Buku Tua “Sedjarah Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, Oey Tamba Sia” (1956) Oleh Phoa Kian Sioe

Home » Artikel » Buku Tua “Sedjarah Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, Oey Tamba Sia” (1956) Oleh Phoa Kian Sioe

Dilihat

Dilihat : 38 Kali

Pengunjung

  • 15
  • 13
  • 37
  • 33,031
Picture2 Sejarah SBK

Recovery Project by: Setangkaidupa.com, Majaputera Karniawan (Sia Wie Kiong 謝偉強)

 

Setangkaidupa.com kembali melakukan project pelestarian buku dan kitab kuno bersejarah. Kali ini kami membuatkan softcopy berbentuk PDF untuk buku “Sedjarah Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, Oey Tamba Sia”. Buku ini merupakan karya dari Phoa Kian Sioe, seorang penulis dan sejarawan Tionghoa-Indonesia era 1950an. Buku ini diterbitkan pada tahun 1956 oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

  • Judul: Sedjarah Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, Oey Tamba Sia.             
  • Pengarang: Phoa Kian Sioe.
  • Penerbitan : Djakarta [s.n.], 1956 Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.
  • Jumlah halaman: 98 hlm.
  • Bahasa: Bahasa Indonesia (Ejaan Van Ophuijsen)
  • Subjek:
  1. Sejarah Souw Beng Kong
  2. Sejarah Phoa Beng Gan
  3. Sejarah Oey Tamba Sia

 

Buku ini menceritakan tentang riwayat tiga tokoh Tionghoa-Indonesia yang terkenal, yaitu Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, dan Oey Tamba Sia. Souw Beng Kong adalah seorang pengusaha kaya yang menjadi Kapitan cina banten yang kemudian menjadi Kapitan Cina di Batavia, ia diminta oleh G.G. Jan Pieterzoon Coen untuk membuka tanah di Batavia untuk pertama kalinya. Saat memimpin pada tahun 1620 ia begitu diindahkan oleh seluruh bangsa Tionghoa bahkan Jan Pieterzoon Coen serta sultan Banten sangat menghormatinya. Ia wafat pada 8 April 1644. Di dalam buku ini berisi penjelasan:

  1. Pengaruhnya Souw Beng Kong (SBK)
  2. Hubungan Bangsa Tionghoa-Belanda
  3. Souw Beng Kong diminta pengaruhnya
  4. Penduduk Tionghoa di Batavia semakin bertambah
  5. Batavia diserang dari 3 jurusan
  6. Memperbaiki kampung Tionghoa
  7. Sejarah Mesjid Kampung Bebek yang dibangun Asisten SBK beragama islam pada 1625
  8. Meninggalnya Souw Beng Kong.

 

Phoa Beng Gam adalah ahli tata air sekaligus Kapitan Cina yang terkemuka pada tahun 1648, berkat jasanya kondisi pengairan Jakarta bisa sebaik masa kini. Ia berjasa membuat kali Molenvliet (Saat ini sekitar Jalan Gajah mada sampai Hayam Wuruk). Pada masa kritis pasca wafatnya SBK pada 1644, ia membuka kali pada 1648 guna mengatasi daerah Jakarta Tempo Doeloe yang masih berupa rawa-rawa dan banyak banjir di mana-mana. Meski ia sendiri bukan orang kaya namun kontribusinya bagi masyarakat dan kota Batavia membuat orang-orang segan padanya. Dalam buku ini membahas:

  1. Seorang ahli pengairan Tionghoa yang membuat kali Molenvliet.
  2. Phoa Beng Gam menunjukan kepandaiannya.
  3. Turut rapat bersama GG Jan Pieterzoon Coen.

 

Oey Tamba Sia adalah seorang hartawan anak konglomerat sekaligus playboy Batavia pada masanya. Dengan hartanya ia sering mempermainkan istri dan anak orang lain, pernah melakukan pembunuhan baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu korbannya kemudian menjadi mite legenda urban Batavia hantu si Manis Jembatan Ancol. Aksinya yang paling konyol adalah cebok dengan uang kertas dan di bawah jamban banyak yang mengalap uang kotor bekas ceboknya Oey Tamba Sia, karena banyak berulah onar ia kemudian dihukum mati di tiang penggantungan. Dalam buku ini dibahas lengkap sekali baik masa awal Oey Tambah Sia hingga akhir hayatnya, yaitu:

  1. Oey Thoa membeli Tanah Pintu Kecil.
  2. Oey Thay Lo meninggal dunia,
  3. Oey Tamba Sia beraksi.
  4. Bertengkar dengan letenant The Kim Houw.
  5. Permusuhan Oey Tamba Sia dengan seluruh opsir Tionghoa.
  6. Pertempuran dalam lelang.
  7. Oey Tamba Sia semakin berani mengganggu anak/istri orang.
  8. Tjeng Kauw mendjalankan aksinya.
  9. Nyonya Khoe Tjin Yang dijadikan burung tangkapan.
  10. Khoe Tjin Yang melihat istrinya dipeluk oleh Oey Tamba Sia.
  11. Oey Tamba Sia menikah.
  12. Tergila-gila dengan Pesinden.
  13. Ketemu tandingan, Lim Soe Keng dari Pekalongan.
  14. Tjeng Ki mati diracuni oleh Oey Tamba Sia.
  15. Rahasianya Oey Tamba Sia terbongkar habis.
  16. Oey Tamba Sia menjalankan hukuman gantung.

Buku “Sedjarah Souw Beng Kong, Phoa Beng Gam, Oey Tamba Sia” merupakan buku yang penting dan bermanfaat bagi sejarah perkembangan kependudukan Tionghoa. Buku ini layak dibaca oleh para peneliti sejarah Tionghoa-Indonesia dan masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang tiga tokoh Tionghoa-Indonesia yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Untuk bisa membaca bukunya, bisa dengan klik tautan di bawah ini:

https://drive.google.com/file/d/1xWg0jF8XMhT7m6idvO63WKJV7H6c1daC/view?usp=sharing

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

Butuh bantuan?