Dark Triad Mengelilingi Kita?

Home » Artikel » Dark Triad Mengelilingi Kita?

Dilihat

Dilihat : 60 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 0
  • 89
  • 23,130
Picture 1 Dark Triad

Oleh: Majaputera Karniawan, M.Pd.

 

A. Pengertian Dark Triad

Dark Triad di sini bukanlah sekelompok mafia yang bisa berbuat kejahatan dimana-mana layaknya pada film-film animasi. Dark Triad dalam O’Boyle et al. (2012 dalam Psikogenesis.com 2022) disebut juga dengan tiga kepribadian “sisi gelap”, adalah tiga bentuk kepribadian gelap yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu machiavellianism, narsisisme, dan psychopathy.

Machiavellianism adalah kepribadian yang memiliki kecenderungan untuk memanipulasi orang lain. Orang dengan kepribadian ini sangat pandai mendramatisir suatu kasus secara berlebihan, rekayasa-rekayasa sosial (Social Engineering) bisa ia lakukan seperti dengan berpura-pura sebagai korban (Playing victims), mengadu domba, dan sebagainya.

Sementara narsisisme adalah kepribadian dari orang-orang yang cenderung mementingkan dirinya sendiri, mendominasi, haus akan perhatian, popularitas, bahkan haus akan kekuasaan. Narsisisme sendiri dibagi menjadi 2: (1) Grandiose narcissism adalah gambaran individu yang narsistik terhadap rasa percaya diri, memiliki sifat egois, arogan, dan eksibisionis (Mempertontonkan bagian vital/kemolekan tubuh) demi validasi publik; (2) Vulnerable narcissism, memiliki sifat hipersenstif, mudah tersinggung, mudah terlibat dalam permusuhan, cenderung memiliki rasa malu yang besar, defensif dan sensitif di waktu bersamaan.

Sedangkan psychopathy adalah mereka yang cenderung memiliki emosi berlebihan sehingga membuat mereka sering terlibat dalam konflik interpersonal. Mereka tidak memiliki rasa empati dan penyesalan, kerap kali mengabaikan norma, tidak punya tanggung jawab, dan tidak bisa bersikap jujur.

Apakah ada orang-orang seperti itu di sekitar kita? Mungkin secara sekilas kita tidak bisa menemukannya, walau ada juga yang secara terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya narsistik, tetapi cukup sulit mengidentifikasi seorang dengan kepribadian machiavellianism ataupun psychopathy. Mereka cenderung pandai menyembunyikan perbuatannya.

Buddha pernah berkata bahwa meskipun dekat, orang jahat tidak akan terlihat, bagaikan anak panah yang dilepaskan pada malam hari (Dhammapada 304, Pakinnaka Vagga). Memang sejak dulu ada banyak sifat-sifat Dark Triad yang selalu bersembunyi dalam samaran. Sebut saja istilah ‘Serigala berbulu domba’ yang sudah sering banyak beredar di masyarakat. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi orang-orang seperti ini?

 

B. Membatasi Ruang Gerak Dark Triad

Baik buruk pemerintahan adalah bergantung cara penyelenggaraan berbagai jawatan.  Suatu jawatan janganlah diberikan kepada orang yang disukai, tetapi berikanlah kepada yang memiliki kemampuan. Kedudukan janganlah diberikan kepada yang buruk kebajikan, melainkan berikanlah kepada yang bajik dan bijak “(Shang Shu 尚书, Yue Ming Zhong 说命中, 5).

Kata-kata ini mengingatkan kita semua bahwasanya kita harus objektif dalam memberikan posisi jabatan pada orang yang tepat dan bisa berperan menjadi figur yang dapat dipercaya dan berkebajikan. Orang-orang dengan kepribadian Machiavellianism biasanya sangat mudah mendapatkan posisi dan bisa dengan cepat memasuki jabatan karena kemampuan menjilat, menebar pesona, serta memanipulasi keadaan. Mereka kadang menunjukan prestasi semu sebatas demi mendapat impresi suka.

Memang tidak bisa dipungkiri masih banyak yang memakai subjektifitas dalam menentukan posisi dalam sebuah organisasi. Rasa suka dan tidak suka terkadang bisa berbanding terbalik dengan apa yang tertuang dalam analisis KPI (Key Performance Index). Meski begitu, hal ini harus dihindari guna meminimalisir ruang gerak orang-orang yang memiliki kecenderungan Psycopathy dan Machiavellianism.

Beberapa organisasi juga menerapkan manajemen konflik dalam usahanya. Bagi mereka yang memakai manajemen konflik juga harus mewaspadai hal ini. Mungkin saja kita berpikir ‘Ahh tidak apa-apa memelihara konflik untuk memantik semangat berkompetisi’. Hal itu tidak sepenuhnya salah selama dilakukan dengan komunitas yang isinya bersih dan lurus semua.

Jika dilakukan di satu lingkungan yang terdapat satu saja orang berkepribadian Dark Triad khususnya Machiavellianism, bisa dipastikan perlahan namun pasti kandidat-kandidat baik dan unggul akan tercemari bahkan tergantikan oleh kandidat yang pandai memanipulasi keadaan. Hal ini sama seperti memelihara ular hingga besar dan merugikan si pemelihara sendiri. Dalam pandangan filsafat timur, bahkan satu orang saja sangat membawa pengaruh pada perkembangan suatu lingkungan hingga negara.

Ada satu pepatah dalam kitab Shang Shu 尚书, 秦誓 Qin Shi, paragraf ke 8 yang berbunyi: ‘Kesejahteraan atau keberantakan suatu negara, dikatakan dapat terjadi karena satu orang. Kejayaan atau kedamaian suatu negara juga dapat terjadi berkat kemampuan satu orang.´  Mirip-mirip dengan konsep minoritas kreatif yang berlaku pada konsep umum. Kehadiran satu orang sebagai microcosmos (bagian kecil alam semesta) bisa memiliki dampak bagi macrocosmos (alam semesta). Hanya saja kita tidak pernah bisa berekspektasi secara sama rata seberapa besar dampaknya. Misalnya seorang pemimpin negara yang lalim tentu akan berdampak besar daripada seorang pedagang beras yang lalim.

Maka dari itu kita harus memastikan orang-orang yang ada di lingkungan dan organisasi kita bebas dari orang-orang berkepribadian Dark Triad. Lebih baik tidak mengambil resiko demi kompetisi dengan memelihara konflik lewat orang-orang berkepribadian Dark Triad. Jangan hanya karena nila setitik bisa rusak susu sebelangga (Jangan hanya karena satu kesalahan yang dibiarkan malah justru merusak semuanya).

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

Daftar Pustaka:

http://www.psikogenesis.com/2022/11/the-dark-triad-mantra-ajaib-perusak.html

https://kumparan.com/berita-hari-ini/mengenal-dark-triad-personality-dan-ragam-kepribadiannya-yang-perlu-diwaspadai-1yfk33XYAg7/full

Adegunawan, Suyena. 2020. Kompilasi 尚書 (尚䜐) – Shang Shu, Kitab Dokumen Sejarah. Bandung. TSA.

Widya, R Surya (Penyelia). 2005. Kitab Suci Dhammapada. Jakarta. Yayasan Dhammadipa Arama.

Butuh bantuan?