Pendidikan dan Kemerdekaan

Home » Artikel » Pendidikan dan Kemerdekaan

Dilihat

Dilihat : 7 Kali

Pengunjung

  • 1
  • 24
  • 41
  • 29,361
soekarno-mengajar.jpg

Oleh: Jo Priastana

 

“Memajukan dan menjaga diri, memelihara dan menjaga bangsa,

memelihara dan menjaga dunia” (Ki Hajar Dewantara)

 

Diantara Bapak Bangsa yang begitu menekankan pentingnya pendidikan bagi Kemerdekaan Indonesia adalah Mohammad Hata (1902-1980). Semasih dalam perjuangan kemerdekan Indonesia, sewaktu di negeri Belanda (1921-1932), beliau mendirikan Perhimpunan Indonesia yang memperlihatkan keaktifannya dalam dunia politik disamping studi. Bung Hatta aktif menjadi pimpinan di organisasi Perhimpunan Indonesia (Indische Vereeninging) yang menjadi organisasi politik pada tahun 1926, dan setelah keluar dari PI, Hatta membuat gerakan tandingan yang disebut Gerakan Merdeka.

Gerakan politik yang didirikan pada tahun 1931 ini kemudian bernama Pendidikan Nasional Indonesia yang kelak disebut PNI Baru. Melalui PNI baru ini jelas perjuangan Hatta untuk Indonesia Merdeka, bahwa untuk memerdekakan bangsanya, ia mementingkan pendidikan terlebih dahulu. Hatta berharap bangsa Indonesia telah terdidik ketika Indonesia merdeka. Hatta sangat mementingkan pendidikan untuk memasuki atmosfer Kemerdekaan Indonesia. (Wikipedia, 17/3/22/11.33).

Bung Karno lebih mementingkan merdeka terlebih dahulu. Kemerdekaaan adalah jembatan emas dimana di seberang kemerdekaan itu kita baru bisa membangun Indonesia termasuk dalam bidang pendidikan. Hatta mempersiapkan infrastruktur bagi kemerdekaan Indonesia, lebih mementingkan peningkatan sumber daya manusia Indonesia terlebih dahulu. Bagaimanapun berbedanya kedua Bapak Bangsa Indonesia ini, yang jelas kemerdekaan dan pendidikan saling memerlukan satu sama lain, karena pendidikan yang merupakan dalam rangka memerdekakan manusia akan juga penting untuk kemerdekaan, menjadi bangsa yang merdeka.

 

Kurikulum Merdeka

Baik kita simak pula bagaimana pendidikan masa sekarang. Pendidikan menurut UU Sisdiknas Nasional (UU Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Jelas bahwa pendidikan akan memerdekakan anak didik karena dapat mengembangkan potensi dirinya yang sangat diperlukan bagi dirinya, bangsa dan negara. Belum lama ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga meluncurkan Kurikulum Prototipe sebagai Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Belajar. Peluncurannya pada 11 Februari 2022 dalam Agenda Merdeka Belajar Episode 15 itu dilakukan setelah melalui serangkaian kegiatan uji publik dan sosialisasi.

Terdapat tiga keunggulan yang dijanjikan dalam Kurikulum Merdeka. Pertama, fokus pada materi esensial agar ada pendalaman dan pengembangan kompetensi yang lebih bermakna dan menyenangkan. Kedua, kemerdekaan guru mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan pelajar serta wewenang sekolah dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum. Ketiga, pembelajaran melalui kegiatan proyek untuk pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila melalui eksplorasi isu-isu aktual.

Bersamaan dengan peluncuran Kurikulum Merdeka, Mendikbudristek juga meluncurkan platform Merdeka Mengajar. Inovasi ini perlu diapresiasi karena akan menjadi sarana pendukung guru dalam pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum Merdeka dan juga wahana guru saling berbagi dan belajar. Akselerasi para guru selama masa pembelajaran jarak jauh perlu dilanjutkan dengan perluasan eksplorasi guru menembus batas kelas, sekolah, daerah, dan negara.

 

Pendidikan Memerdekakan Manusia 

Peluncuran kurikulum merdeka belajar ini sejalan dan diharapkan dapat mengisi dengan apa yang menjadi cita-cita pendidikan dari tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Bagi bapak pendidikan nasional ini, tujuan Pendidikan adalah memerdekakan manusia. Manusia Merdeka, selamat raganya sehat jiwanya. Selamat dan bahagia, survive dan happy, karena kita semua mencari keselamatan dan kebahagiaan dan pendidikan memerdekakan manusia menghasilkan manusia yang selamat dan bahagia.

Pendidikan yang memerdekakan mencakup filosofi Tri Rahayu: Memajukan dan menjaga diri, memelihara dan menjaga bangsa, memelihara dan menjaga dunia. Semua itu terhubung dan semuanya berkontribusi pada kepentingan yang lebih besar. Everything is connected. Semua itu terhubung dan dimulai dari kita masing-masing. Memerdekakan satu orang adalah langkah awal memerdekakan satu keluarga. Memerdekakan satu keluarga merupakan langkah awal memerdekakan daerah. Memerdekakan daerah adalah langkah awal memerdekakan bangsa.

Semakin banyak orang yang terpapar akan kebaikan yang kita ajarkan, semakin baik bangsa ini. Semakin baik bangsa ini, semakin nyaman kita semua bisa tinggal di dalamnya. Ini bukan jaman zero zum game dimana seseorang bisa untung, orang lain harus rugi. Ini adalah zaman dimana kita bisa bahagia bersama orang lain tanpa harus mengorbankan orang lain. Dimulai dari mengembangkan diri masing-masing. Jadilah orang merdeka dan ajarkan ke orang lain sekitar kalian.

Pendidikan yang memerdekakan juga memperhatikan Trikon, yaitu:  Kontinyu, Konvergen, dan Kosentris. Kontinyu artinya berkelanjutan, apa yang dicapai hari ini adalah hasil dari masa lalu, hari ini akan menjadi masa lalu. Belajar itu terus menerus sepanjang hidup, selalu ada cara lain untuk lebih baik dari hari ini.

Konvergen artinya ilmu itu harus dari berbagai sumber. Ambil ilmu dari luar zona nyaman karena kalau dari situ aja jadinya stagnan, tambah terus pengetahuan kalian. Konsentris, yaitu boleh belajar dari luar tapi jangan lupa disesuaikan dengan identitas dan konteks yang ada di hidup kita masing-masing. (Rizky, Youtube satupersen Indonesia Life School, 4322). (JP) ***

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

sumber gambar: https://www.berdikarionline.com/pendidikan-sebagai-wujud-kemerdekaan/

Butuh bantuan?