Jadilah Seperti Kemenyan

Home » Artikel » Jadilah Seperti Kemenyan

Dilihat

Dilihat : 0 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256
Jadilah Kemenyan Pic

Oleh: Majaputera Karniawan

Kemenyan atau menyan atau luban (lubban) sudah sangat dikenal masyarakat indonesia khususnya di bidang Ritual Keagamaan dan budaya tradisional. Acap kali orang membakar kemenyan tidak hanya untuk tujuan ritual tetapi demi alasan kesehatan ataupun sekedar relaksasi, namun kini di tengah masyarakat, membakar kemenyan dapat membawa persepsi bahwa anda sedang muja, sebagai pelaku okultisme, shamanisme, praktik paranormal/perdukunan, klenik, dan sebagainya. Konotasi kemenyan tidak lagi positif namun ada yang memaknainya sebagai negatif, padahal kemenyan sendiri menyimpan nilai luhur di dalamnya!

Kemenyan (bemzoin) adalah getah pohon yang termasuk dalam species Stryraz. Di Indonesia, kemenyan kerap digunakan sebagai dupa atau campuran rokok kemenyan; bahan baku dalam industri parfum, obat-obatan, kosmetik, serta farmasi. Dalam bidang kedokteran gigi, kemenyan digunakan untuk mengobati gusi bengkak dan luka herpes di mulut. Dalam bidang manufaktur, digunakan dalam pembuatan obat-obatan farmasi, seperti sebagai ekspektoran untuk penyakit bronkitis dan sebagai disinfektan pada luka.

Kemenyan juga digunakan secara oles untuk borok kulit, luka tirah baring, dan kulit pecah-pecah. Dalam kombinasi dengan herbal lain (aloe, storax, dan balsam tolu), kemenyan adalah pelindung kulit yang cukup baik. Kombinasi ini dikenal sebagai “senyawa benzoin tincture.” Beberapa orang menerapkannya langsung ke kulit untuk membunuh kuman, mengurangi pembengkakan, dan menghentikan perdarahan pada luka kecil (dalam Swari, 2021)

Berdasarkan pengalaman pribadi, kemenyan sendiri punya efek yang unik. Selain merelaksasi pikiran, membakar kemenyan dapat membuat pikiran menjadi lebih fokus (berbeda dengan candu atawa madat yang membuat lebih nge-fly dan halusinatif). Inilah yang membuat orang yang sedang membakar kemenyan dapat cepat memfokuskan diri sesuai kebutuhan mengerahkan pikiran dalam hal apa. Bahkan membakar kemenyan bersama bubuk cendana biasa saya lakukan untuk membuat otak lebih segar dan fokus dalam mencari ide-ide tulisan.

Kemenyan juga dipakai Sang Bodhisattva sebagai alegori orang bijaksana yang mampu membawa pengaruh positif bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Dikatakan bahwa seseorang dalam pergaulan dapat mempengaruhi temannya. Diumpamakan jika seseorang mengikat ikan bau dengan seikat rumput kusa, rumput akan memperoleh bau busuk, demikian pula pergaulan akrab dengan orang bodoh; Namun jika orang mengikatkan getah wangi (kemenyan, red) dalam daun biasa, daun itu akan mendapatkan bau wangi, demikian juga keakraban dengan yang bijaksana. Maka hendaknya jangan membiarkan orang-orang bijaksana tercemari oleh perilaku mereka yang bersifat jahat (Jātaka Aṭṭhakathā 544, Mahānāradakassapa Jātaka).

Kemenyan harum yang dibungkus dengan daun, maka daun akan menjadi sama harumnya. Demikianlah mereka yang duduk di bawah kaki orang bijak, akan segera tumbuh menjadi bijak. Orang bijak seharusnya mengetahui keuntungannya sendiri, membuat dirinya menghindari kumpulan orang jahat dan berteman dengan orang yang baik. Surga menunggu orang yang baik, sedangkan orang yang jahat akan berakhir di alam Neraka. (Jātaka Aṭṭhakathā 503 Sattigumba Jātaka).

Artinya kemenyan memang simbol dari orang baik dan bijaksana, bukan sekedar menjadi alat ritual saja. Menggunakan kemenyan bukan sekedar mengharapkan tujuan ataupun sekedar relaksasi saja, tetapi juga sebagai pengingat agar manusia bisa menjadi orang yang kebajikannya dapat menyebar laksana harumnya kemenyan!

Mugi Dikabulkeun Sapaneja.

 

Daftar Pustaka:

Karniawan, Majaputera. 2020. Kumpulan Petikan Dhamma (Dhammaquote) seri Jataka Atthakatha. Jakarta. Yayasan Yasodhara Puteri.

Swari, Risky Chandra. 2021. Kemenyan. https://hellosehat.com/herbal-alternatif/herbal/kemenyan/. Diakses Maret 2022

Butuh bantuan?