SANJAK KICAU BURUNG

Home » Artikel » SANJAK KICAU BURUNG

Dilihat

Dilihat : 101 Kali

Pengunjung

  • 19
  • 17
  • 37
  • 33,035
kicau burung

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明

 

关雎 (Kicau Burung)

关关雎鸠,在河之洲。窈窕淑女,君子好逑。

Guan-guan kicau burung Jiu, Di pulau yang ada di tengah sungai. Berdiam puteri muda yang bajik rendah hati, Menjadi dambaan sang pangeran.

参差荇菜,左右流之。窈窕淑女,寤寐求之。

Memanjang memendek rumput air. Ke kiri ke kanan dilanda aliran. Berdiam puteri muda yang bajik dan rendah hati. Gundah gulana dia mencari.

求之不得,寤寐思服。悠哉悠哉,辗转反侧。

Dicari namun tidak didapat. Gundah gulana dia memikirkan. Rindu dia, lama dalam keresahan. Berbaring bolak-balik berkali-kali.

参差荇菜,左右采之。窈窕淑女,琴瑟友之。

Memanjang memendek rumput air. Ke kiri ke kanan dikumpulkan. Puteri muda yang bajik dan rendah hati. Dengan kecapi dan siter ia disambut.

参差荇菜,左右芼之。窈窕淑女,钟鼓乐之。

Memanjang memendek rumput air. Ke kiri ke kanan dipersembahkan. Puteri muda yang bajik dan rendah hati. Dengan lonceng dan tambur digembirakan.

Sanjak Guan Ju关雎 Kicau Burung ini terdapat dalam kitab Shi Jing jilid I. Zhou Nan hal 1 menceritakan tentang puteri Tai Si太姒 & raja Wen周文王. Puteri Tai Si terlahir sebagai anggota keluarga suku You Xin 有莘, terletak di antara kerajaan Qi dan kerajaan Zeng . Jika diteliti lebih dalam, puteri Tai Si merupakan keturunan keluarga kerajaan jaman dinasti Xia.

Pada akhir Dinasti Yin dan Shang suku You Xin bermigrasi ke tepi sungai Wei. Perlahan-lahan suku You Xin dapat membaur dengan suku Ji yang telah terlebih dahulu tinggal di daerah sungai Wei. Meskipun demikian, dalam benak suku You Xin masih tetap mencintai nenek moyang mereka dinasti Xia. Mereka sangat berharap dapat mengembalikan masa kejayaan di masa lampau.

 

Baginda raja Wen merupakan keturunan dari suku Ji. Dahulu kala sungai Wei selalu mengalami musibah kebanjiran, air dalam bendungan meluap-luap. Dari satu generasi ke generasi, suku Ji senantiasa memantau & merasa kuatir terhadap bencana air ini. Sampai lahirlah Ji Chang姬昌(nama kecil baginda raja Wen), masalah ini dapat teratasi dengan baik.

Sering kali saat malam hari, baginda raja Wen berjalan-jalan menyusuri sungai Wei. Beliau merasa ketika tidak ada bencana banjir, suasana sungai Wei sangat bersahabat: ombak kecil, sinar bulan indah. Suasana yang sangat cocok untuk mendorong orang-orang datang berkunjung.

Awalnya baginda raja Wen menyusuri sungai Wei hanya untuk memastikan keselamatan penduduk, memeriksa keadaan tanggul & bendungan. Kini, beliau kemarin juga karena ingin bertemu dengan seorang.

Orang tersebut adalah Tai Si. Masyarakat sekitar sungai Wei mengenal Tai Si sebagai wanita yang sempurna, perawakan langsing-wajah rupawan, memiliki kepribadian yang baik. Semua pria tentu saja menyukainya, apalagi keturunan keluarga kerajaan. Baginda raja Wen sangat ingin menjadikan Tai Si sebagai pendamping hidup nya.

Saat berpapasan dengan Tai Si, dalam hati baginda Wen mengatakan: Mengapa baru sekarang bertemu padahal sudah berkali-kali menyusuri sungai Wei? Sejak saat itu baginda Wen selalu memikirkan Tai Si.

Sampai pada sebuah kesempatan, baginda raja Wen memberanikan diri untuk menyapa Tai Si. Mereka kemudian saling memperkenalkan diri. Sejak saat itu, mereka saling menaruh hati. Tempat tinggal raja Wen & Tai Si dipisahkan oleh aliran sungai Wei, kurang leluasa untuk saling bertemu. Baginda raja Wen membuat banyak sekali perahu yang saling diikatkan untuk digunakan sebagai jembatan, sarana bagi mereka untuk saling bertemu. Pada akhirnya mereka menikah & hidup berbahagia.

Dari cerita ini, muncullah 2 peribahasa Mandarin yang berbunyi: 窈窕淑女 yǎo tiǎo shū A quiet and modest maiden (Seorang gadis pendiam dan sederhana); Fair Lady (Wanita yang fair) & 君子好逑 jūn hǎo qiú a gentleman ‘s good mate.

 

Teman baik bagi seorang lelaki. Selamat belajar. Semoga bermanfaat. Jia you!

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Daftar Pustaka:

Adegunawan, Suyena. 2019. Kompilasi Kitab Sanjak 诗经 The Book of Poetry. Bandung. TSA.

Gambar: By Unknown author – Unknown source, Public Domain, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=15369583

Butuh bantuan?