Filosofi Hoki 福

Home » Artikel » Filosofi Hoki 福

Dilihat

Dilihat : 81 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 49
  • 70
  • 6,332

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明

Saya memiliki seorang teman yang unik. Ia sangat menyukai nomor cantik. Bagi dia angka 8 adalah favorit, melambangkan hoki. Mulai dari no hp, no kendaraan, no rekening bank, no keanggotaan arisan, no rumah semua pasti diakhiri dengan angka 8. Teller bank sampai hafal jika setoran tunai pasti 88.888.888/1.688.888.888/168.168.888.888…Pertanyaan saya adalah bagaimana agar kita bisa menjadi hoki bahkan meningkatkan hoki? Tentu saja masing-masing orang bebas berpendapat sesuai dengan pengalaman, pengetahuan dan keadaan yang dialami. Saya tidak akan memperdebatkan yang tidak sama, cuma sekedar berbagi sedikit hasil belajar instant.

Hoki (Hokkian) dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Fú Qi福气. Jika kita uraikan karakter Fú福,  akan dijumpai: di sisi kiri terdapat karakter radikal Shi礻, di sisi kanan terdapat  Yi 一,Kou口,Tian田. Huruf Shi礻melambangkan zat yang maha tinggi bisa para suci/Sang Pencipta ataupun sesuatu yang sakral. 一 diartikan sebagai awal mula. 口 mewakili doa/makan. Sedangkan 田 adalah kegiatan yang berhubungan dengan bercocok tanam/beternak. Dengan demikian untuk bisa mendapatkan hoki perlu berdoa kepada Tian-para Suci dan berusaha. Dilihat dari segi Jiětuō wénzì解脱文字,hoki memiliki kemiripan dengan kata dalam bahasa latin yang berbunyi ora et labora (berdoa dan bekerja).

Dalam 书经-泰誓中 kitab Shu Jing V.Zhou Shu. I.B.Tai Shi tertulis:

“我闻:‘吉人为善,惟日不足;凶人为不善,亦惟日不足。。。”

Aku telah mendengar bahwa yang dirahmati ialah yang melakukan kebaikan dan merasakan sehari-harinya tidak mencukupi; Orang yang nahas (Chiong) adalah orang yang telah berbuat tidak baik, ia pun mendapati hari-harinya tidak cukup.”

Orang yang hoki/dirahmati ialah yang melakukan kebaikan dan merasakan hari-harinya tidak mencukupi. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terbesit dalam hati kita melakukan perbuatan baik, semisal bederma, menolong orang lain dan kebaikan lainnya. Namun, tak jarang kita lebih suka menunda-nunda niat hati tersebut karena satu dan lain hal sehingga batal terlaksana/terlaksana tidak sesuai dengan rencana awal. Teman saya sangat gemar mempersembahkan bunga di altar. Setiap tanggal 1 dan 15 Kong Zi li dan hari-hari peringatan para Suci. Saya dalam hati juga ingin bisa seperti dia, namun godaan kuliner lezat membuat rencana itu sering kali tertunda untuk terealisasikan. Sekarang, walaupun masih sama-sama single, dia lebih beruntung, banyak wanita cantik yang baik budi dalam lingkaran pergaulannya.

Hal senada dapat kita temukan dalam sebuah bait syair dalam kitab sanjak. Marilah kita simak bersama kitab sanjak. Bagian III. Da Ya. Jilid I. Wen Wang bait ke-6. 诗经-大雅-文王

无念尔祖,聿脩厥德。永言配命,自求多福。殷之未丧师,克配上帝。宜鉴于殷,骏命不易!

Jangan lupa akan leluhurmu, Yang senantiasa membina Kebajikan, Paculah senantiasa mampu manunggal Firman. Itu akan membawa banyak rahmat. Sebelum Dinasti Yin kehilangan pendukungnya yang banyak, kedaulatannya seolah manunggal Shang Di. Lihatlah Dinasti Yin sebagai mercu; Firman Agung itu tidak mudah.’

Secara khusus bait syair ini, mengajak kita semua untuk senantiasa mengenang kebajikan dari baginda leluhur. Dengan senantiasa banyak melakukan kebajikan, tidak melakukan perbuatan yang melawan firman Tian otomatis akan mendatangkan banyak rahmat. Jadikan Dinasti Yin sebagai cermin. Raja terakhir Dinasti Yin perangai nya sangat buruk.

Senantiasa banyak melakukan kebajikan, tidak melakukan perbuatan yang melawan firman Tian otomatis akan mendatangkan banyak rahmat. Dengan kata lain hoki akan otomatis datang ketika seseorang orang banyak berbuat baik dan tidak melanggar laranganNya. Dalam prakteknya secara perhitungan matematika sederhana, pelanggaran yang kita lakukan melebihi jumlah perbuatan baik. Bagaimana hoki bisa datang? Membeli minyak untuk pelita dalam sebulan mungkin cuma 2x, tapi setiap hari banyak berargumentasi dengan mama.

Dari 2 ayat di atas muncullah peribahasa Mandarin. Peribahasa Mandarin Zi Qiu Duo Fu自求多福 (Akan membawa banyak hoki/rahmat) bersumber pada kitab sanjak诗经-大雅-文王. Sedangkan peribahasa Mandarin Wéi rì bùzú惟日不足 (Merasakan sehari-harinya tidak mencukupi) berasal dari kitab Shu Jing V.Zhou Shu. I.B.Tai Shi. Selamat belajar, semoga bermanfaat. 加油!

  • REDAKSI MENYEDIAKAN RUANG SPONSOR (IKLAN) Rp 500.000,- PER 1 BULAN TAYANG. MARI BERIKLAN UNTUK MENDUKUNG OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM
  • REDAKSI TURUT MEMBUKA BILA ADA PENULIS YANG BERKENAN BERKONTRIBUSI MENGIRIMKAN ARTIKEL BERTEMAKAN KEBIJAKSANAAN TIMUR (MINIMAL 800 KATA, SEMI ILMIAH).
  • SILAHKAN HUBUNGI: MAJA 089678975279 (Chief Editor).

Daftar Pustaka

https://k.sina.com.cn/article_7018619077_1a257a0c500100s4hg.html#/. Diakses 26 September 2022.

Adegunawan, Suyena (暒書源 Tan Su Njan). 2019. Kompilasi Kitab Sanjak Shi Jing 诗经. Bandung. TSA

_________________. 2020. Kompilasi  – Shu Jing Kitab Dokumen Sejarah. Bandung. TSA

Butuh bantuan?