Memaknai Agama Dalam Bingkai Laku Bakti

Home » Artikel » Memaknai Agama Dalam Bingkai Laku Bakti

Dilihat

Dilihat : 3 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256
Lun Yu Pic

Oleh: Xie Zhen Ming谢峥明, April 2022.

Editor: Majaputera K / Tjia Wie Kiong 谢偉强

Dalam bahasa Mandarin dikenal sebuah istilah  说文解字Shuō wén jiě zì. Secara umum, tidak banyak orang yang tertarik untuk mempelajarinya, apalagi generasi muda seperti saya. Mungkin saja lebih baik menonton 0,1% world atau crush on you daripada pusing-pusing menguraikan sebuah karakter han zi. Sudah jelas kalau 男nan dalam bahasa Mandarin memiliki arti lelaki/pria untuk apa diuraikan dan dijelaskan lagi?!

Suatu ketika saat mengunjungi Engkong Haksu, kami berdiskusi kecil tentang pelajaran sekolah. Beliau bertanya apa arti agama kepada saya? Saya pun menjelaskan menurut guru-guru di sekolah, agama berasal dari bahasa Pali artinya tidak kacau (Catatan editor: Kata agama seringkali dimaknai dari kata agamma, akar katanya gamma yang dalam bahasa Pali berarti kasar, tidak tahu adat, dan rendahan/kacau sedangkan A adalah oposisinya yaitu tidak atau tanpa; padahal kata Agama sendiri [tanpa double ‘m’] dalam bahasa Pali maupun Sansekerta berarti pendekatan/kedatangan namun juga merujuk pada naskah/kitab suci, sebagai contoh lihat Tripitaka Taisho menggunakan kata Agama untuk menyebut naskahnya [Lihat DUBD, 2020]. Jadi kata agama sebenarnya lebih tepat dimaknai sebagai ‘Mendekati ajaran yang terdapat dalam naskah/kitab suci’).

Engkong tidak menyalahkan/membenarkan pendapat saya. Beliau melihat dari sisi lain, yang belakangan saya ketahui adalah 说文解字Shuō wén jiě zì (Ilmu hermeneutika perkataan, berasal dari kamus karakter mandarin era dinasti Han yang dibuat oleh 许慎 Xu Shen pada abad 2 Masehi. Pleco, 2021). Engkong menjelaskan, menurut teori shuo wen jie zi, agama berarti ajaran untuk berbakti. Kata 教 jiao yang berarti agama, merupakan penggabungan dari karakter 孝xiao bakti dan 文 wen ajaran.

Selanjutnya engkong mengutip ayat yang terdapat dalam kitab Lun Yu jilid II. 5

(1) 孟懿子问孝。子曰:“无违。(2) ”樊迟御,子告之曰:“孟孙问孝于我,我对曰‘无违’。” (3) 樊迟曰:“何谓也?”子曰:“生,事之以礼;死,葬之以礼,祭之以礼.

(1) Bing I-cu bertanya hal Laku Bakti. Nabi menjawab: “Jangan melanggar!”

(2) Ketika Huan Thi menyaisi kereta, Nabi memberitahu kepadanya: “Tadi Bing-sun bertanya hal Laku Bakti dan Kujawab ‘Jangan melanggar!”‘

(3) Huan Thi bertanya: “Apakah yang Guru maksudkan?” Nabi menjawab: “Pada

saat hidup, layanilah sesuai dengan Kesusilaan; ketika meninggal dunia, makamkanlah sesuai dengan Kesusilaan; dan, sembahyangilah sesuai dengan Kesusilaan.” (dalam Adegunawan, 2018: 99)

 

Berbakti kepada ke-2 orang tua adalah pekerjaan rumah yang tiada berujung bagi kita sebagai anak. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan, usia, kedewasaan seseorang lebih banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk ungkapan bakti kita kepada ke-2 orang tua. Ketika kecil cuma bisa membantu merapikan tempat tidur dan kamar sendiri, saat remaja bisa mendapatkan beasiswa meringankan beban ekonomi orang tua, setelah lulus kuliah dan mulai bekerja dapat memberikan pakaian untuk orang tua. Dalam sejarah Zhong Guo banyak sekali kisah-kisah tentang anak berbakti, beberapa murid nabi Kong Zi termasuk teladan yang baik untuk bakti, semisal: Zi Lu.

Setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Secara alamiah orang dari bayi akan tumbuh menjadi dewasa, tua, sampai akhirnya harus kembali ke haribaan Tian. Kewajiban kita sebagai anak ketika orang tua meninggal adalah menyempurnakan jasad beliau secara baik dan layak, tidak ingkar dari  礼kesusilaan. Ibu mengandung kita di dalam perut selama 9 bulan, sampai usia 3 tahun kita baru bertahap belajar untuk mandiri. Maka masa berkabung ditetapkan 3 tahun.

Setelah orang tua tiada, tugas kita menjalankan bakti masih belum selesai. Kita harus terus meneruskan cita-cita mulia orang tua yang belum terwujud. Kita harus terus mengenang ke-2 orang tua. Kebajikan dan perbuatan baik orang tua ibarat sebuah pohon rindang yang senantiasa mengayomi kita. Pada hari-hari peringatan, kita harus melakukan sembahyang untuk memperingatinya, mendoakan supaya arwah mereka mendapat tempat yang layak disisi Tian. Sembahyang yang diutamakan adalah: rasa hormat dan kesungguhan hati kita.

Sekarang adalah masa Qing Ming, orang keturunan Tionghoa pada umumnya dan umat Khonghucu khususnya akan mengadakan kegiatan berziarah ke makam orang tua/leluhur. Semoga bimbingan engkong haksu untuk saya juga bisa berguna bagi orang banyak, dapat memberikan pencerahan terhadap pendapat-pemahaman yang kurang tepat. Shanzai 善哉.

***

Daftar Pustaka

Adegunawan, Suyena. 2018. Kompilasi Si Shu Empat Kitab Klasik The Classic of Four Books. Bandung. Penerbit TSA.

Lions of Blue Sky. 2020. Digital Universal Buddhist Dictionary. Ver 3.0 For Android. Lions of Blue Sky.

Pleco. 2021. Pleco Dictionary. Ver. 3.2.84 For Android. Pleco Inc.

Butuh bantuan?