Memelihara Hubungan Melalui Ajaran Khonghucu

Home » Artikel » Memelihara Hubungan Melalui Ajaran Khonghucu

Dilihat

Dilihat : 66 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 6
  • 63
  • 9,446

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明; Editor: Majaputera K / Sia Wie Kiong 谢偉强 

 

Pagi tadi, ada seseorang siswa yang merayakan ulang tahunnya di sekolah. Ia, membagikan sekotak nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya. Sekilas saya lihat isinya ada: tahu, tempe, perkedel, telur, sate. Sangat menggoda selera… Dalam hati ingin segera mencicipinya, akan tetapi teringat harus diet. Akhirnya saya memberikan jatah pribadi kepada salah seorang murid, katakanlah bernama si A. Ia memiliki seorang adik yang masih TK bernama si B. Setelah bel pelajaran usai, murid-murid pun segera pulang. Tampak kakak-adik si A dan B duduk di sebuah bangku taman, menikmati bersama nasi kuning tersebut.

Diam-diam saya mendekati dan mengamati mereka. Si adik memulai makan dengan mengigit sate kemudian telur, dalam sekejab lauk yang paling favorit itu habis, masih tersisa nasi yang banyak. Sedangkan kakak memilih untuk menghabiskan tahu tempe terlebih dahulu. Si adik merengek kepada kakaknya:”Ko, nasi ku tidak habis. Aku sudah kenyang. ” Si A  yang sudah paham sifat adiknya, segera berkata:”Ini masih ada telur dan sate, kamu mau yang mana? “” Mau semua, ko…Besok, kalau aku dapat kue, koko juga akan saya beri bagian.” Si A pun akhirnya hanya makan nasi kuning dengan tahu tempe perkedel.

Para pembaca yang terkasih, apa inspirasi yang didapat dari cerita di atas?

Dalam bahasa Mandarin ada sebuah han zi: 仁 ren. 仁 dalam bahasa Indonesia ada yang menterjemahkan sebagai perikemanusiaan, ada juga yang mengatakan sebagai peri cinta kasih. 仁 sebenarnya merupakan penggabungan dari 2 buah han zi, yaitu: 人 & 二, sehingga makna yang terkandung di dalamnya adalah mengenai hubungan antar manusia yang satu dengan yang lain.

Nah bagaimana agar sebuah hubungan/relasi yang baik itu dapat terjaga? Nabi Kong Zi dalam kitab Lun  Yu jilid VI. 22 mengatakan: “仁者先难而后获,可谓仁矣。(Seorang yang berperi Cinta Kasih rela menderita lebih dahulu dan membelakangkan keuntungan. Demikianlah orang yang berperi Cinta Kasih)”

Sebagian petikan dari ayat kitab Lun Yu ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Untuk dapat dikatakan sebagai orang yang berperikemanusiaan/berpericinta kasih kita semua harus berani untuk berkorban terlebih dahulu, baru dikemudian hari menikmati hasilnya. Bagaimana seseorang petani bisa memetik panen raya jika tidak menanam bibit dan bercocok tanam? Sebelum kita minta tolong, hendaknya terlebih dahulu mau menolong orang lain. Dengan terbiasa untuk berkorban dan suka menolong, lambat laun orang lain tanpa kita minta bantuan akan dengan senang hati datang untuk membantu.
  2. Harus berani menghadapi kesulitan. Sebuah proverb bahasa Inggris mengatakan: bitterness followed by happiness, Sebagian dari kita ingin serba cepat dan instant mendapatkan hasilnya. Teman saya ada yang malas untuk searching apalagi membaca jurnal ilmiah. Setiap kali ada yang sharing jurnal ilmiah dalam Whatsapp Group, dia selalu menanyakan inti atau hasil akhir jurnal tersebut. Membaca sendiri jurnal ilmiah secara utuh dengan menanyakan hasil akhirnya saja berbeda lho. Ketika membaca jurnal ilmiah sering kali akan kita temukan istilah-istilah baru yang mungkin asing. Dengan mencari tahu sendiri, otomatis pengetahuan kita semakin luas. Kesulitan itu harus kita hadapi, taklukkan bukan dihindari. (要迎难而上,不是知难而退)。​
  3. Kita harus menurunkan ego, mendahulukan orang lain. Kita semua tentu sangat suka dengan keuntungan, sampai ada yang memiliki prinsip harus bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak daripada orang lain. Pandangan demikian tidak bisa membuat relasi bertahan lama. Cepat atau lambat orang lain akan menjauhi kita. Ke depan kita akan sulit untuk menjadi lebih maju dan berkembang. Mari belajar untuk pura-pura tidak melihat ayam goreng yang tinggal sepotong dalam piring, lihatlah dan ambillah aneka sayuran yang masih banyak, biarlah orang lain menikmati ayam tersebut.

Belakangan terdapat peribahasa Mandarin yang berbunyi:先难后获 xiān nán hòu huò, sumbernya adalah ayat ini.

Selamat belajar, semoga bermanfaat

  • REDAKSI MENYEDIAKAN RUANG SPONSOR (IKLAN) Rp 500.000,- PER 1 BULAN TAYANG. MARI BERIKLAN UNTUK MENDUKUNG OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM
  • REDAKSI TURUT MEMBUKA BILA ADA PENULIS YANG BERKENAN BERKONTRIBUSI MENGIRIMKAN ARTIKEL BERTEMAKAN KEBIJAKSANAAN TIMUR (MINIMAL 800 KATA, SEMI ILMIAH)
  • SILAHKAN HUBUNGI: MAJA 089678975279 (Chief Editor)

 

Daftar Pustaka

Adegunawan, Suyena (陳書源 Tan Su Njan). 2018. Kompilasi 《四书》- Si Shu – Empat Kitab Klasik. Bandung. TSA.

Butuh bantuan?