Sembahyang Kias Thay Sui 太岁

Home » Artikel » Sembahyang Kias Thay Sui 太岁

Dilihat

Dilihat : 20 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 12
  • 18
  • 4,256
S Kias 1

Oleh: Majaputera Karniawan, S.Pd.

A. Mengenal Ritual Ciswak/Po Un

Jika dalam tradisi jawa dikenal istilah ruwatan, didalam Agama Tradisional Tionghoa (Mahayana Buddhisme, Taoisme, maupun kepercayaan Tradisi Tionghoa) ada ritual yang mana boleh digunakan untuk mengatasi nasib yang kurang baik. Biasanya adayang menyebutnya Sembahyang Ciswak (Zhi Sha 制煞 arti harfiah mengontrol dan menghentikan kekuatan buruk) ataupun Sembahyang Po Un/Poo Un (Bao Yun保运 arti harfiah melindungi keberuntungan). Kebutuhan akan ritual ini untuk memenuhi rasa aman terhadap energi-energi bintang negatif yang mungkin mengganggu seseorang dalam satu tahun tertentu.

Perlu diketahui dalam keyakinan tradisi Tionghoa kehidupan manusia dipengaruhi 3 sumber(San Cai 三才dalam Liem Lian Gie, Tanpa Tahun: 31) yakni: Hubungan dengan langit (Tian Dao 天道), hubungan dengan bumi/alam (Di Dao 地道), dan hubungan denan sesama manusia (Ren Dao 人道). Artinya manusia tidak dapat hidup tanpa kehadiran & perlu bersahabat dengan ketiga aspek ini. Adapun di dalam siklus 60 Tahunan (干支Ganzi) terdapat perputaran cabang langit dan batang bumi yang berbeda-beda, perputaran rasi bintang baik bintang keberuntungan maupun bintang kemalangan juga berbeda-beda. Orang Tiongkok kuno meyakini bahwa perputaran bintang-bintang ini juga memiliki dampak/pengaruh ke kehidupan manusia-manusia, terlebih bagi orang-orang yang menjadi pemilik Shio sama dengan shio penguasa tahun (Pun Beng Nian  本命年) akan menjadi masalah karena diyakini pada saat ini energinya akan berbenturan dengan energi bintang penguasa tahun (dikenal dengan istilah Ciong Thay Sui  冲太岁).

Untuk tahun ini yang terdampak Ciong Thay Sui ada 4 Shio: Macan (Kepala Tahun), Ular, Monyet (Sui Po 岁破/Umur Pecah), dan Babi.  Sekedar informasi bagi orang yang terkena Ciong Thay Sui, energi bintang Thay Sui bekerja lewat getaran perasaan senang dan sedih, dampaknya adalah mereka akan mudah baper (bawa perasaan) ketika menemui hal atau momen yang menyenangkan seperti ketika melihat pengantin ciuman atau naik pelaminan akan mudah merasa iri/dengki berkepanjangan, ataupun ketika melihat jenazah masuk peti atau liang lahat malah ketakutan, dan biasanya pikiran ini terus menerus terbayang-bayang dan menyebabkan seseorang sulit berpikir jernih, sehingga berdampak pada keberuntungan, pekerjaan, hubungan keluarga, pendidikan, dan kehidupannya.

Orang yang terkena Ciong Thay Sui rasa kebaperannya dapat berdampak membuat orang yang berhubungan dengannya menjadi tidak nyaman, biasanya orang sekitar menjadi mudah terbawa emosi. Adapun Sui Po (Umur pecah) juga perlu mewaspadai 3 jenis bahaya: Pecah umur (meninggal), pecah rezeki,dan pecah relasi). Maka bagi orang-orang yang terdampak ciong Thay Sui perlu melakukan kias Ciswak/Po Un agar tidak berdampak buruk.

Perlu diketahui Ciswak (Zhi Sha 制煞) yang secara harfiah berarti mengontrol dan menghentikan kekuatan buruk, penekanannya bukan hanya dari sisi rituil saja. Tidak bisa karena anda ciong lalu sembahyang kias selesai, NO! Mengacu pada kitab perubahan (Yak Keng 易经) yang dimaksud dengan ciswak sejatinya bukan pada ritualnya semata, namun juga perilaku membina diri, memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk, serta rajin bersembahyang kepada para Suciwan (Sin Beng 神明), karena pada intinya ciswak itu membuang Sha Qi 杀气/energi negatif dan menggatinya dengan energi baik, dimana energi buruk ini hasil dari kebiasaan-kebiasaan dan pikiran-pikiran buruk yang terakumulasi (Liem Lian Gie, Tanpa Tahun: 21-22). Sia sia saja melakukan sembahyang Ciswak/Po Un jika tidak merubah diri,maka tidak ada hasilnya.

Setelah mengetahui esensi dari ciswak masihkah perlu melakukan ritual? Perlu, hal ini dikarenakan semua praktik keagamaan tidak terlepas dari ritual sebagai bentuk salutasi-afeksi diri terhadap tokoh suci maupun pernyataan tekad untuk menjadi lebih baik di depan para suci. Kesungguhan tekad akan lebih terpancar jika ditunjukan dihadapan para suciwan, sekaligus memohon berkah, perlindungan, dan bimbingan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi ciswak/po un bukan sekedar memohon perlindungan dan berkah, tetapi juga sebagai sarana memohon bimbingan serta koreksi diri, makanya akan lebih baik jika tradisi ini dilakukan sendiri ataupun diri sendiri secara langsung terlibat di dalam upacara/ritual Po  Un/Ciswak.

 

B. Jenis Ritual Ciswak/Po Un

Ada beragam jenis ritual Ciswak/Po Un yang beredar, namun secara umumnya terbagi menjadi 3, yakni sebagai berikut:

  1. Kias Gantang Beras (Li Dou 礼斗)

Ritual ini menjadi salah satu cara kias ciswak/po un yang populer di luar negeri namun sedikit pelakunya di Indonesia, walaupun di kebudayaan tradisi Cio Tao perkawinan Cina Benteng masih dipakai, tetapi pada umumnya mereka sekedar pai-pai/sembahyang saja tanpa tahu kepada siapa  yang dipuja. Pada intinya (郑玄原, 2020)ritual ini adalah memberikan penghormatan kepada rasi bintang utara (dewa Bei Dou Xing Jun/Pet tew seng kun 北斗星君 ) karena menurut Taoisme rasi bintang utara memiliki peran dalam memperbaiki nasib manusia. Adapun pemimpin dari rasi bintang utara adalah dewi Dou Mu Yuan Shuai 斗母元帅, beliau adalah pemimpin dari 60 jenderal dewa rasi bintang (Lak cap thay sui seng kun 六十太岁星君) ritual ini menghormati beliau beserta dewa Thay Sui yang bertugas tahun ini . Ritual ini pada intinya menempatkan gantang beras berisi  4 pusaka pokok dengan semiotika sebagai berikut:

  1. Beras dalam gantang lambang bintang-bintang di alam semesta
  2. Pelita ditengah (Pun Bing Teng 本命灯) lambang penerangan kehidupan
  3. Kaca melambangkan Xuanwu 玄武/ Kura-kura hitam (arah utara)
  4. Gunting melambangkan Zhu Que 朱雀/burung merah (arah selatan)
  5. Timbangan gantung/dacin melambangkan Qing Long 青龙/naga hijau (arah timur)
  6. Penggaris melambangkan Bai Hu 白虎/macan putih (arah barat)
  7. Selembar Hu/Fu sebagai perintah.

Adapun ritual ini tidak bisa sembarangan dilakukan, harus dipimpin dari seorang suhu/bhiksu/taosu yang memiliki garis silsilah perguruan dan memiliki/menguasai ajaran esoterik (Mijue 秘诀). Biasanya para Taosu akan mengangkat Caopan 朝版 (Sejenis  papan bagi para pejabat menghadap atasan) dan menyebutkan nama, silsilah perguruan, dan tujuan sembahyang, ataupun para suhu akan membacakan dharani esoterik tertentu agar ritual ini bekerja. Mereka biasanya mengadakan ritual di satu kelenteng dan anda tinggal mendaftarkan nama anda saja.

  1. Kias Po Un di Kitong/Tangki.

Kitong/Ji Tong乩童  adalah medium spiritual yang dapat meminjamkan raganya untuk dimasukan dewata tertentu, melalui bantuan dewa tersebut biasanya dapat dilaksanakan ritual kias ciswak/po un, cara dan bahan-bahan yang dipakai berbeda-beda setiap kitong, tetapi banyak yang diantaranya membawa kue-kue, permen/manisan, buah, dan satu set baju-celana baru sebagai sarana ritual. cara ritual bisa berbeda-beda tetapi pada hakikatnya satu, memohon keberkahan dan keselamatan serta diberikan jalan terang. Pada umumnya sembahyang dilakukan setelah hari ke 5 bulan 1 imlek (Cia gwee ce go) sampai bulan 3 imlek (Sa Gwee) dengan waktu dibawah jam 5 sore (karena jam 6 sore sudah masuk jam Yin dimana para dewa kias bekerja).

  1. Sembahyang sendiri ke Dewa Thay Sui yang menjabat tahun ini.

Dewa Thay sui yang menjabat tahun ini (当年太岁星君) biasanya altarnya terdapat di kelenteng-kelenteng dengan rupang seorang dewa duduk memegang tulisan Dang Nian Tai Sui 当年太岁. Cara ini dapat dipilih apabila ditempat anda tidak ada suhu/taosu/kitong yang bisa membantu anda kias Thay Sui. Adapun caranya dapat dilakukan sendiri dengan membawa:

  1. 3 macam kue dan 3 macam buah, jumlah bebas sesuai kemampuan, lambang hasil/berkah baik.
  2. Sepasang lilin dan sebotol minyak pelita ukuran bebas sesuai kemampuan, lambang penerangan dan kelancaran.
  3. 12 batang hio kecil dan 12 lembar kertas Tuakim 大金/Emas besar lambang 12 bulan.
  4. 1 atau 3 kunci kertas Kimcua金纸 /Emas kecil yang dipersembahkan bersama kunci kertasnya sebagai lambang agar setiap masalah ada kunci/jalannya.
  5. Selembar kui jin hu 贵人符 warna merah dan kuning, pada yang warna kuning ditulis (pakai bahasa indonesia pun tidak apa-apa) nama, umur, shio, alamat, dan harapan agar mendapat perlindungan dewa Thay Sui selama tahun macan ini. Adapun kalau karena kondisi kertas ini tidak ada, bisa digantikan dengan sekedar mengucapkan permohonan saja dihadapan altar dewa Thay Sui.

Pada umumnya sembahyang dilakukan setelah hari ke 5 bulan 1 imlek (Cia gwee ce go) sampai bulan 3 imlek (Sa Gwee) dengan waktu dibawah jam 5 sore (karena jam 6 sore sudah masuk jam Yin dimana para dewa kias bekerja).

 

Daftar Pustaka:

Lim Lian Gie. Tanpa Tahun. Pedoman Memperbaiki Nasib Berdasar Kitab Yi Jing. Gentanusantara.com

郑玄原, 2020. Ciswak/Ci Sat (Menolak Yang Buruk). www.facebook.com/groups/795147191053836/permalink/844364522798769/?app=fbl Diakses Februari 2022.

Butuh bantuan?