Membina Hati Merawat Watak Sejati

Home » Artikel » Membina Hati Merawat Watak Sejati

Dilihat

Dilihat : 78 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明 

Editor: Majaputera K / Xie Wei Qiang 谢偉强

修心养性 xiu xin yang xing, adalah salah satu peribahasa Mandarin yang sering kita dengar. Ada yang menterjemahkan xiu xin yang xing sebagai ‘Membina hati/pikiran merawat watak sejati’. Bisa dikatakan sebagai self cultivation (Kultivasi diri). Saya bukan sarjana sastra Mandarin, tidak akan memperdebatkan penerjemahan yang lebih tepat. Pertanyaan saya: Bagaimana kita menerapkan xiu xin yang xing dalam kehidupan sehari-hari? Saya akan mencoba untuk menjawabnya dengan sebuah cerita. Di kota saya hiduplah seorang dokter spesialis, kebetulan beliau adalah dokter keluarga kami. Dokter ini sangat berjiwa sosial, sebelum COVID-19 hanya memasang tarif 10.000 per pasien. Menjelang COVID-19 sampai sekarang naik menjadi 20.000. Maklum beliau sudah pensiun dari PNS dan tidak mendapatkan tunjangan tempat tinggal, harus kos di luar. Bagaimanapun tarif 20.000 jauh dibawah tarif normal.

Untuk berkonsultasi dengan beliau, pagi harus daftar terlebih dahulu. Sore hari kembali antri. Karena akrab dan dekat, saya sering “berdebat” dengan beliau. Dok, dulu terima pasien 35 orang, sekarang kok cuma 20. Dokter kan menolong banyak orang yang butuh pengobatan, tarif di bawah normal tapi profesional, bahasa kita banyak yang memperoleh kesembuhan. Beliau hanya tersenyum: ada peraturan tertulis tentang usia dan jumlah pasien yang boleh diperiksa. Beri kesempatan kepada yang lain untuk menolong sesama. Suatu ketika, saya datang terakhir. Dok masih kurang berapa pasien? Kamu yang terakhir, hari ini ada beberapa orang yang sudah daftar tapi tidak datang. Saya berkomentar: sudah daftar ga datang ya di black list saja dok. Ini kan sama halnya dengan menghalangi pasien lain yang butuh pertolongan?

Mestinya, daftar dan bayar dulu dok agar tidak merugikan. Beliau tersenyum dan berkata: ya tidak bisa begitu donk. Mereka yang daftar itu berarti butuh pertolongan, perlu diberikan pelayanan kesehatan. Ga bisa datang, mungkin sudah mereda /sembuh dari sakitnya. Bisa juga telah berobat ke dokter sub spesialis yang lebih ahli dibidangnya. Banyak orang datang berobat apalagi dengan keluhan sama datang berkali-kali, memang membuat dompet tebal tapi hati sedih… Dalam dunia bisnis ada juga kejadian: sudah beli dan memberikan down payment (DP, Tanda jadi, red) kemudian batal beli. Perilaku pembeli yang merasa pintar sudah deal harga di tempat kita masih juga membandingkan di tempat lain memang menjengkelkan.

Berdebat panjang lebar tentang uang down payment yang tidak bisa kembali, bukan solusi terbaik. Apalagi kita berbeda frekuensi dan level pemahaman dengan konsumen. Begitu kita emosi, peluang lain yang lebih menjanjikan akan lebih mudah lolos. Di lain pihak sikap konsumen yang demikian akan menumbuhkan rasa tidak yakin, kurang percaya, selalu was-was. Bukankah lebih baik hidup happy, butuh barang bisa langsung tersedia dan mampu beli, barang sesuai dengan kebutuhan? Untuk apa menghabiskan tenaga mencari yang termurah tapi dompet tidak mendukung?

修身踐言,謂之善行。行修言道,禮之質也。

xiū shēn jiàn yán, wèi zhī shàn xíng. Háng xiū yán dào, lǐ zhī zhì yě.

Membina diri dan menggenapi apa yang diucapkan itulah yang dinamai perilaku baik. Terbinanya perilaku dan kata-kata di dalam Jalan Suci itulah hakekat Kesusilaan. (Li Ji, Shang Qu Li, 5.11)

Semoga kita semua dapat terus membina diri dalam setiap perbuatan, ucapan, dan pikiran. Selamat beraktivitas, semoga bermanfaat.

 

Daftar Pustaka:

Adegunawan, Suyena (陳書源 Tan Su Njan). 2018. Kompilasi《礼记》- Liji – Catatan Kesusilaan. Bandung. TSA.

http://www.xuefo.net/nr/article16/157700.html. Diakses 20 Juli 2022.

Butuh bantuan?