KESERAKAHAN SANG NELAYAN

Home » Artikel » KESERAKAHAN SANG NELAYAN

Dilihat

Dilihat : 77 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 18
  • 41
  • 29,355
serakah

Oleh: Xie Zheng Ming谢峥明

Keserakahan yang tak terpuaskan merupakan kelemahan sifat manusia dan merupakan fenomena umum di masyarakat. Di dunia yang berorientasi pada keuntungan ini, keserakahan nampaknya ada dimana-mana. Entah itu keserakahan dalam mengejar uang, keserakahan dalam mengejar kekuasaan, atau keserakahan dalam mengejar kenikmatan materi, semuanya mengikis pikiran dan moralitas manusia hingga tingkat yang berbeda-beda.

Insatiable greed is a weakness in human nature and a common phenomenon in society. In this profit-oriented world, greed seems to be everywhere. Whether it is greed in the pursuit of money, greed in the pursuit of power, or greed in the pursuit of material enjoyment, they all erode people’s mind and morality to varying degrees.

Orang-orang Tiongkok kuno telah lama memikirkan secara mendalam tentang keserakahan. Mereka mengartikan kata “keserakahan贪” sebagai gabungan dari kata “saat ini 今” dan “cangkang贝”, dimana “saat ini” berarti kepuasan instan dan “cangkang” melambangkan uang. Dapat dimaknai kepuasan instan, dan “cangkang” yang melambangkan uang. Inti dari keserakahan terletak pada mengejar keuntungan langsung tanpa memperhatikan konsekuensi di masa depan. Pola pikir yang tidak pernah terpuaskan ini mengarahkan orang untuk fokus pada kesenangan sesaat tanpa memperhatikan kemungkinan dan masa depan.

Ancient Chinese people have long given deep thoughts to greed. They interpreted the word “greed贪” as a combination of the words “present今” and “shell贝”, where “present” means instant gratification and “shell” symbolises money. which means instant gratification, and “shell”, which symbolises money. The essence of greed lies in the pursuit of immediate benefits without regard to future consequences. This insatiable mindset leads people to focus on immediate enjoyment without regard to the possibilities and future of tomorrow.

Orang yang tidak pernah puas selalu kekurangan apa yang diinginkannya. Mereka mencari lebih banyak kekayaan dan status lebih tinggi dan tidak pernah puas. Seperti kata pepatah Hakka, “Langit tidak tinggi, tapi hati lebih tinggi. Pepatah mengatakan, “Langit tidak cukup tinggi, tapi hati lebih tinggi.” Air dari sumur diubah menjadi anggur, tetapi sayang sekali bagi babi”, demikianlah ungkapan sindiran tentang orang-orang yang tak pernah puas.

Insatiable people are always short of what they want. They seek more wealth and higher status and can never be satisfied. As the Hakka saying goes, “The sky is not high, but the heart is even higher. The saying, “The sky is not high enough, but the heart is even higher. The water from the well is turned into wine, but it is too bad for the pig”, is a satirical saying about those who are insatiable.

Dalam cerita ini, ada seorang nelayan yang demi menghemat waktu dan tenaga, hanya menganyam jaring ikan kecil untuk melaut mencari ikan, namun ia tidak mendapat hasil apa pun. Dia pulang ke rumah dengan perasaan sedih, dan tetangganya mengatakan kepadanya bahwa dia harus membuat jaring yang lebih besar. Nelayan itu mendengarkan nasihat tetangganya dan berusaha membuat jaringnya sebesar jaring tetangganya. Hasilnya, dia menangkap banyak ikan dan pulang ke rumah dengan perasaan gembira.

In this story, there was a fisherman who, for the sake of saving time and effort, wove only a small fishing net to go out to sea to catch fish, but he caught nothing. He returned home dejected, and his neighbour told him that he should weave a bigger net. The fisherman listened to his neighbour’s advice and tried to make his net as big as his neighbour’s. As a result, he caught a lot of fish and returned home in a happy mood.

Nelayan tersebut mulai salah mengira bahwa kunci dari banyaknya ikan yang ditangkapnya adalah ukuran jaring (Semakin besar ukurannya, semakin banyak ikan-ikan yang akan tertangkap), sehingga ia memutuskan untuk menganyamnya lebih besar lagi. Dia menghabiskan beberapa hari menenun jaring, dan akhirnya jaring besar pun ditenun. Dengan pemikiran bahwa jaring ini dapat memenuhi perahu dengan ikan, nelayan itu tertawa terbahak-bahak kegirangan.

The fisherman began to mistakenly believe that the key to how many fish he caught was the size of the net (More bigger size, more fishes will caught), so he decided to weave it even bigger again. He spent several days weaving the net, and finally a huge net was woven. With the thought in his mind that this net could fill a boat with fish, the fisherman laughed out loud with joy.

Namun, ketika nelayan tersebut siap untuk mengambil jaringnya, dia menyadari bahwa jaring yang besar itu terlalu berat dan dia tidak dapat menariknya bahkan setelah setengah hari. Nelayan belajar konsekuensi dari keserakahan. Alih-alih memberinya hasil panen lebih banyak, jaring besar ini malah mendatangkan masalah baginya. Nelayan mengetahui bahwa keserakahan hanya menghasilkan akibat sebaliknya.

However, when the fisherman was ready to collect the net, he realised that the huge net was too heavy and he could not pull it up even after half a day. The fisherman learnt the consequences of being greedy. Instead of bringing him more harvest, this huge net brought him trouble. The fisherman learnt that greed only gets the opposite result.

Demikian pula halnya dengan hati manusia. Mencius berkata, ‘Untuk memelihara pikiran tidak ada yang lebih baik daripada membuat keinginan menjadi sedikit. Inilah orang yang keinginannya sedikit:–dalam beberapa hal dia mungkin tidak mampu menjaga hatinya, namun jumlahnya sedikit. Inilah orang yang banyak keinginannya:–dalam beberapa hal dia mungkin dapat menjaga hatinya, namun jumlahnya sedikit. Seorang pria dengan sedikit keinginan mampu memiliki ketenangan pikiran dan kepuasan. Pria dengan banyak keinginan, bagaimanapun, masih belum puas meskipun telah memperolehnya, dan tidak dapat menemukan ketenangan pikiran yang sejati.

Similarly, the same is true of people’s hearts. Mencius said, ‘To nourish the mind there is nothing better than to make the desires few. Here is a man whose desires are few:– in some things he may not be able to keep his heart, but they will be few. Here is a man whose desires are many:– in some things he may be able to keep his heart, but they will be few. A man with few desires is able to have peace of mind and contentment. The man with many desires, however, is still unsatisfied despite his acquisitions, and is unable to find true peace of mind.

Keserakahan hanya menjauhkan manusia dari kebahagiaan sejati. Orang harus belajar untuk merasa puas dengan apa yang mereka miliki, daripada mendambakan kekayaan materi yang lebih banyak. Hanya ketika pikiran rendah dalam nafsu maka seseorang dapat memperoleh kelimpahan sejati. Mereka yang serakah hanya akan kehilangan lebih banyak dan hidupnya menjadi tidak terkendali. Sebaliknya, merasa puas dengan apa yang Anda miliki dapat membawa pada kebahagiaan dan kepuasan sejati.

Greed only keeps people away from true happiness. People should learn to be content with what they have, rather than crave for more material wealth. Only when the mind is low in desire can one have true abundance. Those who are greedy will only lose more and their lives will become unmanageable. On the contrary, being content with what you have can lead to true happiness and fulfilment.

贪得无厌,是人性中的一种弱点,也是社会中的常见现象。在这个以利益为导向的世界里,贪婪似乎无处不在,无论是追逐金钱的贪婪、追求权力的贪婪,抑或是追逐物质享受的贪婪,都在不同程度上侵蚀着人们的心灵和道德。

中国的古人早已对贪婪进行了深刻的思考。他们将贪字解释为“今”与“贝”的结合,其中“今”意味着即刻的满足,而“贝”则象征着金钱。贪婪的本质在于只追求眼前的利益,而无视未来的后果。这种贪得无厌的心态使人们只顾眼前的享受,不顾及明天的可能性和前途。

贪得无厌的人,总是心存不足。他们追求着更多的财富、更高的地位,永远无法满足。客家人有句俗话叫做“天高不为高,人心更是高。井水化为酒,又嫌猪无糟”,这句话讽刺了那些贪得无厌的人。

在这个故事中,有一个渔夫,因为贪图省事,只织了一张小小的渔网出海捕鱼,却一无所获。他垂头丧气地回到了家,邻居告诉他应该织一张大点的网。渔夫听从了邻居的建议,努力把渔网织得和邻居的一样大,结果捕到了很多鱼,心情高兴地回到了家。

渔夫开始误以为捕到多少鱼的关键是网的大小,于是他决定再把渔网织得更大。他将几天的时间都用来织网,终于织好了一张巨网,心中想着这一网能装满一船的鱼,渔夫乐得笑了出来。

然而,当渔夫准备收网时,他却发现这张巨网太过沉重,拉了半天也拉不上来。渔夫明白了贪得无厌的后果,这个巨大的网并没有带给他更多的收获,反而给他带来了麻烦。渔夫体会到了,贪婪只会得到相反的结果。

同样地,人们的心也是如此。孟子曾说过:“养心莫善于寡欲。其为人也寡欲,虽有不存焉者,寡矣;其为人也多欲,虽有存焉者,寡矣。”寡欲的人能够心灵宁静,知足常乐。而多欲的人,尽管获得了一些,却依然感到不满足,心灵上也无法得到真正的安宁。

贪婪只会让人远离真正的幸福。人们应当学会满足于自己所拥有的,而不是贪图更多的物质财富。只有心灵寡欲,才能拥有真正的富足。贪得无厌的人只会失去更多,生活也会变得无法掌控。相反地,满足于所拥有的,能够获得真正的幸福与满足。

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Daftar Pustaka

Gambar: https://www.wypr.org/2016-08-15/fishing-and-foraging-how-to-catch-your-seafood-ethically. Diakses 6 Nov 2023

Butuh bantuan?