Nostalgia Warisan Hindia Belanda: Belajar Cara Baca Navigasi Patok Kilometer (Paal/Pal/牌/Mylespaal/Mylpaal/Milespal)

Home » Artikel » Nostalgia Warisan Hindia Belanda: Belajar Cara Baca Navigasi Patok Kilometer (Paal/Pal/牌/Mylespaal/Mylpaal/Milespal)

Dilihat

Dilihat : 9 Kali

Pengunjung

  • 1
  • 120
  • 571
  • 278,647
140282860_3905452299514406_4453955686325917823_n

Foto: Orang Belanda di Sebelah Paal/Patok Kilometer (Dok FB Post Yoyok VII)

 

Nostalgia Warisan Hindia Belanda: Belajar Cara Baca Navigasi Patok Kilometer
(Paal/Pal/牌/Mylespaal/Mylpaal/Milespal)

Oleh: Dr. Majaputera Karniawan, M.Pd.

Tulisan ini ditulis MANUAL. NO AI AI CLUB.

*****

Pal dalam KBBI dimaknai tonggak batu sebagai tanda jarak, antara satu tonggak dan tonggak yang lain berjarak 1,5 km. Dalam transliterasinya, masyarakat nusantara era Hindia belanda menyebutnya Paal (Bahasa Belanda) atau Pai牌dalam aksara Tionghoa.

 

Awal mula patok-patok ini diyakini berasal dari zaman Gubernur Jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels (1808–1811) memerintahkan pembangunan jalan raya Post (Bahasa Belanda: De Grote Postweg) dari Ujung Barat (Anyer) sampai Ujung Timur (Panarukan) yang jaraknya mencapai 600 paal (Hampir 1.000 kilometer). Direncanakan jalan ini mencapai lebar dua roede/ruthe (1 roede = 3,767358 meter ) atau jika medan memungkinkan lebarnya 7,5 meter. Setiap 400 roede (1506,9432 meter) harus dibuat satu tonggak/tugu patok (paal). Ukuran tersebut kemudian dikenal sebagai 1 paal.

 

Setiap jarak 1 pal harus didirikan tonggak untuk jadi tanda jarak dan juga tanda kewajiban bagi distrik (kawedanaan) berikut para penduduknya untuk memeliharan jalan tersebut. Jalan-jalan yang sudah selesai diberi tanda dengan ukuran paal tersebut. Kemudian hari, di daerah-daerah yang dilewati jalan raya Post (jalur pantura saat ini) kebanyakan namanya berawalan Pal seperti Pal Batu, Pal Merah, Pal Meriam, Pal Sigunung. Hingga akhirnya pendirian paal menjadi sebuah “standart ” baru untuk jalan–jalan atau daerah lain pada masa kolonial.

 

Diambil dari bukunya Schulze (1890: 72-73) dalam sistem satuan era Hindia Belanda:

  • ·         1 Paal = 1506,9432 Meter (Dibulatkan menjadi 1.5 KM)
  • 1 Myl = 1000 Meter / 1 Kilometer


Foto: Nederlandse troepen op weg naar Soekarno. Archieffoto van 15 december 1948 (Dok: ANP)

 

Dikemudian hari, ukuran jarak internasional pun lebih akrab menggunakan satuan Kilometer, sehingga penggunaan satu Paal dikonversi menjadi satu Mylpaal (Patok/tugu kilometer). Kemudian Paal ini menjadi akrab dengan penanda lokasi atau jalan, sehingga seringkali dipakai bahkan waktu Agresi Militer Belanda 1 dan 2 (1947-1949) untuk keperluan penanda batas wilayah perang. Inilah alasannya hingga hari ini masih dipergunakan istilah “Patok Kilometer” oleh dinas Binamarga dan Pekerjaan Umum (PU) di berbagai jalan berbagai daerah di Indonesia (Kecuali Jakarta, saat ini sudah tidak ada patok kilometer jalan sama sekali).  

 

Navigasi menggunakan Milespal/Patok Kilometer ini diperlukan untuk survival mode, anggaplah ketika suatu saat GPS anda mati, lalu tanpa GPS bagaimana anda tahu berapa jauh lagi jalan yang akan ditempuh? Nah inilah alasannya kalian perlu mengetahui makna setiap patok kilometer. Ada beberapa jenis patok yang saya temui di Jabodetabek, di antaranya:

A. Patok KM ruas jalan nasional/arteri nasional lama. Coraknya merah putih hitam. Arah baca berdasarkan sudut pandang pengemudi. Contoh pada slide 2 patok Titik 0 KM mauk Kab. Tangerang, posisinya Teluknaga (TLN) 20KM lagi ke sebelah kanan =>, Jakarta (JKT) 53KM dari patok ini, dan Mauk (MUK) 0KM lagi ke sebelah kiri <=

 

B. Patok KM ruas jalan nasional/arteri nasional baru. Coraknya kuning merah putih hitam. Arah baca berdasarkan sudut pandang pengemudi. Contoh pada slide 4 patok di Jl. Raya Transyogi Cibubur, posisinya Cianjur (CJR) 43KM lagi ke sebelah kanan =>, Jakarta (JKT) 41KM dari patok ini, dan Bogor (BGR) 17KM lagi ke sebelah kiri <=

 

C. Patok KM ruas jalan provinsi. Coraknya Hijau kuning putih hitam. Arah baca berdasarkan sudut pandang pengemudi. Contoh pada slide 6 patok Titik 0 KM Jonggol Kab. Bogor, posisinya Cileungsi (CLS) 14KM lagi ke sebelah kanan =>, Jakarta (JKT) 67KM dari patok ini, dan Jonggol (JGL) 0KM lagi ke sebelah kiri <=

 

D. Patok KM ruas jalan kabupaten/kota lama. Coraknya Coklat bata–putih/Hitam–putih. Nama ruas jalan dengan kode ruas atau tanpa kode ruas. Arah baca berdasarkan sudut hadap patok (seperti foto Slide 9 patok KM6 ruas 823 Kedep-Cikuda, Kab Bogor. Arah Kedep (KDP) 6KM sebelah kiri <= Cikuda (CKD) 0KM sebelah kanan =>) atau Tanpa penunjuk arah jalan (seperti foto Slide 8 Patok KM.3 Jl Raya Salimah: Tenjo-Cilangkap, Kab. Bogor).

 

E. Patok KM ruas jalan kabupaten/kota baru. Coraknya putih orange tulisan hitam. Arah baca berdasarkan sudut pandang pengemudi. Sebagai contoh foto Slide 11 patok 4KM ruas jalan 621 (Cilaku-Babakan, Kab. Bogor). Arah Cilaku (CLK) 4KM sebelah kanan => dan Babakan (BBK) 0KM sebelah kiri <=.

 

Ukuran Pal/patok kilometer sendiri beragam, umumnya ada 2 ukuran yang berlaku di Indonesia: (1) Tinggi 150 CM dengan bagian tertanam 50 CM dan (2) Tinggi 75CM dengan bagian tertanam 30 CM, patok kilometer biasanya dengan bahan dasar beton K-125. Beberapa Pal/Patok kilometer sudah hancur lebur, kini digantikan patok Rumija (ruang milik jalan) biasa bertuliskan RMJ/RUMIJA atau patok Leger Jalan/LJ. Semoga kelak pemerintah lebih senang pakai patok kilometer daripada patok rumija buat batas jalan. Seengaknya patok ini bermanfaat bila listrik/gps mati.

 

ANGKATAN JADUL PASTI TAU SKILL GINIAN, ANGKATAN MUDA BELAJAR JUGA YAH Description: 🫵Description: 🤣

 

Daftar Pustaka

error: Content is protected !!
Butuh bantuan?