Pengembaraan Arca Prajnaparamita

Home » Artikel » Pengembaraan Arca Prajnaparamita

Dilihat

Dilihat : 46 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 3
  • 38
  • 33,967
Pic Jan 2024

Oleh: Jo Priastana

 

“Kebijaksanaan tidak pernah Berbohong”

(Homerus, Penyair dari Yunani, 850-750 SM)

 

Nusantara raya kaya dengan peninggalan budaya masa lalu. Berbagai peninggalan yang menunjukkan tingginya budaya bangsa berserakan di segenap pulau-pulau Nusantara. Peninggalan budaya itu diantaranya berupa candi-candi dan benda-benda budaya keagamaan lainnya yang terhampar di pulau Jawa, Sumatera dan lain-lainnya.

Selain di Jawa Tengah yang terkenal menyimpan budaya legendaris Candi Borobudur, peninggalan budaya sejenis juga terdapat di Jawa Barat maupun Jawa Timur. Di Jawa Timur, misalnya semasa zaman Kerajaan Singasari (abad 12-13 Masehi) banyak meninggalkan karya-karya budaya religius yang sangat tinggi nilai seninya.

Di samping seni perunggu dan seni pembuatan perhiasan dari emas dan perak, candi-candi dan arca-arca, di tanah di belahan timur Pulau Jawa ini juga diketemukan peninggalan budaya yang terbuat dari batu yang menunjukkan mutu dan selera seni yang sangat tinggi dan halus. Arca Prajnaparamita diantaranya, merupakan karya seni budaya yang memiliki nilai estetis yang sangat tinggi sehingga digemari banyak kalangan sampai harus pergi mengembara.

 

Kesejukan dan Kedamaian

Arca Prajnaparamita merupakan permata dharma, sebuah karya budaya religius yang sangat berharga dan bernilai tinggi. Arca Prajnaparamita adalah permata Dharma peninggalan budaya kerajaan Singasari yang mengandung makna Dharma dan yang menunjukkan adanya kejayaan Dharma di Jawa Timur dan bukti suburnya Buddhadharma Tantrayana pada masa lalu di Tanah Air.

Sebagai permata Dharma peninggalan budaya masa lalu, Arca Prajnaparamita dapat kita temukan di Museum Nasional atau yang dikenal Museum Gajah Jakarta. Arca Prajnapramita ini terbuat dari batu dan terkenal kehalusan dan keindahannya. Sebelum tersimpan di Museum Nasional Jakarta, Arca Prajnaparamita yang diketemukan di daerah Blitar-Malang, Jawa Timur ini juga pernah mengembara sampai ke negeri Belanda.

Sesuai namanya Prajnaparamita, arca ini memancarkan kesejukan dan kedamaian mengenai kesempurnaan dan kebijaksanaan. Arca Prajnaparamita ini mengekspresikan ajaran Dharma dengan begitu indah. Dengan memandangnya, maka yang tertinggal di hati kita hanyalah kesejukan dan kedamaian.

Arca Prajnaparamita yang ditemukan di Singasari ini disebut-sebut juga salah satu arca Buddhis yang terindah. Tidak hanya wajah arca yang begitu cantik dengan ekspresi yang tenang dan tawakal, namun seluruh penampilan arca tersebut mengagumkan dan menyejukkan bagi yang berlama-lama memandangnya.

Begitu luar biasanya daya pukau dan pesona arca ini bagi batin orang yang memandangnya, sampai-sampai pemerintahan Belanda dulu membawanya ke Leiden dan menyimpannya di museum di Belanda sana sebagai benda yang sangat bernilai. Namun pada tahun 1978, arca milik bangsa Indonesia ini dikembalikan kembali ke bumi Nusantara dan kini bersemayan di Museum Nasional, Jakarta.

Banyak ahli sejarah memperkirakan bahwa arca yang indah tersebut adalah “arca pemakaman” Ken Dedes. Ken Dedes adalah seorang wanita istimewa yang terkenal kecantikannya dan merupakan keturunan dari raja-raja Wangsa Rajasa. Namun ada pula yang memperkirakan bahwa arca tersebut adalah “arca pemakaman” puteri Gayatri puteri bungsu Kertanegara yang terkenal pula kecantikannya, istri dari Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit.

 

Kesempurnaan Kebijaksanaan  

Siapakah Prajnaparamita yang dipandang sebagai dewi itu? Prajnaparamita yang merupakan satu dari enam paramita cita-cita Bodhisattva yang terdapat dalam ajaran Mahayana dan juga bagian dari ajaran Buddhisme aliran Tantra. Prajnaparamita yang berarti ajaran mengenai kebijaksanaan kesempurnaan.

Prajna adalah kebijaksanaan. Kata Prajnaparamita berarti Kesempurnaan Kebijaksanaan. Semasa kerajaan Singasari, agama Buddha aliran Tantra berkembang sangat pesat, sehingga karya-karya budaya keagamaannya juga sebagai perwujudan dari aliran Buddhisme Tantra ini.

Prajnaparamita mencerminkan ajaran Tantra di Nusantara. Ajaran ini menekankan peranan psiko-fisis. Ajaran yang menjelaskan penggunaan teknik-teknik (yoga) dengan mantra-mantranya yang terdapat di dalam Prajnaparamita Sutra sebagai sarana penting yang membantu perjalanan spiritual para sadhaka.

Sebegitu pentingnya makna Prajnaparamita sampai-sampai sebagian penganut-penganut Tantra memuja dan menjadikannya sebagai seorang pribadi yang berwujud seorang Dewi. Dewi sempurna dalam kebijaksanaan. Kesempurnaan kebijaksanaan atau Prajnaparamita menjadi aspirasi umat Buddha untuk merealisasikannya dalam kehidupannya saat ini.

Karenanya tidak heran bila orang terhanyut di dalam kesejukan dan kedamaian dengan memandang ekspresi dari Arca Prajnaparamita. Prajnaparamita merupakan simbol kesempurnaan kebijaksanaan yang terwujud melalui keindahan pribadi seorang perempuan. Keindahan yang tercermin dalam bentuk arca yang menrupakan ekspresi dari hati yang penuh kasih dan bijaksana.

 

Kembali dari Pengembaraan

Pada pameran “Repatriasi: Kembalinya Saksi Bisu Peradaban Nusantara”, yang digelar di Galeri Nasional Indonesia pada 28/10/23 hingga 10/12/23), Arca Prajnaramita diletakkan di ruang depan Galeri. Arca ini banyak menarik perhatian pengunjung. Arca Dewi Kebijaksanaan tersebut ikut dipamerkan bersama dengan empat arca peninggalan dari Kerajaan Singasari lainnya. Empat arca ini baru kembali dari pengembaraannya pada Agustus 2023. (Kompas, 2/12/23).

Arca Prajnaparamita sangat menari perhatian pengunjung. Arca yang merupakan peninggalan abad ke-13 dari Kerajaan Singasari ini menggambarkan sosok dewi kebijaksanaan yang duduk di atas lapik padma atau teratai. Kedua tangannya diletakkan di depan dada dalam sikap dharmacakra yang melambangkan ajaran kebenaran.

Arca Prajnaparamita itu dikeluarkan dari Museum Nasional Jakarta untuk mendampingi Empat Arca lainnya yang baru dikembalikan dari negeri Belanda. Arca Prajnaparamita sendiri telah kembali di tahun 1978. Arca Prajnaparamita ditemukan pada 800-an awal bersama-sama arca-arca lainnya di sekitar Candi Singasari, Jawa Timur. Setelah di bawa ke Belanda pada 1820, arca bercorak Buddha tersebut dikembaliklan ke Tanah Air pada 1978.

Di ruangan Galeri Nasional itu juga dipamerkan empat arca peninggalan Kerajaan Singasari lainnya, yaitu Durga Mahisasura Mardini, Mahakala, Nandiswara, dan Ganesha. Berbeda dengan Arca Prajnaparamita yang dikembalikan pada tahun 1978 kemudian disimpan di Museum Nasional Jakarta, keempat arca ini baru dipulangkan ke Tanah Air pada Agustus 2023 lalu.

Sudah lebih dari dua abad empat arca tersebut berada di negara Kincir Angin, Belanda. Pada masa kolonial, Belanda banyak mengumpulkan benda-benda bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia. Modusnya beragam, mulai dari perampasan, penelitian, hingga koleksi pribadi.

Pada pameran yang menampilkan Arca Prajnaparamita dan keempat arca lainnya dari Kerajaan Singasari itu juga dipamerkan ratusan benda bersejarah lainnya hasil repatriasi. Bentuknya pun beraneka rupa, di antaranya senjata, benda pusaka dan perhiasan.

Sejarah nusantara memang kaya akan benda bersejarah dan banyak diantaranya telah mengembara dari tanah air ke berbagai negara seperti ke negara Belanda. Pameran di Galeri Nasional hasil koloborasi dengan Museum Nasional Indonesia memperlihatkan mengajak kita semua untuk ingat akan kekayaan budaya Nusantara.

Mungkin masih banyak lagi benda bersejarah yang dulu menetap di Nusantara masih mengembara di negara lain. Pameran benda bersejarah hasil repatriasi telah menyadarkan kita betapa kayanya negeri Nusantara dengan benda-benda bersejarah. Tinggal kini bagaimana memperlakukan benda-benda bersejarah itu. Mari merawat dan menjaga dan mensosialisasikan kekayaan benda budaya bersejarah itu untuk anak-anak negeri berjalan dalam terang sejarah. (JP) *** 

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Butuh bantuan?