Kisah Kelinci dan Harimau

Home » Artikel » Kisah Kelinci dan Harimau

Dilihat

Dilihat : 362 Kali

Pengunjung

  • 16
  • 0
  • 17
  • 30,757
Fabel Kelinci 1

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明

 

Alkisah, pada sebuah pulau yang dihuni oleh banyak Harimau sedang mengalami bencana kelaparan, tidak ada hewan lagi yang dapat mereka mangsa. Akhirnya, sang Raja Harimau memerintahkan Panglima dan Prajuritnya pergi menyeberang ke pulau kecil untuk mencari makanan. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Kawanan Harimau merasa takjub dengan keindahan alam pulau kecil tersebut. Sayang, mereka hanya menemukan seekor Kancil yang sedang minum di tepi pantai. Melihat bahaya, si Kancil pun berusaha menjauhi. Namun, terlambat, kawanan Harimau telah mengepungnya.

Salah seorang prajurit Harimau mendekati Kancil, seraya bertanya kepadanya. ‘’Hei Kancil! Dimanakah Rajamu? Kami datang kemari untuk meminta makanan. Jika kalian menolak, kami akan menyerang pulau ini. Lihatlah, kami juga membawa potongan kumis raja kami.’’ kata prajurit Harimau sambil menunjukkan kumis rajanya. ‘’Kumis ini besar sekali. Pasti rajamu itu sangat besar dan kuat. Kalau begitu, aku akan membawa kumis raja Harimau dan menunjukkannya kepada raja kami.’’ kata Kancil seraya bergegas pergi. Sebenarnya, Kancil merasa bingung karena di pulau kecil tersebut tidak terdapat seorang raja. Tiba-tiba saja Kancil melihat sahabatnya, yaitu seekor Landak yang sangat besar. Kancil yang cerdik pun langsung menemukan sebuah ide.

Kancil pun menghampiri Landak sahabatnya. “Hei sahabatku. Kemarilah, aku sangat membutuhkan bantuanmu!’’ kata Kancil. ‘’Hah? Bantuan untuk apa Cil?’’ tanya Landak bingung. ‘’Untuk keselamatan semua hewan yang tinggal di pulau ini.’’ jawab Kancil. Kancil pun meminta Landak untuk mencabut durinya yang paling besar, tajam juga panjang. Setelah mendapatkan duri tersebut, Kancil langsung berlari membawa duri Landak dan bermaksud menunjukannya pada para Harimau. Setelah beberapa waktu mencari, Kancil akhirnya berhasil menemukan mereka di tepi pantai. Para Harimau tertidur sangat pulas. Kancil pun membangunkan panglima Harimau.

‘’Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya, Raja kami pun mengirimkan kumisnya.’’ kata Kancil tegas. Ia pun langsung menyerahkan duri Landak kepada para Harimau. ‘’Ini kumis rajamu?’’ tanya panglima Harimau terkejut. ‘’Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami pun menerima tantangan dari raja kalian.’’ kata Kancil. Para Harimau pun sangat terkejut dan takut ketika mengetahui kumis terkecil raja pulau tersebut besar dan tajam. ‘’Kumis raja Kancil ini sangatlah besar jika dibandingkan dengan kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya.’’ bisik panglima Harimau kepada para prajuritnya. ‘’Lalu bagaimana?” tanya salah satu Harimau. ‘’Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini.’’ jawab panglima Harimau. Akhirnya, para Harimau pun memutuskan untuk pergi meninggalkan pulau kecil tersebut dan melanjutkan perjalanan ke pulau lainnya untuk mencari makanan. Sejak saat itu, tidak ada satu Harimau pun yang berani datang ke pulau kecil tersebut. Semua hewan hidup aman dan bahagia berkat Kancil dan kecerdikannya.

Apa yang dapat kita pelajari dari fabel di atas? Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hanya saja berbeda-beda masalah yang dihadapinya. Ada yang memiliki masalah dalam pendidikannya, masalah dalam keuangannya, masalah dalam keluarganya, masalah dalam pekerjaannya, dan berbagai masalah lainnya. Setiap orang tidak sama dalam menghadapi, mensikapi, serta menuntaskan setiap masalah yang dihadapi. Jangan sampai kita bertindak terlalu reaktif: menggunakan kekuatan tidak proporsional untuk mengatasi masalah kecil. Apakah masalah tidak sengaja menginjak kaki karena berdesakan sampai perlu membuat laporan? Bukankah saling mengucapkan minta maaf, sudah selesai permasalahannya?! Para pembaca yang terkasih, There is no need to use a sledgehammer to crack a nut (Lit: Tidak perlu memakai palu bodem untuk memecahkan kacang; Eksplanasi: Tidak perlu reaktif berlebihan terhadap perkara kecil dan penyelesaiannya).

Peribahasa Mandarin mengatakan: 割鸡焉用牛刀 memakai golok pemotong lembu untuk memotong ayam, menyelesaikan permasalahan kecil dengan berlebihan. Cheng Yu ini mengingatkan kita pada sepenggal kisah antara Nabi Kong Zi & seorang muridnya yang bernama Zi You. Nabi merasa sangat bangga terhadap Zi You, walaupun hanya menjadi hakim di daerah kecil yang bernama Wu Cheng bisa menerapkan ajaran Nabi Kong Zi.  Pemimpin dan rakyat sama-sama 学道. Kisah ini dapat kita lihat dalam kitab Lun Yu jilid XVII. 4

子之武城,闻弦歌之声。夫子莞尔而笑,曰:“割鸡焉用牛刀?”子游对曰:“昔者偃也闻诸夫子曰:‘君子学道则爱人,小人学道则易

Ketika Nabi sampai di kota Bu-sing (yang diperintah oleh Cu-yu) mendengar suara musik dan nyanyi.  Dengan gembira dan tersenyum Nabi bersabda: “Mengapakah memotong ayam sampai menggunakan golok pemotong lembu?” Cu-yu menjawab: “Dahulu Yan mendengar Guru bersabda: ‘Seorang pembesar bila mau belajar menempuh Jalan Suci, niscaya akan dapat benar-benar mencintai rakyatnya; dan rakyat jelata bila mau belajar menempuh Jalan Suci, niscaya akan mudah diberi tugas’.”

Selamat belajar, semoga bermanfaat…

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

Butuh bantuan?