MENGHADAPI KESOMBONGAN, KEINGINAN, CITA, DAN KESENANGAN DALAM FILSAFAT KONFUSIANISME

Home » Artikel » MENGHADAPI KESOMBONGAN, KEINGINAN, CITA, DAN KESENANGAN DALAM FILSAFAT KONFUSIANISME

Dilihat

Dilihat : 93 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 18
  • 41
  • 29,355
sombong

Oleh: Xie Zhen Ming 谢峥明

 

Di kota Malang, terdapat seorang a yi (Bibi/wanita yang sudah tua) yang sangat energik. Walaupun beliau telah dikaruniai cucu kemana-mana masih suka mengemudi sendiri. Bali adalah tempat liburan favorit beliau. A yi satu ini merupakan penggemar berat bapak presiden Jokowi & Mr Xi Jin Ping, selalu update berita. Hobi beliau adalah koleksi perangko & suka berbagi motivasi positif. Beberapa kali postingan beliau dalam WA grup menjadi inspirasi saya untuk menulis. Pagi ini a yi sharing sebuah renungan yang bertema: YANG DIBUTUHKAN SEDIKIT, YANG DIINGINKAN BANYAK. Berikut penggalan isi renungan tersebut… 

Anda punya banyak rumah, namun yang benar-benar Anda butuh cuma satu. Anda tidak mungkin tinggal di beberapa rumah dalam waktu yang sama. Anda mempunyai 10 kamar dalam rumah Anda yang besar, namun setiap malam yang Anda butuh cuma satu kamar. Anda tidak mungkin tidur dibeberapa kamar dalam waktu yang sama setiap malam. Anda punya banyak mobil, namun setiap bepergian Anda hanya bisa duduk di satu mobil. Anda tidak mungkin duduk di beberapa mobil dalam waktu yang sama. Anda punya banyak sepatu namun setiap kali Anda hanya bisa mengenakan sepasang sepatu. Anda tidak mungkin memakai 2 atau 3 sepatu sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Demikian juga waktu makan. Anda hanya butuh satu piring dengan sepasang sendok dan garpu. Anda hanya butuh satu jam tangan untuk melihat waktu. Setiap hari Anda hanya butuh satu dua stel pakaian. Demikian juga dengan hal lainnya. Yang Anda butuh tidak banyak, yang Anda inginkan banyak !Yang Anda butuh sedikit namun Anda bisa membuatnya menjadi banyak ! Karena Anda cuma ingin memilikinya…

Saya mengomentari kiriman beliau dengan menulis: 傲不可长,欲不可从,志不可满,乐不可极。(礼记·曲礼上)it’s time to study 礼记 Li Ji. Rupanya beliau sedang sibuk sehingga tidak dikomentari lebih lanjut. 

傲不可长,欲不可从,志不可满,乐不可极。

Kesombongan tidak boleh diperpanjang, keinginan tidak boleh diperturut. Cita/pikiran tidak boleh menjadi jenuh, kesenangan tidak boleh sampai puncak. 

(礼记·曲礼上 Li Ji IA Qu Li Adat Susila. Bagian 1.2 hal 1)

Mengapa rasa sombong itu tidak boleh diperpanjang? Begitu seseorang merasa sombong akan sulit untuk bersikap rendah hati & mau belajar, akan sulit untuk berkembang & menjadi lebih maju. Ketika kita sudah merasa bangga bisa berkomunikasi dengan native menggunakan bahasa campuran, dapat mengucapkan 早安晚安 (Zao An Wan An, Selamat pagi selamat malam), kemungkinan besar kemampuan second language akan mengalami stagnasi pada level itu-itu saja. Peribahasa mandarin mengatakan:满招损,谦受益 (Kesombongan bisa membawa kerugian, kerendahan hati membawa keuntungan).

Berbicara tentang keinginan yang tidak boleh diperturut, terdapat sebuah kisah menarik yang dapat kita jadikan sebagai bahan ilustrasi. Alkisah pada jaman Chun -Qiu, di kerajaan Wei hiduplah seorang raja yang bernama Wei Yi Gong卫懿公. Beliau sangat mengemari burung bangau. Seluruh tenaga, pemikiran, perhatian baginda Wei Yi Gong hanya tercerahkan untuk burung bangau. Sampai-sampai burung bangau di tempatkan dalam sangkar yang sangat mewah melebihi kereta untuk menteri kerajaan. Lambat laun perilaku tersebut memicu ketidakpuasan banyak pihak.  Pada tahun 659 SM, suku Beidi 北狄 menginvasi kerajaan Wei. Baginda Wei Yi Gong memerintahkan para prajurit untuk melawan. Sayangnya mereka semua menolak perintah tersebut. Mereka justru menyarankan burung bangau kesayangan baginda raja Wei Yi Gong yang maju berperang, selama ini telah banyak menikmati perlakuan khusus. Akhirnya, baginda Wei Yi Gong sendiri yang maju berperang, terbunuh dalam peperangan di daerah Ying Ze荥泽. 

Cita/pikiran tidak boleh jenuh.  Pada umumnya seiring dengan berjalannya waktu & pertambahan usia orang cenderung enggan untuk memacu diri menjadi lebih maju. Saya pernah membaca biografi singkat seorang dosen senior sastra mandarin. Beliau mulai belajar bahasa Mandarin itu pada usia sekitar kepala 4, sama sekali tidak memiliki basic second language. Dengan ketekunannya, beliau berhasil belajar bahasa Mandarin sampai jenjang doktoral. Banyak sekali karya tulis beliau tentang sastra mandarin. Hambatan, rintangan, kesulitan adalah sesuatu yang harus kita hadapi, kalahkan, dicarikan jalan penyelesaiannya. Ketika jalan kita dirintangi orang lain, bukan berarti harus merubah cita, masih banyak jalan lain yang terbuka. 

Senang, sedih, marah adalah bentuk emosi. Setiap orang tentu memiliki emosi, yang terpenting adalah bagaimana mengendalikannya. Pepatah mandarin mengatakan:乐极生悲  extreme joy begets sorrow, kegembiraan yang luar biasa melahirkan kesedihan. Kitab Li Ji mengajarkan kepada kita semua agar tidak mengumbar kesenangan secara berlebihan. Sebagian dari kita ada yang menyukai olahraga sepak bola, diantara sesama pecinta sepak bola tentu memiliki team favorite. Beberapa tahun yang lalu kesebelasan tempat saya tinggal berhasil menjadi juara Liga nasional. Para fans club terbuai dalam euforia, beberapa hari terus melakukan konvoi merayakan kemenangan, sangat mengganggu pengguna jalan lain yang juga hendak beraktivitas. Akhirnya, aparat yang berwenang memberikan tindakan tegas berupa tilang bagi para fans club yang masih melakukan konvoi. Alih-alih hendak bergembira, menjadi cemberut karena terkena denda tilang lalu lintas. 

Selamat belajar, semoga bermanfaat. 加油!

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA)

 

Daftar Pustaka:

Adegunawan, Suyena. 2018. Kompilasi 《四书》– Si Shu – Empat Kitab Klasik. Bandung. TSA.

Adegunawan, Suyena. 2018. Kompilasi《礼记》– Liji – Catatan Kesusilaan. Bandung. TSA.

 

Butuh bantuan?