satu setengah abad kemudian (Zhenoao Xu, Et All, 2000).

Suatu hari, baginda raja Song Ren Zong 宋仁宗 mendengar dua orang penjaga istana saling berargumentasi. Penjaga A berkata: “Nasib seseorang tidak ditentukan sebelumnya, dan dapat diubah dengan cara rajin dan tekun bekerja.” Penjaga B menyangkal: “Nasib kita ini ya ditentukan oleh kaisar. Beliau menginginkan kita bagaimana ya terjadilah sesuai rencana. Hendak diberi hadiah/kenaikan pangkat? Semuanya, beliau yang menentukan. Tanpa titah dan stempel dari kaisar tidak bisa menjadi kenyataan.”​​ Mendengar percakapan mereka, baginda Song Ren Zong membuat sebuah rencana. Beliau menuliskan titah yang sama pada dua lembar kertas: “Siapa  yang lebih dulu datang untuk menyampaikan pesan ini, angkatlah dia menjadi kepala penjaga.” Selesai menulis titah, beliau mengutus seseorang untuk memasukkan titah tersebut ke dalam 2 buah kotak emas kecil yang disegel. Pertama-tama, baginda Song Ren Zong memanggil penjaga B untuk memberikan kotak emas kecil tersebut kepada kepala rumah tangga istana. Saat beliau memperkirakan bahwa penjaga B hampir setengah perjalanan, memanggil Penjaga A.

Baginda raja Song Ren Zong memberinya tugas yang sama: mengantarkan sebuah kotak emas kecil lain, ke kepala rumah tangga istana.​​ Beberapa saat kemudian, kepala rumah tangga istana mengirim kabar balasan, bahwa menurut kehendak baginda raja, ia merekomendasikan agar Penjaga A diangkat sebagai kepala penjaga. Mendapat kabar tersebut, baginda Song Ren Zong merasa terkejut. Beliau sendiri dengan jelas yang mengatur agar Penjaga B pergi lebih dulu, tetapi mengapa hasilnya tidak sesuai dengan rencana?​​Ternyata, setelah Penjaga B dan Penjaga A pergi, baginda raja Song Ren Zong mengatur dua penjaga lagi untuk memata-matai di jalan. Penjaga B merasa sangat senang bertemu dengan seseorang yang bisa diajak mengobrol. Penjaga B menceritakan banyak hal mulai dari mimpi apa yang dia alami tadi malam hingga makanan apa yang dia makan di siang hari. Penjaga B bersenang-senang mengobrol.

Di sisi lain, penjaga A hanya berpikir untuk menyelesaikan tugas, jadi dia hanya sekedar say hello dan terus berjalan untuk menyampaikan kotak emas kecil ke kepala rumah tangga istana. Hanya karena penjaga A datang sedikit lebih awal, dia memiliki peluang bagus untuk memperbaiki nasibnya. Mendapat penjelasan tersebut, baginda Song Ren Zong hanya dapat menghela nafas seraya berkata: “Jika seseorang tidak giat dan tekun bekerja, sebagai kaisar pun saya tidak dapat membantunya.” Dalam kehidupan sehari-hari, kita dihadapkan dengan banyak keadaan dan lingkungan. Semuanya itu hanyalah faktor yang mempengaruhi proses kita untuk menjadi berhasil dan sukses, bukan yang paling menentukan. Koneksi dan fasilitas memang penting, namun kualitas dan semangat seseorang juga harus diperhitungkan.

Walaupun sebuah jalur koneksi dan fasilitas tidak disediakan untuk kita, meski  butuh waktu lebih lama kan masih ada  jalur lain yang terbuka. Mari kita hadapi bersama kenyataan dan keadaan saat ini, mengeluh mengerutu menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Jangan takut untuk menghadapi orang yang diuntungkan karena keadaan. Apakah anda 100% yakin dengan menggunakan kalkulator dapat dengan mudah mengalahkan orang yang berhitung dengan sempoa? Dengan keadaan yang sama persis dengan kita, belum tentu orang lain bisa lebih baik.

Selamat beraktivitas, semoga bermanfaat.

 

Daftar Pustaka

Zhenoao Xu; W. Pankenier; Yaotiao Jiang; David W. Pankenier (2000). East-Asian Archaeoastronomy: Historical Records of Astronomical Observations of China, Japan and Korea. CRC Press.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ad/Renzong.jpg/220px-Renzong.jpg. Diakses 15 Agustus 2022.

Lika, ID. 2012. Dao De Jing Kitab Suci Utama Agama Tao. Jakarta. Elex Media Komputindo.

Butuh bantuan?