Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明
Pepatah “Butuh tiga tahun untuk belajar hal baik, tetapi hanya tiga hari untuk belajar hal buruk” mengandung pesan yang mendalam dan bermakna. Ketika orang-orang zaman dahulu menciptakan pepatah ini, mereka bermaksud menyampaikan pelajaran penting kepada generasi mendatang: belajar dengan baik tidaklah mudah dan membutuhkan ketekunan, sementara belajar yang buruk adalah jebakan yang mudah terjerumus. Dalam masyarakat saat ini, baik orang dewasa maupun anak-anak menghadapi tantangan hidup yang penuh godaan. Untuk belajar dengan baik, seseorang harus memiliki pengendalian diri dan tekad yang kuat, jika tidak, ia akan mudah terpengaruh oleh tren negatif dan pikiran pesimis, yang akan membawa seseorang ke jalan yang salah.
The proverb “It takes three years to learn well, but only three days to learn bad” carries a profound and meaningful message. When ancient people coined this saying, they intended to impart an important lesson to future generations: learning well is not easy and requires perseverance, while learning bad is a trap that one can easily fall into. In today’s society, both adults and children face real-life challenges filled with temptations. To learn well, one must possess strong self-control and determination, otherwise it’s easy to be influenced by negative trends and pessimistic thoughts, leading to a wrong path.
Mengapa butuh tiga tahun untuk belajar dengan baik? Ini bukan konsep waktu yang kaku, melainkan proses belajar, bertumbuh, dan memperbaiki diri. Sepanjang proses ini, individu perlu bekerja keras, terus belajar dan berlatih untuk secara bertahap mengembangkan karakter dan kebiasaan yang baik. Namun, belajar hal yang buruk hanya membutuhkan tiga hari, karena jatuh ke dalam kebejatan dan menjadi orang jahat seringkali hanya membutuhkan sesaat kesenangan dan kecerobohan. Berbagai godaan masyarakat modern, seperti penyalahgunaan narkoba, kejahatan, dan kebejatan, dapat dengan cepat menjerumuskan seseorang ke jurang kehancuran. Untuk menegakkan prinsip dan tujuan hidup, diperlukan tekad yang kuat dan keyakinan yang teguh.
Why does it take three years to learn well? This isn’t a rigid time concept, but rather a process of learning, growth, and self-improvement. Throughout this process, individuals need to work hard, continuously learning and practicing to gradually develop good character and habits. However, learning bad takes only three days, as falling into depravity and becoming a bad person often only requires a moment of indulgence and carelessness. The many temptations of modern society, like drug abuse, crime, and depravity, can swiftly lead a person into the abyss. To uphold one’s bottom line and principles, strong willpower and unwavering beliefs are necessary.
Sebuah pepatah kuno mengatakan: “Untuk menumbuhkan kebajikan, tak ada yang lebih baik daripada pembinaan yang terus-menerus; untuk menyembuhkan penyakit, tak ada yang lebih baik daripada pemberantasan total.” Pepatah ini mencerminkan prinsip yang sama: belajar hal baik itu sulit, belajar hal buruk itu mudah. Untuk membangun karakter dan jiwa yang mulia, seseorang harus terus-menerus mengumpulkan, pantang menyerah, waspada terhadap diri sendiri, dan mengembangkan pikiran dan sifatnya. Untuk menyingkirkan kejahatan dan menyembuhkan luka hati, seseorang harus sepenuhnya membela keadilan dan kebaikan, tanpa memberi ruang bagi keberuntungan. Pendidikan, sepanjang sejarah, selalu menekankan pengembangan diri, mengelola keluarga, memerintah negara, dan mendamaikan dunia. Hanya dengan berfokus pada pengembangan moral dan karakter, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan stabil.
An ancient saying goes: “To cultivate virtue, nothing is better than constant nurturing; to cure illness, nothing is better than complete eradication.” This adage reflects the same principle: learning well is hard, learning bad is easy. To build noble character and spirit, one must continuously accumulate, never slacken, be vigilant of oneself, and cultivate one’s mind and nature. To get rid of evil and heal the wounds of the heart, one must completely defend justice and goodness, leaving no room for luck. Education, throughout history, has always emphasized cultivating oneself, managing one’s family, governing the country, and pacifying the world. Only by focusing on moral cultivation and character development can we create a more harmonious and stable society.
Sebuah pepatah terkenal dari “Zuo Zhuan. Ai Gong Yuan Nian 《左传.哀公元年》” juga menegaskan prinsip bahwa belajar kebaikan itu sulit, belajar keburukan itu mudah. Wu Zixu, seorang menteri negara Wu, pernah menasihati Raja Fuchai: “Untuk menumbuhkan kebajikan, tidak ada yang lebih baik daripada pembinaan yang terus-menerus; untuk menyembuhkan penyakit, tidak ada yang lebih baik daripada pemberantasan total.” Ia bermaksud memperingatkan raja untuk melenyapkan akar kejahatan Yue, membasmi kekuatan jahat sepenuhnya, dan melindungi kepentingan bangsa serta keselamatan rakyat. Pernyataan ini juga berlaku untuk pertumbuhan dan pilihan moral setiap individu. Belajar haruslah terus-menerus, terus-menerus mengumpulkan pengetahuan dan meningkatkan diri. Hal-hal buruk harus dibasmi dari akarnya, tidak menyisakan ruang untuk kejahatan, hanya dengan begitu kita dapat benar-benar melindungi diri sendiri dan orang lain.
A famous saying from the “Zuo Zhuan. Ai Gong Yuan Nian 《左传.哀公元年》” also confirms the principle of learning well-being difficult, learning bad being easy. Wu Zixu, a minister of the Wu state, once advised King Fuchai: “To cultivate virtue, nothing is better than constant nurturing; to cure illness, nothing is better than complete eradication.” He meant to warn the king to eliminate the root of Yue’s evil, completely eradicate the evil forces, and protect the nation’s interests and the people’s safety. This statement is equally applicable to the growth and moral choices of each individual. Learning should be persistent, constantly accumulating knowledge and improving oneself. Bad things should be eradicated from the root, leaving no room for harm, only then can we truly protect ourselves and others.
Kesimpulannya, pepatah “Dibutuhkan tiga tahun untuk belajar kebaikan, tetapi hanya tiga hari untuk belajar keburukan” bukan hanya peringatan tentang pembelajaran dan pertumbuhan, tetapi juga pengingat tentang krisis dan pilihan yang kita hadapi dalam perjalanan hidup. Kita hendaknya menghargai kesempatan untuk belajar, menjauhi godaan jahat, memperkuat tekad, dan berjuang menuju tujuan mulia. Hanya dengan demikianlah kita dapat benar-benar menjadi orang yang berkarakter baik dan bertanggung jawab, berkontribusi pada keharmonisan dan stabilitas masyarakat serta kebahagiaan kita sendiri.
In conclusion, the proverb “It takes three years to learn well, but only three days to learn bad” is not only a warning about learning and growth, but also a reminder about the crisis and choices we face on our life’s journey. We should cherish the opportunity to learn, stay away from evil temptations, strengthen our resolve, and strive towards noble goals. Only then can we truly become people of good character and responsibility, contributing to the harmony and stability of society and our own happiness.
学好三年,学坏三天
俗语“学好三年,学坏三天”所蕴含的道理深远而有意义。古人在提出这句谚语时,是想告诉后世人一个重要的道理:学好不易,需持之以恒,而学坏却是极易滑入的陷阱。在如今的现实社会中,无论是大人还是孩子,都会面临着诱惑重重的现实挑战。想要学好,就必须具备强大的自制力和毅力,否则很容易被不良风气、消极思想所影响,一不小心就可能误入歧途。
为什么说学好需要三年?这并不是一个死板的时间概念,而是指学习、成长和提升自我的一个过程。在这个过程中,一个人需要付出艰苦努力、持续不断的学习和实践,才能逐渐形成良好的品德和习惯。然而,学坏却只需三天,这是因为堕落和沦为坏人,往往只需要一瞬间的放纵和不慎。现代社会的种种诱惑,如吸毒、犯罪、堕落等,都会以迅雷不及掩耳之势将一个人引向深渊。要想守住自己的底线和原则,需要强大的意志力和坚定的信念。
古人云:“树德莫如滋,去疾莫如尽。”这句名言所蕴含的意义正是学好难、学坏易的道理。要树立高尚的品德和精神,必须日积月累,毫不懈怠,警惕自我,修身养性;而要摆脱邪恶、治愈心灵的伤痛,则需要彻底地捍卫正义和善良,不容丝毫的侥幸。教育从古至今都强调着修身齐家治国平天下,只有注重道德修养和品格养成,才能使社会更加和谐稳定。
《左传.哀公元年》中有一句名言也印证了学好难、学坏易的道理。吴国大夫伍子胥曾劝告吴王夫差:“树德莫如滋,去疾莫如尽。”他意在告诫吴王,应当消灭越国的祸根,彻底铲除恶势力,维护国家利益和民众安全。这句话同样适用于我们每个个体的成长和道德选择。学习应当持之以恒,不断积累知识和提升自我;而坏事应当从根源上铲除,不留丝毫遗患,才能真正保护自己和他人的利益。
总的来说,“学好三年,学坏三天”这句俗语不仅是对学习和成长的一种警示,更是对人生道路上的危机和选择的一种提醒。我们应当珍惜学习的机会,远离邪恶的诱惑,坚定自己的心志,向着高尚的目标努力前行。只有如此,我们才能真正成为一个品德高尚、有担当的人,为社会的和谐稳定和自身的幸福贡献自己的力量。
BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).