Ketekunan dan Berhemat 克勤克俭 (Diligence and Frugality)

Home » Artikel » Ketekunan dan Berhemat 克勤克俭 (Diligence and Frugality)

Dilihat

Dilihat : 27 Kali

Pengunjung

  • 1
  • 1
  • 38
  • 33,965
pic 5 Ketekunan

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明

 

Ketekunan dan berhemat 克勤克俭 adalah kebajikan penting yang telah dihargai dalam budaya Tiongkok selama berabad-abad. Ungkapan “Ketekunan dan Berhemat” berasal dari sebuah cerita pada periode Musim Semi dan Musim Gugur, yang melibatkan raja negara Qi, Adipati Jing dari Qi, dan menterinya Yan Ying. Kisah ini menjadi pelajaran abadi tentang pentingnya bekerja keras dan hemat.

Diligence and frugality are essential virtues that have been valued in Chinese culture for centuries. The idiom “Diligence and Frugality” originates from a story during the Spring and Autumn period, involving the Qi state monarch, Duke Jing of Qi, and his minister Yan Ying. This story serves as a timeless lesson on the importance of working hard and being economical.

Pada masa itu, Adipati Jing dari Qi dikenal karena cara hidupnya yang sangat boros dan membuang-buang sumberdaya, sering kali terlibat dalam proyek konstruksi yang mewah dan menghabiskan uang secara sembarangan. Meskipun banyak teguran dari menterinya Yan Ying, Duke tidak begitu mengindahkan nasihatnya.

During that era, Duke Jing of Qi was known for his extravagant and wasteful ways, often indulging in lavish construction projects and spending recklessly. Despite numerous admonishments from his minister Yan Ying, the Duke paid little heed to advice.

Suatu hari, Adipati Jing mengajak Yan Ying memeriksa kas negara. Sang Adipati senang melihat banyaknya emas, perak, dan permata yang tersimpan di dalamnya dan dengan bangga berkomentar tentang kekayaan kerajaan. Namun, Yan Ying menunjukkan bahwa meskipun perbendaharaan mungkin penuh, masyarakat harus menanggung pajak yang besar untuk memenuhinya. Dia menjelaskan bahwa jika Adipati terus melakukan pemborosan, kerajaan pada akhirnya akan menghadapi krisis karena sumber daya akan habis, yang menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat. Sangat tersentuh oleh kata-kata Yan Ying, Adipati Jing mulai merenungkan tindakannya dan kemudian menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi pengeluaran dan mendorong penghematan.

One day, Duke Jing took Yan Ying to inspect the state treasury. The Duke was pleased to see the abundance of gold, silver, and jewels stored within and proudly remarked on the wealth of the kingdom. However, Yan Ying pointed out that while the treasury might be full, the people were suffering under heavy taxes to fill it. He explained that if the Duke continued his extravagance, the kingdom would eventually face a crisis as the resources would deplete, leading to unrest among the populace. Deeply moved by Yan Ying’s words, Duke Jing began to reflect on his actions and subsequently implemented measures to reduce expenditures and promote thriftiness.

Yan Ying tidak hanya menasihati Adipati Jing untuk berhemat di tingkat negara bagian tetapi juga memberikan contoh pribadi dengan menjalani hidup sederhana di rumah. Ketika ditanya tentang kesederhanaannya, Yan Ying menyatakan bahwa sebagai menteri Qi, sudah menjadi tugasnya untuk mempertimbangkan kesejahteraan rakyat. Dengan mempraktikkan berhemat, ia bertujuan untuk menjadi preseden (Contoh) bagi masyarakat, menekankan pentingnya ketekunan dan kehematan dalam mengelola urusan seseorang.

Yan Ying not only advised the Duke Jing to be frugal at the state level but also set a personal example by leading a modest life at home. When asked about his simplicity, Yan Ying stated that as a minister of Qi, it was his duty to consider the well-being of the people. By practicing frugality, he aimed to set a precedent (Example) for the citizens, emphasizing the importance of diligence and thriftiness in managing one’s affairs.

Kisah ketekunan Yan Ying dalam mengabdi pada negara dan berhemat dalam kehidupan pribadi telah diturunkan dari generasi ke generasi, melambangkan keutamaan kerja keras, hemat, dan integritas. Ungkapan “Ketekunan dan Berhemat 克勤克俭” menggarisbawahi pentingnya rajin dan hemat dalam segala aspek kehidupan. Nilai tradisional Tiongkok ini merupakan kekayaan spiritual berharga yang menekankan pentingnya ketekunan dan penghematan dalam mencapai kesuksesan dan berkontribusi kepada masyarakat.

The story of Yan Ying’s diligence in serving the state and frugality in personal life has been passed down through generations, symbolizing the virtues of hard work, thriftiness, and integrity. The phrase “Diligence and Frugality” underscores the significance of being industrious and economical in all aspects of life. This traditional Chinese value is a valuable spiritual wealth that emphasizes the importance of diligence and thriftiness in achieving success and contributing to society.

Dalam Buku Dokumen dari periode Negara-Negara Berperang 尚书·大禹谟, Kaisar Yao memuji Yu atas ketekunan dan kehematannya: “O, Yu! Ancaman banjir besar; penyelesaian dan keberhasilannya, terdapat pada diri Anda. Rajin dalam administrasi negara, hemat dalam mengurus rumah tanggamu; jangan bermegah atas apa yang tidak benar; Bila kamu tidak bermegah (hidup bermewahan, red), maka tidak akan ada orang yang menandingi kemampuanmu seseorang yang akan bersaing denganmu dalam hal jasa kebajikan.”

In the Book of Documents from the Warring States period 尚书·大禹谟, Emperor Yao praised Yu for his diligence and frugality: “O, Yu! Great are the floods threatening; to its completion and success, found right in you. Diligent in the administration of the state, frugal in the management of your household; do not boast of what is not true; found only in you. When you do not boast, there will be no one to contest your ability. If you do not vaunt yourself, there will be no one to vie with you in merit.”

Dalam kehidupan sehari-hari, bersahaja dalam membelanjakan uang dan bekerja keras dalam berusaha mencerminkan filsafat hidup yang menjunjung tinggi ketekunan dan hemat. Menyeimbangkan produktivitas dengan konservasi sumber daya mencerminkan cita-cita keberlanjutan modern. Terlepas dari kondisi eksternal, mempertahankan prinsip-prinsip tersebut sangat penting untuk mempertahankan keberadaan yang harmonis dan memuaskan.

In daily life, being modest in spending and hardworking in endeavors reflects a philosophy of life that upholds diligence and thriftiness. Balancing productivity with conservation of resources mirrors the modern ideal of sustainability. Regardless of external conditions, maintaining such principles is vital for sustaining a harmonious and fulfilling existence.

Individu yang benar-benar mewujudkan ketekunan dan berhemat akan tetap tidak terganggu oleh fluktuasi materi, menjaga keseimbangan batin di tengah kemiskinan atau kekayaan. Menumbuhkan kepuasan spiritual dan kekayaan mental mengungkapkan kebijaksanaan sejati dan pemahaman mendalam tentang esensi kehidupan. Mengejar kepuasan pada tingkat spiritual melampaui kekayaan materi belaka dan menunjukkan penguasaan sejati atas keberadaan.

Individuals who truly embody diligence and frugality remain unperturbed by material fluctuations, preserving inner equanimity amidst poverty or wealth. Cultivating spiritual fulfillment and mental richness reveals genuine wisdom and a deep understanding of life’s essence. Pursuing contentment on a spiritual level surpasses mere material wealth and denotes true mastery of existence.

 

克勤克俭

 

克勤克俭是一则汉语成语,意思是既能勤劳,又能节俭。

春秋时期,齐国国君齐景公非常奢侈浪费,经常大兴土木,修建宫殿。大臣晏婴多次劝谏,但齐景公不听。

一天,齐景公带着晏婴到国库去视察。齐景公看到国库里堆满了金银珠宝,非常高兴,对晏婴说:“你看,齐国的国库多么充盈啊!”

晏婴回答道:“国君,您只看到国库里的财富,却看不到百姓的贫困。百姓们为了缴纳赋税,不得不勒紧裤腰带过日子。国库里的财富,都是从百姓那里搜刮来的。如果国君不克制自己的欲望,继续奢侈浪费,国库里的财富迟早会耗尽。到那时,齐国就会陷入危机。”

齐景公听后,深受触动。他开始反省自己的行为,并下令减少开支,厉行节约。

晏婴不仅劝谏齐景公克俭于国,还身体力行,克俭于家。他家徒四壁,生活非常简朴。有人问他为什么如此节俭,晏婴回答道:“我身为齐国的大臣,理应为国为民着想。如果我奢侈浪费,百姓们就会效仿,整个齐国都会陷入奢靡之风。我克俭于家,就是为了给百姓树立榜样,让大家知道勤俭持家的重要性。”

晏婴克勤于邦,克俭于家的故事流传至今,成为勤俭节约、廉洁奉公的典范。

克勤于邦,克俭于家

成语“克勤克俭”就源自于此,意思是又勤劳,又节俭。这是中华民族的传统美德,也是一笔宝贵的精神财富。

帝曰:“来,禹!降水儆予,成允成功,惟汝贤。克勤于邦,克俭于家,不自满假,惟汝贤。汝惟不矜,天下莫与汝争能。汝惟不伐,天下莫与汝争功。”

《尚书·大禹谟》

生活中节俭低调,工作中勤劳,勇于奉献。所表达的是一种对待生活中和对待工作的处事态度,由此,也产生了勤俭这个词。勤俭这个词其实应该分开来看,既要勤又要简,有点像我们今天提倡的开源节流。对外多做事创造价值,对内又要节俭,珍惜,不浪费资源。

事实上,勤俭是一种生活态度,一种处世哲学。并不是生活条件不好,我们才要勤俭,反而是生活富裕了,我们更应该保持这样一种本心。

真正境界高的人,不会因为物质条件的变化而影响到自己的生活方式,不会因为贫穷或者富裕就改变自己内心的平静,不以物喜,不以己悲。追求精神层次的满足和心灵的富裕,才是真正会生活,真正有大智慧的人。

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Daftar Pustaka

Adegunawan, Suyena. 2020. Kompilasi Kitab (书经) – Shu Jing  尚書 (尚书) – Shang Shu KITAB DOKUMEN SEJARAH The Book of Documents. Bandung. USA.

Butuh bantuan?