Menebak Umur Wihara Tua Amurva Bhumi Karet yang Tengah Dilanda Sengketa

Home » Artikel » Menebak Umur Wihara Tua Amurva Bhumi Karet yang Tengah Dilanda Sengketa

Dilihat

Dilihat : 153 Kali

Pengunjung

  • 18
  • 16
  • 37
  • 33,034
01 Wihara Amurva Bhumi Picture1

Oleh: Majaputera Karniawan, M.Pd.

 

Wihara Amurva Bhumi terletak di Jl. Prof. Dr. Satrio No. 2, RT.4/RW.4, Karet Semanggi, Setia Budi, Kota Jakarta Selatan 12930. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah dijangkau bila kita berjalan-jalan dari arah Sudirman, Karet, Kuningan, dan sekitarnya. Wihara ini kembali naik pamornya di pemberitaan setelah bersengketa dengan PT. Danataru Jaya terkait jalan masuk menuju wihara tersebut.

Pasalnya wihara yang kini sudah berusia ratusan tahun tersebut, diakui tanah jalan termasuk kali yang membelah jalan tersebut adalah milik PT tersebut, kondisi kini kali sudah diturap serta di cor bagian atasnya dan bisa dilalui kendaraan. Pada masa dulu adanya kali tersebut (dan biasanya masih terbuka) karena memang ada pandangan konsep Hongsui di kalangan orang Tionghoa bahwa membangun kelenteng di dekat kali/sungai sangat bagus.

Atensi dari pihak pejabat publik pun cukup positif, salah satunya dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wamen ATR) Bapak Raja Juli Antoni yang menyatakan keprihatinannya akan kasus yang menimpa wihara bersejarah ini. “Saya turut prihatin dengan berita yang kita baca bahwa ada vihara dengan usia lebih dari seratus tahun, dan akses masuknya diambil oleh pihak lain” (19/Juni/2023). Beliau juga menjelaskan dirinya tidak anti terhadap bisnis dan investasi, namun aktivitas ekonomi yang dilakukan tidak boleh mengganggu rumah ibadah.

Terlepas dari adanya polemik tersebut, wihara yang kini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berusia ratusan tahun, sampai saat ini tidak diketahui pasti tanggal pendiriannya. Pengurus hanya menebak usianya sudah ratusan tahun, walau begitu ada dokumentasi yang menyebutkan usia wihara sudah sejak 1921 (Foto dokumentasi ulang tahun wihara ke 77 tahun pada 1998).

Namun apakah wihara tersebut memang berusia sejak tahun 1921? Kita perlu melakukan kroscek, setidaknya kami dari setangkaidupa.com sempat mengunjungi wihara ini dan mengumpulkan foto-foto artefak khas peranakan Tionghoa yang memiliki tarikh penanggalan dan tersimpan di dalam wihara ini, diantaranya:

 

Beragam Artefak Khas Peranakan dan Dokumentasi Bertarikh di Wihara Amurva Bhumi Karet

土地祠Tǔdì cí /Touw Tee Su/Rumah abu dewa bumi

(Pian Lian 匾连/Papan pujian)

民國壬午年 (1942)

龍顕宫lóng xiǎn gong/Liong Hian Kiong/Istana (Perwujudan) Naga

(Pian Lian 匾连/Papan pujian)

乙巳年 (1905)

大伯公dà bógōng/Toapekong (Panggilan kehormatan untuk dewa bumi Hok Tek Ceng Sin)

(Pian Lian 匾连/Papan pujian)

民國壬午年 (1942)

加烈廟觀音佛母jiā liè miào guānyīn fómu/ Karet Bio Kwan Im Hud Bo/ Dewi Kwan Im Bio Karet

(Hiolo 香炉/Tempat bakar hio)

公元一九八二年一月十七日 (17 Januari 1982)

加烈廟關聖帝君jiā liè miào guān shèngdì jūn/Karet Bio Kwan Seng Tee Kun/Dewa Kwan Kong Bio Karet

(Hiolo 香炉/Tempat bakar hio)

庚申年十二月廿三日 (23 Desember 1980)

加烈廟福德正神jiā liè miào fú dé zhèng shén/Karet Bio Hok Tek Ceng Sin/Dewa Hok Tek Ceng Sin Bio Karet

(Hiolo 香炉/Tempat bakar hio)

公曆一九六三年十一月立 (November 1963)

Plakat renovasi pemugaran ke 2

(Prasasti)

重建公元一九八四年十一月初一日 (1 November 1984)

Acara ulang tahun wihara 77 tahun (Foto tahun 1998)

1998-77 Tahun = 1921 M

 

Dari beragam artefak ini, bisa diduga bahwa wihara ini memulai kegiatan peribadatannya pada tahun 1905 Masehi. Pada masa itu masih dibawah kekuasaan Dutch Indiesche (Hindia Belanda) dan di Tiongkok sendiri masih berkuasa dinasti Qing era akhir Kaisar Guang Xu光緒. Artinya wihara ini merupakan saksi bisu perkembangan Tionghoa peranakan di tanah air, sekaligus saksi bisu perkembangan kota Jakarta khususnya di daerah sekitar Karet yang jika mengacu pada peta Batavia tahun 1914 (Batavia en omstreken) kawasan sekitar wihara ini masih berupa perkampungan dan sebagian kebun kelapa. Juga diketahui bahwa wihara ini memiliki banyak penyebutan nama, diantaranya:

  • Liong Hian Kiong 龍顕宫 (Istana [Perwujudan] Naga)
  • Wihara Amurva Bhumi
  • Bio Hok Tek Tjeng Sin 福德正神廟
  • Bio Karet 加烈廟
  • Thouw Tee Su土地祠 (rumah abu untuk Dewa Bumi)
  • Bio Toapekong Karet 加烈大伯公廟

 

Mengenai tokoh utama yang dipuja dalam Kelenteng ini adalah Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi) yang dalam kebudayaan agama tradisi Tionghoa adalah dewa yang melindungi dan memberkahi rezeki semua yang beraktivitas di Bumi, mengingat peta Batavia lampau kawasan ini masih berupa permukiman dan perkebunan kelapa, serta sawah (agak jauh di daerah Karet Sawah) maka sangat tepat bila Dewa Bumi dipuja karena beliau terkait dengan perkembangan palawija serta perdagangan (bisnis) di satu wilayah.

Sampai saat ini wihara juga masih aktif dengan aktivitas keagamaan. Melansir info dari laman Facebook Wihara ini. Beragam aktivitas kebaktian Muda-Mudi dan Umum dilaksanakan Setiap Hari Minggu, Jam 10.00 – selesai (WIB). Ada beberapa Kegiatan Muda-Mudi WAB Youth setiap tahunnya yaitu : Retret, Atthasila & Trisarana (setiap 1 tahun sekali dan biasanya diadakan pertengahan tahun atau pas pertengahan tahun liburan anak sekolah). Juga ada kegiatan olahraga seperti Badminton dan Futsal (diadakan tiap 1 bulan 2 kali ) serta Pingpong (Setiap Selasa, Kamis, Sabtu Jam 9 – selesai)

Wihara ini juga masih rutin melaksanakan tradisi Kebaktian Uposatha/upawasatha :

  • Malam CE IT/1 lunar dan CAP GO/15 lunar pada Jam 19.00 -Selesai (WIB)
  • CWE PWE/8 lunar dan JI SHA/23 lunar pada Jam 19.00 – Selesai (WIB)
  • Acara SEJIT (Dipimpin Oleh Suhu/Sangha pada Jam 19.00- Selesai (WIB)

Mari bersama kita kunjungi wihara ini agar semakin berkembang, segala dukungan terhadap pelestarian tempat ibadah bersejarah ini harus dilakukan, atau wihara ini dan berjuta kenangannya akan tenggelam begitu saja di tengah gemerlapnya kota Jakarta.

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Daftar Pustaka:

https://rajajuliantoni.com/tanah-vihara-amurva-bhumi-jadi-konflik-wamen-atr-bpn-tinjau-lapangan/

https://nusantara.rmol.id/read/2023/05/12/573862/nestapa-vihara-hok-tek-tjeng-sin-mencari-keadilan

https://www.liputan6.com/news/read/507282/kisah-istana-naga-vihara-amurva-bhumi

https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/815679?solr_nav%5Bid%5D=85f9cc7e145744531b3a&solr_nav%5Bpage%5D=0&solr_nav%5Boffset%5D=0

Facebook dan Instagram Wihara

Butuh bantuan?