Lebih Baik Mengandalkan Diri Sendiri Daripada Orang Lain 

Home » Artikel » Lebih Baik Mengandalkan Diri Sendiri Daripada Orang Lain 

Dilihat

Dilihat : 17 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 19
  • 41
  • 29,356
unnamed

(Better ask for yourself than ask for others)

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明

 

Gunung demi gunung akan runtuh, air demi air akan mengalir, sendirian tidak akan pernah jatuh. Pepatah lama ini secara mendalam mengungkapkan kebenaran bahwa hanya dengan mengandalkan diri sendiri kita dapat memastikan bahwa kita tidak bergantung dan dipengaruhi oleh dunia luar. Kita sering menghadapi kesulitan dan tantangan di sepanjang jalan hidup, dan terkadang kita meminta bantuan dan dukungan orang lain untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan. Namun, kekuatan dan kebijaksanaan sejati tidak terletak di luar, melainkan di dalam diri sendiri. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengandalkan diri sendiri, mengambil inisiatif untuk memecahkan masalah, dan mengejar perkembangan dan kesuksesan pribadi.

Mountain by mountain will fall, water by water will flow, by oneself never fall. This old saying profoundly reveals the truth that only by relying on oneself can we ensure that we are not dependent on and influenced by the outside world. We often encounter difficulties and challenges along the way of life, and sometimes we may look to others for help and support to solve problems or achieve goals. However, true strength and wisdom do not lie outside, but within oneself. Therefore, we should learn to rely on ourselves, take the initiative to solve problems, and pursue personal growth and success.

Dalam literatur Tiongkok Klasik, banyak sekali orang bijak yang membahas sudut pandang filosofis bahwa “lebih baik mengandalkan diri sendiri daripada meminta orang lain”. Misalnya, ada pepatah terkenal dalam buku karya Guru Wen: “苟向善, 虽过无怨,苟不向善,虽忠来恶,故怨人不如自怨,勉求诸人,不如求诸己。“ gǒu xiàng shàn , suī guò wú yuàn , g ǒu bù xiàng shàn , suī zhōng lái è , gù yuàn rén bù rú zì yuàn , miǎn qiú zhū rén , bù rú qiú zhū jǐ . “Kalimat ini secara mendalam memberitahu kita bahwa kita harus berusaha mengandalkan diri kita sendiri daripada orang lain, karena gunung akan runtuh, air akan mengalir, dan hanya diri kita sendiri tidak akan pernah terjatuh. Dalam masyarakat saat ini, banyak orang yang mengejar kesuksesan dan kebahagiaan, seringkali secara tidak sadar mengandalkan kekuatan orang lain. Mereka percaya bahwa jika mereka menemukan pendukung yang tepat dan mengandalkan orang lain, mereka dapat dengan mudah mewujudkan impian dan tujuannya. Namun, Pemikiran seperti ini seringkali hanya ilusi, padahal bantuan orang lain hanya bersifat sementara, dan ketika dukungan tersebut hilang atau arusnya hilang, kita cenderung tidak berdaya.

In Classical Chinese literature, there have been many wise men who have discussed the philosophical point of view that “it is better ask for yourself than ask for others” For example, there is a famous saying in a book by Master Wen: “苟向善,虽过无怨,苟不向善,虽忠来恶,故怨人不如自怨,勉求诸人,不如求诸己。“ gǒu xiàng shàn , suī guò wú yuàn , gǒu bù xiàng shàn , suī zhōng lái è , gù yuàn rén bù rú zì yuàn , miǎn qiú zhū rén , bù rú qiú zhū jǐ .”This sentence profoundly tells us that we should try to rely on ourselves rather than others, because mountains will fall, water will flow, and only ourselves will never fall. In today’s society, many people pursue success and happiness, often unconsciously rely on the strength of others. They believe that if they find the right backer and rely on others, they can easily realize their dreams and goals. However, such thinking is often just an illusion. In fact, the help of others can only be temporary, and when the support falls or the current flows away, we are likely to be helpless.

Demikian pula, dalam kitab Analek Konfusius (Lun Yu), bagian Raja Muda Ling dari Wei (Lun Yu XV: 21), ada pepatah klasik yang terkenal: “Seorang susilawan menuntut dirinya sendiri; orang rendah budi menuntut orang lain.” Kalimat ini mengungkapkan kebenaran yang mendalam: Dalam proses memecahkan masalah dan mencapai tujuan, lebih menekankan dampak tindakan dan upaya Anda sendiri daripada mengandalkan bantuan dan keputusan orang lain. Kalimat ini juga menyiratkan bahwa masyarakat harus memperhatikan budidaya dan usahanya sendiri, daripada terlalu mengandalkan sumber daya eksternal dan bantuan orang lain. Saat kita menghadapi masalah atau tantangan, meminta bantuan orang lain sepertinya merupakan pilihan yang paling mudah, namun sering kali tidak berpandangan sempit. Ketergantungan yang berlebihan pada orang lain membatasi kemampuan dan potensi kita serta menempatkan kita pada posisi pasif. Sebaliknya, mencari ke dalam dan mencari solusi permasalahan dari diri sendiri tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan diri sendiri, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri dan kebijaksanaan dalam memecahkan masalah.

Similarly, in the Analects of Confucius, Duke Ling of Wei (Lun Yu XV: 21), there is a classic famous saying:“A gentleman makes demands on themself; a petty person makes demands on others.”This sentence says a profound truth: in the process of solving problems and achieving goals, emphasize the impact of your own actions and efforts far more than relying on others ‘help and decisions. This sentence also implies that people should pay attention to their own cultivation and efforts, rather than relying too much on external resources and help from others. When we encounter problems or challenges, asking for help from others seems to be the easiest option, but it is often shortsighted. Overdependence on others limits our abilities and potential and puts us in a passive position. In contrast, looking inward and finding solutions to problems from oneself can not only improve one’s own ability, but also cultivate the ability to think independently and the wisdom to solve problems.

Sebuah fabel perumpamaan menarik menggambarkan hal ini dengan baik. Seseorang di bawah atap berteduh dari hujan, ia kemudian melihat payung  (chatra) Bodhisattva Kwan Im. Dia meminta Bodhisattva Kwan Im berbelas kasih untuk menyelamatkannya makhluk hidup, tetapi Bodhisattva Kwan Im memberitahunya, “Saya sedang hujan, kamu berada di bawah atap, dan tidak ada hujan di bawah atap, kamu tidak membutuhkan saya untuk menyelamatkan.” Pria itu segera melompat keluar dari bawah atap dan berdiri di tengah hujan, berharap Bodhisattva Kwan Im akan menyelamatkannya. Namun Bodhisattva Kwan Im memberitahunya: “Kamu kehujanan, saya juga kehujanan, saya tidak kebasahan air hujan karena ada payung (chatra); kamu mandi karena tidak ada payung, jadi bukan saya yang menyelamatkan diri, tapi payung yang menyelamatkanku. Jika kamu ingin menyelamatkan dirimu sendiri, jangan cari aku. Tolong carikan payung!” Perkataan Bodhisattva Kwan Im menyadarkan kita bahwa penyelesaian masalah pada akhirnya bergantung pada diri kita sendiri. Kita perlu mencari solusinya sendiri, bukan bergantung pada orang lain.

An interesting parable illustrates this point well. A person under the eaves shelter rain, see Guanyin Bodhisattva umbrella after. He asked Guanyin Bodhisattva to save sentient beings, but Guanyin Bodhisattva told him,”I am in the rain, you are under the eaves, and there is no rain under the eaves, you do not need me to save.” The man immediately jumped out from under the eaves and stood in the rain, hoping that Quan Yin Bodhisattva would save him. However, Guanyin Bodhisattva told him: “You are in the rain, I am also in the rain, I am not showered because there is an umbrella; you are showered because there is no umbrella, so it is not me who saves myself, but the umbrella who saves me.” If you want to save yourself, don’t look for me. Please find an umbrella!” Guanyin Bodhisattva’s words make us understand that solving problems ultimately depends on ourselves. We need to find solutions ourselves, not rely on others.

Secara keseluruhan, mengandalkan diri sendiri lebih baik daripada mengandalkan orang lain adalah kebenaran yang harus kita ingat dalam perjalanan menuju pengembangan diri. Ketika kita menghadapi masalah, kita harus berani menghadapinya dan aktif mencari solusi, bukan bergantung pada orang lain. Melalui upaya dan pemikiran kita sendiri, kita dapat terus-menerus mengatasi kesulitan dan mewujudkan impian kita. Hanya dengan cara inilah kita dapat menjadi mandiri, mandiri, dan mampu menciptakan masa depan yang lebih baik.

All in all, asking ourselves is better than asking others is the truth that we should remember on the road of growth. When we encounter problems, we should dare to face them and actively seek solutions instead of relying on others. Through our own efforts and thinking, we can constantly overcome difficulties and realize our dreams. Only in this way can we become autonomous, self-reliant and capable of creating a better future.

求人不如求己

靠山山会倒,靠水水会流,靠自己永远不倒。这句古语深刻地揭示了一个道理,即只有靠自己才能保证不受外界的依赖和影响。在人生的道路上,我们常常会遇到各种困难和挑战,有时候,我们可能会寄望于他人的帮助和支持,以解决问题或达到目标。然而,真正的力量和智慧并不在外界,而是存在于自己的内心深处。因此,我们应该学会依靠自己,主动解决问题,追求个人成长和成功。

在古代的文献中,已经有许多智者对于“求人不如求己”这一哲学观点进行了论述。例如《文子·上德》中曾有一句名言:“苟向善,虽过无怨,苟不向善,虽忠来恶,故怨人不如自怨,勉求诸人,不如求诸己。”这句话深刻地告诉我们,要尽量依赖自己而不是依赖他人,因为靠山山会倒,靠水水会流,只有靠自己永远不会倒下。在当今社会,许多人追求成功与幸福,往往会不自觉地依赖他人的力量。他们相信,只要找对了靠山、依赖了他人,就能够轻松地实现自己的梦想与目标。然而,这样的想法往往只是一种幻觉。事实上,他人的帮助只能是暂时的,当靠山倒下或水流走时,我们很有可能会陷入无助的困境。

同样,《论语·卫灵公》中有一句经典的名言:“君子求诸己,小人求诸人。”这句话道出了一个深刻的道理:在解决问题和实现目标的过程中,强调自身行动和努力所带来的影响,远远胜过仰赖别人的帮助和依靠他人的决策。这句话也暗示了人们应该注重自身的修养和努力,而不是过度依赖外界资源和他人的帮助。当我们遇到问题或面对挑战时,寻求他人的帮助似乎是最简单的选择,但这往往是一种短视的行为。过度依赖他人会束缚我们的能力和发展潜力,将自己置于被动的局面。相比之下,向内求索,从自身找到解决问题的方法,不仅能提升自身的能力,更能培养独立思考的能力和解决问题的智慧。

一个有趣的寓言也很好地诠释了这一点。一个人在屋檐下躲雨,看到观音菩萨撑伞经过。他请求观音菩萨普度众生,但观音菩萨告诉他:“我在雨里,你在檐下,而檐下无雨,你不需要我度。”这个人立刻跳出檐下,站在雨中,希望观音菩萨可以度他。然而,观音菩萨告诉他:“你在雨中,我也在雨中,我不被淋,因为有伞;你被雨淋,因为无伞,所以不是我度自己,而是伞度我。你要想度,不必找我,请自找伞去!”观音菩萨的话让我们明白,解决问题最终要靠自己,我们需要自己去寻找解决办法,而不是依赖他人。

总而言之,求人不如求己是我们在成长的道路上应该铭记的真理。当遇到问题时,我们应该敢于直面、积极寻找解决办法,而不是依赖他人。通过自己的努力和思考,我们能够不断克服困难,实现自己的梦想。只有这样,我们才能够成为一个自主、自立且有能力创造美好未来的人。 

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Butuh bantuan?