Kekuatan Generasi Muda

Home » Artikel » Kekuatan Generasi Muda

Dilihat

Dilihat : 72 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明

Beberapa waktu yang lalu saya bersama teman-teman kuliah mendapatkan undangan pesta pernikahan kakak kelas. Kebanyakan dari kami masih single dan baru bekerja, duduk semeja 10 orang. Di tengah-tengah acara, seorang pager ayu berjalan ke arah meja kami sambil membawa keranjang berisi kue tart kecil. Ya, karena masih usia kepala 2 lebih sedikit tentu saja kurang dapat menjaga sikap. Seharusnya 1 orang mendapatkan 1 buah kue, banyak diantara kami yang mendapatkan double. Dari kejauhan tampak 2 anak kecil usia Tk-awal SD datang ke arah sang pagar ayu. Tentu saja kami tahu, mereka juga ingin mendapatkan kue tersebut.

Ternyata, kue tart di dalam keranjang habis dibagikan untuk kami. Sang pagar ayu merasa tidak sampai hati untuk menolak permintaan mereka. Salah satu dari kami mengambil inisiatif untuk “menggoda” mereka. Ia berkata kepada ke-2 anak kecil itu: “Jika kalian bisa menjawab pertanyaan dari Koko, 2 buah kue tart ini boleh diambil.” “Apa pertanyaannya?” “Mudah saja: berapa 100×100? ” Salah satu dari anak tersebut sibuk menggunakan jari tangannya untuk menghitung. Anak yang lain hanya diam saja.

Teman-teman kuliah mulai bereaksi, ada yang berkata: jangan keterlaluan dalam menggoda anak kecil. Ada juga yang memanaskan suasana. Sang pager ayu tidak bisa berbuat banyak hanya ikut menonton. Anak yang menggunakan jarinya untuk menghitung mencoba untuk menjawab, tapi semuanya belum tepat. Melihat situasi itu teman yang menggoda merasa tambah senang. Tiba-tiba, anak kecil yang dari tadi diam, buka suara: “Koko sekalian, bukannya kami tidak bisa menjawab, hanya saja belum belajar. Kami baru belajar sampai 10×10=100. Kalian kalau suka menggoda kami secara berlebihan nanti akan dilaporkan ke lao shi.”

Jawaban tersebut: bukan tidak bisa menjawab, hanya saja belum belajar membuat teman kami seketika merasa malu, mukanya menjadi merah. Dengan gerakan yang cepat sang pager ayu segera mengambil beberapa kue tart di meja kami untuk diberikan kepada anak-anak, mengajak mereka untuk pergi menjauh.

Para pembaca yang terkasih, pepatah Mandarin mengatakan:后生可畏 the younger generation deserves to be treated with respect (Generasi muda layak untuk diperlakukan dengan hormat). Dalam kitab Lun Yu jilid IX.23 tertulis:

子曰:“后生可畏,焉知来者之不如今也?四十、五十而无闻焉,斯亦不足畏也已。”

Zǐyuē: “ Hòushēng kě wèi, yān zhī lái zhě zhī bùrú jīn yě? sì shí, wǔ shí ér wú wén yān, sī yì bùzú wèi yě yǐ.”

Nabi Kong Zi berkata, generasi yang lebih muda adalah tangguh dan mumpuni, layak untuk dihormati. Generasi yang lebih muda, dilihat dari segi usia merupakan sebuah keuntungan, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, semangat masih berkobar-kobar. Sebagai generasi yang lebih senior, semangat sudah berkurang, tidak lagi selalu dapat mengikuti perkembangan hal-hal yang baru, perlahan-lahan akan menjadi tertinggal. Janganlah suka mengencet generasi muda yang masih mengalami banyak keterbatasan dan ketidak leluasaan. Usia seseorang terus bertambah, dalam sekejap mata perlahan-lahan akan menua.

Adalah sesuatu yang menyedihkan ketika tua, tidak lagi dihargai dan mendapatkan perlakuan yang kurang baik. Pepatah Mandarin mengatakan: 长江后浪推前浪Chángjiāng hòulàng tuī qiánlàng (The rear waves of the Yangtze River drive on those before – gelombang belakang Sungai Yangtze mendorong yang sebelumnya, maksudnya sepanjang masa regenerasi itu senantiasa ada). Oleh karena itu, orang yang bijaksana akan  mendukung dan membantu orang muda.

Sebaliknya orang dengan egoisme tinggi akan suka menjatuhkan dan tidak memberikan kesempatan/ruang kepada yang lebih muda. Secara umum pada usia 40-50 tahun diharapkan kita semua telah memiliki prestasi yang dapat dibanggakan. Beberapa orang mendapatkan kesuksesan sedikit terlambat, di atas 50 tahun. Ayat ini, mengajak kita semua sebagai generasi muda untuk giat berusaha dan menghargai waktu,  jangan sampai menua dan menjadi bahan ejekan bagi orang lain. Sebagai penutup, saya akan mengutip puisi bijak era dinasti Tang dalam bahasa Mandarin yang mengatakan:

三更灯火五更鸡,正是男儿读书时。

黑发不知勤学早,白首方悔读书迟。

Sāngēng dēnghuǒ wǔgēng jī, zhèngshì nán’ér dúshū shí.

Hēifà bùzhī qín xué zǎo, bái shǒu fāng huǐ dúshū chí.

Third watch (~ 11 p.m.) with lamp light and fifth watch (~ 5 a.m.) as the rooster crows are the best time for a boy to study. You don’t study when you are young, You will regret when you are older.

Jam ketiga (~ 11 malam) dengan cahaya lampu dan jam kelima (~ jam 5 pagi) saat ayam berkokok adalah waktu terbaik bagi anak laki-laki untuk belajar. Anda tidak belajar ketika Anda masih muda, Anda akan menyesal ketika Anda lebih tua.

Selamat berakhir pekan, semoga bermanfaat

 

Daftar Pustaka:

Adegunawan,  Suyena (陳書源 Tan Su Njan). 2018. Kompilasi 《四书》- Si Shu – Empat Kitab Klasik. Bandung. TSA.

https://edition.cnn.com/2013/10/30/world/asia/hong-kong-kindergarten-competition/index.html. Diakses 22 Agustus 2022.

Butuh bantuan?