Film The Life of Buddha Memupus Keraguan

Home » Artikel » Film The Life of Buddha Memupus Keraguan

Dilihat

Dilihat : 126 Kali

Pengunjung

  • 16
  • 17
  • 51
  • 30,757
WhatsApp Image 2023-05-15 at 4.15.15 PM

Oleh: Jo Priastana

 

“orang-orang hebat seperti elang, dan membangun

sarang mereka di atas kesunyian yang tinggi”

(Arthur Schopenhauer)

 

Film The Life of Buddha, menyajikan tentang Kisah Hidup Buddha dengan segenap beragam peristiwanya yang merupakan kisah tokoh terbesar sepanjang masa. Sang Buddha sosok pencahari kebenaran yang berhasil mencapai cita-citanya, lebih dari 2500 tahun lalu di India.

Namun begitu tetap saja ada keraguan terhadap keberadaan Buddha secara historis ini. Apakah sosok Buddha itu sendiri sungguh ada, hadir di dunia dan hidup di tengah-tengah manusia secara historis. Dikatakan bahwa sejak 100 tahun lalu saja kehidupan Buddha masih belum dikenal di dunia Barat. 

Bahkan, E. Snart (1875) misalnya menyatakan bahwa kisah Buddha Gautama sebenarnya adalah suatu mite atas matahari, dan pada kisah Buddha Gautama itu tiada suatu pun yang secara historis benar-benar ada. Buddha sebenarnya tidak pernah ada. (Harun Hadiwijono, “Agama Hindu dan Buddha,” 1971).

Meski begitu, tampaknya, hanya segelintir ahli saja yang meragukan keberadaannya. Pada umumnya banyak para ahli lainnya berpendapat lain. H.Oldenberg (1881) dan H. Kern, diantaranya menegaskan bahwa keberadaan Buddha memang sungguh dan pernah ada secara historis, hadir di dunia.

 

Historis dan Arkeologis

Nah, film The Life of Buddha produksi BBC ini seakan keluar dalam rangka memastikan keberadaan Buddha secara historis itu dengan mengetengahkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang dihasilkan dari sejumlah penelitian arkeologis. Film berdurasi sekitar satu jam ini pun berputar meneguhkan keberadaan Buddha yang memang nyatanya sungguh-sungguh pernah hadir dan hidup di dunia ini.

Di tanah kelahirannya sendiri, India yang pernah mengalami penjajahan Inggris, agama Buddha memang nyaris mati karena dihancurkan oleh raja-raja yang datang silih berganti. Baru setelah para arkeologis Inggris mulai menjelajah India Utara dan dari penemuan mereka yang menyatakan Buddha memang ada sebagai fakta sejarah, penelitian dan kemunculan Buddhadharma di tahun-tahun berikutnya semakin menggema.

Pada tahun 1860 para arkeolog mulai mencoba dan mengidentifikasi tempat-tempat yang berkaitan dengan Buddha, dan di tahun 1890 bersamaan dengan identifikasi di area sungai Gangga, terjadi penemuan situs Lumbini, tempat kelahiran Siddharta, dan kota Kapilavastu tempat Siddharta menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya.

Selanjutnya dipaparkan sejumlah fakta yang semakin memastikan keberadaannya, seperti penemuan sebuah pilar di suatu desa terpencil di perbatasan Nepal yang menyingkap kisah asal Buddha, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai ekspedisi Inggris untuk menyingkap kandungan prasasati yang bertuliskan aksara purba dan berdialek India Utara.

Prasasti itu menyingkap bahwa di sinilah Buddha telah lahir, dan sekaligus menjadi bukti pertama yang menegaskan bahwa Buddha adalah bukan tokoh legenda namun sungguh-sungguh benar-benar ada secara historis dan hadir di dunia, hidup di tengah-tengah manusia, lahir, hidup dan mati bagai manusia lainnya.

Buddha sungguh benar-benar ada. Teks Buddha kuno menamai tempat kelahiran Buddha sebagai Lumbini. Selanjutnya penelitian arkeologis itu juga menemukan kota purba yang dalam teks disebut Kapilavastu tempat masa kanak-kanak Buddha, yang terletak 10-15 km sebelah Barat Lumbini. Di sanalah pencarian mulai ditingkatkan.

Ekspedisi menyingkap dua kemungkinan situs Kapilavastu. Satu di India dan lainnya di Nepal. Selama 100 tahun arkeolog berdebat soal itu. Pencarian terbaru Dr. Coningham dan timnya menunjukkan kota purba itu terletak di kota Tilaurakot di Nepal, sebuah tempat yang amat menarik karena masih sangat utuh, dimana di tengahnya terdapat istana.

Di sinilah kisah Buddha dimulai, dan film pun memaparkan kisah hidup Buddha lengkap dengan diskusi pencapaian kebuddhaannya dan komentar-komentar sejumlah ahli maupun para Bhikkhu, diantaranya His Holliness Dalai Lama.

 

The Real Life of Buddha

Meski hanya sebuah film yang merupakan bayang-bayang menyajikan rentetan gambar, film ini menyajikan keterangan yang bersumber pada penelitian arekologis yang pernah dilakukan terhadap keberadaan Buddha. Namun begitu, film The Life of Buddha sendiri tidaklah jatuh hanya menjadi sebuah film apologis tentang keberadaan Buddha secara historis, tetapi juga kaya dengan pemaparan kandungan spiritual-filosofis dan kebijaksanaan Buddhadharma itu sendiri.

Selain itu gambaran Siddharta Muda itu sendiri sebagai sosok pencahari kebenaran lengkap dengan semangat perjuangannya, renungannya dan diskusi teknik-teknik pencapaian cita-citanya dalam meditasi sungguh menarik dan mencerdaskan. Pemaparan kisah Buddha secara filmis itu mengajak kita untuk sungguh-sungguh menikmati serta hanyut dalam kisah Sang Penemu Kebenaran itu sendiri dan bahkan menjadikan kita merasakan sebagai pencahari kebenaran dengan tanpa beban dogmatis.  

Film pun berkisah tentang the real life of Buddha, bahwa Buddha itu memang sungguh real, ada dalam sejarah, hadir di dunia, sebagai pangeran, pertapa dan kemudian menjadi Buddha, sebagaimana yang  tertera dalam banyak buku sejarah tentang Buddha.

Dia menjadi Buddha, atau orang yang telah bangkit yang diperoleh di bawah pohon Bodhi 2552 tahun lalu. Lalu ia pun menyimpulkan hikmahnya dalam 4 kebenaran agung, yang merupakan fondasi bagi keyakinan agama Buddha.

Ada kesengsaraan dalam hidup. Dia mendiagnosa penyebabnya yaitu keinginan. Seperti dokter, Buddha menyatakan bahwa ada kesembuhan bagi keinginan, dan keempat, ia memberi resepnya, bagaimana menyembuhkan penyakit dan mencapai nirvana. Tujuannya adalah mencapai keadaan pikiran yang bebas dari keinginan, ketidakpedulian, kerakusan, kebencian dan khayalan, nirvana yang diimpikan dan diidamkan umat manusia.

Moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan adalah jalan-jalan yang diterapkan yang dapat dianggap sebagai batu loncatan untuk pencerahan, untuk terbebas, bebas dari ruang dan waktu dan tidak kembali lahir lagi. Setelah pencapaian Buddha-nya, ia persembahkan hidupnya membantu orang lain untuk ikut dalam jejaknya menuju kebebasan dari penderitaan. Dan begitu pengikutnya bertambah, ia pun mendirikan Sangha, komunitas pejalan kesucian yang terbuka bagi segala kalangan dan kasta, serta mencerminkan kesetaraan gender karena terbuka tidak hanya untuk lelaki namun juga perempuan.

Para rahib ini dalam sejarah perjalanan Buddhadharma selama 2552 tahun telah menjadi perpustakaan hidup bagi ajaran Buddha yang mempraktekkan ajaran-ajarannya. Salah satu siswanya yang terkemuka saat ini, Hiss Holliness Dalai Lama dalam film The Life of Buddha produksi BBC ini, juga turut memberi komentarnya tentang Buddha, bahwa Buddha adalah simbol perdamaian, simbol kebaikan, dan simbol non-kekerasan.

Telah lebih 2550 tahun Buddha yang maha sempurna berlalu. Beliau melabuhkan jasadnya yang tidak kekal di Kusinara, di antara dua pohon Sala kembar. Apakah tokoh sempurna ini, tokoh superman ini juga akan dikenang sebagai manusia untuk menambah kekuatan pada pesan-pesannya. Jawabnya, bisa jadi Buddha pun ingin diingat sebagai manusia.

Mengapa? Karena dengan begitu menjadikan dia begitu dekat, begitu akrab, terus hadir di dunia ini, di hati kita. Seperti rupangnya yang menghias altar di rumah kita semua, dia selalu memancarkan senyum kedamaiannya yang senantiasa merekah di bibir kita semua. Buddha memang begitu dekat, bagai api dengan lilinnya, dia api yang bernyala dalam lilin tubuh kita! (JP)

***

Sumber: Film The Life Of Buddha. Narrator: Ali Ballantyne. Pemain: Rahul Kishore Tiwari (The Buddha), Denzil Smith (King Suddhodana). Location Fasilities Creative Options, Mumbai. Designer: Rashid Rangrez. Ist Assistant Director: Shaan Khattau. Line Producer: Yashin Jain. Camera: Steve Robinson. Edited By: Gregers Sall. Associate Producer: Toby Follet. Executive Producer: Tessa Livingstone. Directed by: Clive Maltby. A BBC/Discovery Channel Co-Production. BBC MM III.

***

  • REDAKSI MENYEDIAKAN RUANG SPONSOR (IKLAN) Rp 500.000,- PER 1 BULAN TAYANG. MARI BERIKLAN UNTUK MENDUKUNG OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM
  • REDAKSI TURUT MEMBUKA BILA ADA PENULIS YANG BERKENAN BERKONTRIBUSI MENGIRIMKAN ARTIKEL BERTEMAKAN KEBIJAKSANAAN TIMUR (MINIMAL 800 KATA, SEMI ILMIAH)
  • SILAHKAN HUBUNGI: MAJA 089678975279 (Chief Editor)
  • BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA)

sumber gambar: https://m.imdb.com/title/tt1039902/mediaviewer/rm83997953/?ref_=tt_ov_i

Butuh bantuan?