MERIAHNYA CAP GO MEH 十五冥

Home » Artikel » MERIAHNYA CAP GO MEH 十五冥

Dilihat

Dilihat : 217 Kali

Pengunjung

  • 16
  • 17
  • 51
  • 30,757
foto meriahnya cap go meh

Oleh: Majaputera Karniawan (Sia Wie Kiong 謝偉强)

Cap Go Meh 十五secara harfiah berarti malam ke-15, adalah akhir daripada rangkaian perayaan tahun baru imlek yang dirayakan setiap tahun.  Perayaan Cap Go Meh, lazimnya dilakukan di malam hari. Namun pada masa sekarang, perayaan sudah dilakukan sejak pagi hari bahkan sejak fajar menyingsing.

Pada hari Cap Go Meh pelaksanaan ritual biasanya diawali dengan sembahyang bersama, baik sembahyang biasa maupun sembahyang dengan cara ritual keagamaan seperti liam keng. Setelahnya biasanya diadakan arak-arakan gotong toapekong dengan tandu-tandu joli (Kio). Pada perayaan gotong toapekong, biasanya beberapa rupang toapekong diarak dengan joli-joli berbeda. Setidaknya di tengah kemeriahan Cap Go Meh, kita bisa menemukan beberapa ritual dan hidangan khas yang ada pada momen spesial ini:

A. Ritual gotong Toapekong keluar kuil/Jut Bio 出廟

Ritual ini dilakukan dengan tujuan mencuci jalan, dalam hal ini masyarakat tionghoa pada umumnya memiliki setidaknya 3 hal yang mendasari ritual ini:

  1. Selama satu tahun berjalan, jalan dan permukiman bisa saja menjadi kotor karena banyaknya Sha Qi  杀气 (Energi pembunuh). Hal ini bisa berasal dari berbagai aktivitas yang terjadi di jalan. Dengan diadakan ritual gotong toapekong, diharapkan bisa mencuci jalan daripada energi-energi yang kurang baik tersebut.
  2. Sebagai sarana inspeksi (merondai lingkungan, Xun Jing 巡境), selama tahun berjalan sebuah wilayah perlu diperiksa oleh para dewata, karena masyarakat tradisional mempercayai bahwa pemerintahan di alam dewa juga eksis dan mempengaruhi keadaan di alam manusia. Rupang para toapekong diarak sebagaimana tujuan ini guna mengharapkan segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya.
  3. Sebagai sarana pengharapan, misalnya selama tahun berjalan terjadi wabah penyakit, atau kekeringan di suatu daerah, maka momen arak-arakan toapekong Cap Go Meh juga bisa dimanfaatkan untuk memohon kepada para Toapekong guna hal yang diharapkan tersebut.

Pelaksanaanya dilakukan dengan menempatkan rupang dewa-dewi ke dalam tandu joli (Kio) dan kemudian diarak bersama-sama masyarakat mengitari sebuah kawasan. Setelah selesai, maka rupang dewa-dewi akan dimasukkan kembali ke dalam kelenteng. Dalam proses arak-arakan bisa saja rupang dewa dewi tersebut disinggahkan ke suatu tempat (misalnya kelenteng lain atau kelenteng induk yang ada di kawasan tersebut) sebelum pada akhirnya masuk kembali ke kelenteng asal.

B. Ritual Tatung Cuci Jalan

Ritual ini bertujuan serupa dengan ritual gotong toapekong, hanya saja kehadirat rupang toapekong digantikan dengan parade dan aksi para tatung. Tatung/Kitong/Tangsin adalah istilah bagi orang yang raganya dipinjam oleh para dewa/dewi untuk menolong manusia mengatasi berbagai permasalahan kehidupan. Biasanya dalam pelaksanaan ritual ini, para tatung juga akan melakukan atraksi 5 senjata militer/pusaka militer (Wu Bao 五宝) seperti pedang bintang tujuh (lambang tangsi timur), gada tembaga (tangsi barat), bola paku (tangsi tengah), pedang hiu (tangsi selatan), dan kapak bulan sabit (tangsi utara). 

Ada juga diantara para kitong yang beratraksi menggunakan atribut seperti Qiam (Jarum), tombak, golok, leng ki (bendera perintah), huat so (cambuk cemeti), dan sebagainya dengan tujuan agar menggerakan tentara dari tangsi para dewa untuk membersihkan satu wilayah. Sayangnya esensi ritual ini yang pada mulanya untuk cuci jalan dan memerintahkan tangsi militer para dewa, menjadi mulai bergeser ke arah menunjukan kekuatan dan atraksi semata. Padahal ada makna luhur berupa mengirim perintah untuk menjaga satu daerah tetap aman (He gang ping an合港平安) dan bebas daripada masalah selama tahun berjalan.

C. Atraksi Liong dan Barongsay

Barongsay dan Liong adalah dua atraksi yang tidak akan dilewatkan dan selalu ada setiap Cap Go Meh. Kata Barong dalam bahasa indonesia berarti tarian yang mengenakan topeng, sementara kata Say adalah bahasa hokkian dari Shi狮 yang berarti Singa, jadi dapat disimpulkan bahwa Barongsay dapat diartikan sebagai tarian singa, dalam bahasa mandarin juga disebut sebagai Wu Shi 舞狮. 

Sedangkan Liong (Long龙) adalah replika naga yang dibawa serangkaian pemain tari, baik liong ataupun barongsay ditarikan dengan mengikuti alunan tambur dan gong (Lo Ku/Luogu 锣鼓) dan Cem Cha (Ceng-Ceng, simbal kuningan) yang dimainkan satu grup barongsay. Esensi dari tarian ini masih dalam rangka menghilangkan Sha Qi, karena diyakini barongsai dan liong adalah perwujudan mahluk suci yang bisa mengatasi berbagai energi buruk di satu daerah. Dewasa ini pertunjukan barongsay sangat meriah dirayakan di tengah perayaan Cap Go Meh.

D. Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh adalah variasi makanan peranakan Tionghoa di Indonesia, khususnya makanan di pulau Jawa. Hidangan ini terdiri dari Lontong yang disajikan dengan ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur rebus, suwiran daging sapi, bubuk koya, cabai dan kerupuk. 

Hidangan ini diyakini berasal dari asimilasi budaya Tionghoa dengan budaya masyarakat lokal. Lontong Cap Go Meh biasanya disantap keluarga Tionghoa Indonesia pada saat perayaan Cap Go Meh, yaitu empat belas hari setelah imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan 1 penanggalan imlek. Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika Cap Go Meh. Lontong ini sangat enak bila disantap sewaktu dalam keadaan hangat-hangat.

E. Kue Keranjang Goreng

Kue keranjang atau dodol imlek (Nian Gao 年糕) adalah hidangan wajib yang harus ada ketika imlek. Hanya saja biasanya pada momen Cap Go Meh, kue keranjang akan digoreng dengan adonan tepung dan disajikan selagi hangat bersama-sama para sahabat dan handai taulan. Kue yang sudah berada di altar setidaknya setengah bulan tersebut akan diangkat dan dimasak, dijadikan hidangan untuk makan bersama sebagai lambang berkah.

Citarasa dodol yang manis akan meleleh di mulut, karena terjadi proses pemanasan. Bersama itu berpadu dengan garing-gurihnya adonan tepung membuat sensasi kue keranjang goreng ini sangat nikmat sekali dinikmati. Hidangan yang mungkin hanya dirasakan setahun sekali ini memang cocok dinikmati sewaktu kumpul-kumpul Cap Go Meh.

Saat ini perayaan Cap Go Meh tidak hanya dirayakan orang Tionghoa tetapi juga orang-orang dari berbagai etnis dan kalangan turut memeriahkan kegiatan Cap Go Meh. Hal ini juga menyebabkan perayaan Cap Go Meh dapat dijadikan festival rutin tahunan di berbagai daerah dan menjadi salah satu daya tarik wisata di Indonesia.

  • REDAKSI MENYEDIAKAN RUANG SPONSOR (IKLAN) Rp 500.000,- PER 1 BULAN TAYANG. MARI BERIKLAN UNTUK MENDUKUNG OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM
  • REDAKSI TURUT MEMBUKA BILA ADA PENULIS YANG BERKENAN BERKONTRIBUSI MENGIRIMKAN ARTIKEL BERTEMAKAN KEBIJAKSANAAN TIMUR (MINIMAL 800 KATA, SEMI ILMIAH)
  • SILAHKAN HUBUNGI: MAJA 089678975279 (Chief Editor)

Daftar Pustaka

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/barong. Diakses 19 Januari 2023.

https://id.wikipedia.org/wiki/Barongsai. Diakses 19 Januari 2023.

https://id.wikipedia.org/wiki/Xun_Jing. Diakses 19 Januari 2023.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kue_keranjang. Diakses 19 Januari 2023.

https://id.wikipedia.org/wiki/Lontong_cap_go_meh. Diakses 19 Januari 2023.

Berbagai pengetahuan pribadi penulis.

Butuh bantuan?