Oleh: Majaputera Karniawan, M.Pd.
Judul Buku: Atomic Habits: Perubahan Kecil yang memberikan hasil luar biasa
Penulis: James Clear
Penerjemah: Alex Tri Kantjono Widodo
Versi: Bahasa Indonesia, cetakan 2019
Jumlah Halaman: 340
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-0633-17-6
A. Sinopsis Dari Buku
“Orang mengira ketika Anda ingin mengubah hidup, Anda perlu memikirkan hal-hal besar. Namun pakar kebiasaan terkenal kelas dunia James Clear telah menemukan sebuah cara lain. Ia tahu bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil—dari mengerjakan dua push-up sehari, bangun lima menit lebih awal, sampai menahan sebentar hasrat untuk menelepon. Ia menyebut semua tadi atomic habits. Dalam buku terobosan ini, Clear pada hakikatnya mengungkapkan bagaimana perubahan-perubahan sangat remeh ini dapat tumbuh menjadi hasil-hasil yang sangat mengubah hidup. Ia menyingkap beberapa trik sederhana dalam hidup kita (seni Menumpuk Kebiasaan yang terlupakan, kekuatan tak terduga “Aturan Dua Menit”, atau trik untuk masuk ke dalam Zona Goldilocks), dan menggali ke dalam teori psikologi dan neurosains paling baru untuk menerangkan mengapa semua itu penting. Dalam rangka itu, ia menceritakan kisah-kisah inspiratif para peraih medali emas Olimpiade, para CEO terkemuka, dan ilmuwan-ilmuwan istimewa yang telah menggunakan sains tentang kebiasaan-kebiasaan kecil untuk tetap produktif, tetap termotivasi, dan bahagia. Perubahan-perubahan kecil ini akan mendatangkan pengaruh revolusioner pada karier Anda, hubungan pribadi Anda, dan hidup Anda.”
B. Review Buku:
B1. Apa itu Atomic Habits?
Di sini, James Clear mempergunakan istilah atomic habits (kebiasaan atomik), yang merujuk pada satu perubahan kecil (1%) yang mungkin remeh namun perubahan tersebut membawa pada kemajuan besar jangka panjang. James Clear mendefinisikan atomic habits sebagai “Kebiasaan kecil yang merupakan bagian dari sistem yang lebih besar … atomic habit adalah unsur pembangun hasil-hasil yang menakjubkan” (Clear, 2019:33-34).
Ia sendiri mengakui bahwa tulisan-tulisannya tentang kebiasaan atomik bersumber dari adaptasi hukum The Power Of Habit milik Charles Duhigg (dalam ibid, hal 56-63), di mana dalam hukum ini menjelaskan sebuah perilaku bisa menjadi kebiasaan apabila memenuhi siklus petunjuk-gairah-tanggapan-hasil, hanya saja ia membaginya ke dalam 2 fase, masalah dan solusi:
Fase masalah
- Petunjuk (cue/trigger) Sinyal yang memberi tahu otak Anda untuk masuk ke mode otomatis dan kebiasaan mana yang harus digunakan, seperti notifikasi telepon, waktu tertentu dalam sehari, atau emosi.
- Gairah (craving/driver) Dorongan mental atau keinginan untuk mendapatkan imbalan, yang menggerakkan siklus kebiasaan.
Fase solusi
- Tanggapan (response/routine action) Tindakan aktual—fisik, mental, atau emosional—yang Anda lakukan setelah isyarat.
- Ganjaran/hasil (reward/benefit) Hasil yang membantu otak Anda memutuskan apakah siklus ini layak untuk diingat.
Sebenarnya, apa yang dituangkan dalam atomic habits bukanlah barang baru, ia juga ada dalam filsafat timur, bahwa 1% perubahan akan mengawali perubahan yang lebih besar, seperti dalam “Perjalanan seribu li dimulai dengan satu langkah千里之行, 始于足下“ kutipan terkenal dari filsuf Tiongkok kuno, Laozi 老子yang tercantum dalam bab 64 kitab Tao Te Ching 道德经 (Dr. I. D. Lika, 2015), ataupun diktum yang dikemukakan Sang Buddha ‘apapun yang sering dipikirkan dan direnungkan oleh seseorang, maka itu akan menjadi kecenderungan pikirannya’ (MN 19 Dvedhāvitakka Sutta, Suttacentral, 2016). Setidaknya ia pun mengutip pernyataan Laozi tentang perubahan dari kitab Dao De Jing tentang perubahan, dan pendapat Nietzsche tentang pertanyaan eksistensial pada akhir bukunya, yang juga menegaskan bahwa tulisannya ini adalah hasil intertekstualitas antara disiplin filsafat barat, ilmu psikologi, dan filsafat timur.
B2. Peran Kebiasaan dalam Identitas Eksistensial
Di sini, James Clear juga mengungkapkan pandangannya mengenai identitas sebagai bagian dari eksistensial seseorang, baginya identitas berasal dari kebiasaan anda dan kebiasaan terkait dengan mengada (menjadi) seseorang. Kata identitas berasal dari kata latin essentitas (being/mengada) dan identiden (repeatedly/berulang) sehingga identitas secara harfiah berarti “mengada yang berulang”.
Makin sering anda mengulang suatu perilaku menjadi satu kebiasaan, makin sering anda menguatkan identitas yang terkait dengan perilaku itu. Perubahan pada awalnya terjadi di level hasil (bagaimana satu perilaku berdampak pada perubahan, meskipun perubahan kecil yang dapat anda rasakan), kemudian di level proses (bagaimana perilaku berulang dapat mengubah sistem/cara anda melakukan perilaku tersebut), hingga pada perubahan identitas (bagaimana kebiasaan dapat mengubah keyakinan tentang eksistensi diri sendiri, Op Cit 44-50).
Ia pun memperkuat gagasannya dengan mengutip kata-kata Nietzsche ‘Ia yang memiliki mengapa untuk hidup, mampu menanggung hampir semua bagaimana’ (ibid, 297). ‘Mengapa’ adalah sebuah pertanyaan ontologis eksistensial, secara fenomenologis, ketika seseorang melakukan sesuatu dan bertanya pada dirinya sendiri ‘mengapa saya melakukan ini?’. Bila ia mengetahui jawabannya, artinya dia tidak lagi ragu akan status eksistensial perbuatannya, bahkan ketika ia harus menjelaskan alasan-alasan ia melakukan tindakan tersebut. Keyakinan sendiri tidak hadir begitu saja, ia hadir dari hasil elaborasi beragam pengalaman terhadap kebiasaan yang telah dilakukan. Sehingga akumulasinya mampu membuat seseorang menjelaskan secara epistemik atas pertanyaan ‘bagaimana’ dari proses-proses dan jalan seseorang melakukan hal tersebut baik saat ini maupun di kemudian hari.
B3. Hukum Perubahan Perilaku James Clear (Op Cit, 240-244)
Intisari dari buku ini, James Clear ingin memperkenalkan pemikirannya berkaitan dengan Atomic Habits, yang disebut dengan hukum perubahan perilaku, hukum ini bisa dipakai seseorang untuk ‘memprogram’ otaknya agar bisa mengatur dan membentuk sebuah kebiasaan baik, maupun menghilangkan kebiasaan buruk. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Menciptakan kebiasaan baik
- Menjadikannya terlihat (menuliskan kebiasaan, meniatkan implementasi perilaku baik, memupuk perilaku baik menjadi kebiasaan, dan merancang lingkungan yang kondusif untuk kebiasaan baik tersebut)
- Menjadikannya menarik (menggunakan hadiah/reward, mencari kelompok yang satu tujuan, menciptakan kegiatan yang memotivasi sebelum melakukan kebiasaan sulit)
- Menjadikannya mudah (Mengurangi hambatan, menyiapkan lingkungan sekondisif mungkin, menguasai momen menentukan, memulai dari langkah kecil yang dapat dikerjakan kurang dari 2 menit, mengotomatiskan kebiasaan baik seperti dengan bantuan teknologi)
- Menjadikannya memuaskan (penguatan dengan hadiah, melihat manfaat dari absen melakukan kebiasaan buruk, pakai catatan/alat guna memantau kebiasaan baik, jangan mangkir dari kebiasaan baik dua kali)
b. Menghentikan kebiasaan buruk
- Menjadikannya tidak terlihat (mengurangi paparan terhadap perilaku tersebut dari lingkungan anda)
- Menjadikannya tidak menarik (Membingkai ulang pola pikir, refleksikan bahaya perilaku buruk tersebut)
- Menjadikannya sulit (tingkatkan hambatan, gunakan alat bantu menjaga komitmen)
- Menjadikannya mengecewakan (hadirkan seorang pengawas dalam hidup anda, susun ganjaran mahal untuk setiap perilaku buruk yang anda lakukan).
Seberapa besar hukum perubahan ini mampu mengubah hidup anda? Baginya tidak ada ukuran pasti dan mutlak, namun anda akan merasa perubahan itu hadir dan ada. Baginya perubahan bukan soal kuantifikasi berapa hari dan berapa banyak kebiasaan dilakukan, melainkan harus sesering dan sebanyak mungkin suatu perbuatan dijadikan kebiasaan, walau dari langkah terkecil seperti memulai dari langkah kecil yang dapat dikerjakan kurang dari 2 menit (Hukum perubahan 2 menit).
Perubahan bukan semata-mata angka statistik belaka. Ia pun mengutip Hukum Goodhart “Ketika sebuah ukuran menjadi target, ukuran tersebut berhenti menjadi ukuran yang baik“, hanya karena anda tidak dapat mengukur sesuatu bukan berarti hal tersebut sama sekali tidak penting. Bias perilaku terjadi ketika motivasi perilaku kita digerakkan oleh angka/ukuran, bukan tujuan dan makna dibalik angka/ukuran tersebut (Ibid, 228-230).
C. Di Mana Saya Bisa Mendapatkan Buku Ini?
Untuk buku ini dalam versi bahasa Indonesia, pratinjaunya bisa dibaca melalui link https://www.google.co.id/books/edition/Atomic_Habits_Perubahan_Kecil_yang_membe/1bm0DwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0 akan tetapi di sini hanya menampilkan sebanyak 36 halaman saja. Bila anda tertarik, anda bisa membeli buku ini di toko buku terdekat, atau meminjam buku ini melalui perpustakaan di daerah anda.
Untuk penduduk DKI Jakarta, bisa mendownload aplikasi JAKLITERA milik Perpustakaan Jakarta dan mendaftar sebagai anggota tetap sehingga bisa meminjam buku ini selama 14 hari (maksimal 21 hari dengan perpanjangan) atau bisa juga meminjam melalui perpustakaan nasional (maksimal 7 hari). Sementara untuk versi bahasa Inggris bisa anda unduh melalui https://dn790007.ca.archive.org/0/items/atomic-habits-pdfdrive/Atomic%20habits%20%28%20PDFDrive%20%29.pdf .
BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).
Daftar Pustaka:
Clear, J. (2019). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang memberikan hasil luar biasa (A. T. K. Widodo (ed.); Bahasa Ind). PT Gramedia Pustaka Utama.
Dr. I. D. Lika, Ms. (2015). Dao De Jing – Kitab Suci Utama Agama Tao. Elex Media Komputindo.
Duhigg, C. (2012). The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business. Britania Raya: Random House Publishing Group.
Suttacentral. (2016). Majjhima—Navigation. https://suttacentral.net/pitaka/sutta/middle?lang=en