Setahap Demi Setahap

Home » Artikel » Setahap Demi Setahap

Dilihat

Dilihat : 40 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 18
  • 41
  • 29,355
setahap

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥

 

Belakangan, ada sebuah fenomena baru dalam group WA, cenderung mudah untuk memberikan like terhadap beberapa model posting semisal quote/kata-kata inspiratif. Memang tidak salah, saya mengkhawatirkan: hanya sebagai ajang ikut-ikutan, tanpa mengetahui/mau mencari tahu sendiri secara lebih mendalam. Akhirnya, pada sebuah kesempatan saya mencoba untuk mencari tahu kebenaran tersebut.

Seorang teman dalam group WA memposting: “The man who moves a mountain begins by carrying away small stones.” ~ Confucius. Otomatis postingan tersebut banjir like. Saya mencoba memberanikan diri untuk berkomentar: mengapa perlu diberikan tanda like terhadap postingan tersebut. Akibatnya banyak muncul komentar, pro dan kontra. Komentar yang paling banyak adalah: Pencarian cepat di Google akan menunjukkan bahwa itu adalah pepatah愚公移山 (Seperti Yi Gong memindahkan gunung), yang merupakan kisah tentang seorang priabodoh bernama Yi Gong 愚公 yang memiliki tujuan untuk memindahkan gunung, dan ditertawakan oleh semua orang. Dia memindahkan batu satu per satu dan secara perlahan, selama bertahun-tahun, benar-benar memindahkan gunung tersebut, dan ini menunjukkan bahwa tindakan kecil dan tidak penting akan bertambah seiring berjalannya waktu. Pepatah ini sepertinya tidak berasal dari teks Konfusius. Ada sebuah komentar yang menurut saya menarik, dapat dijadikan sebagai rujukan. Seseorang itu mengatakan: It means if you want to do something big, start doing it in small steps until you reach your goal (Ini berarti bila kamu mau melakukan sebuah hal besar, mulai kerjakan dari langkah kecil hingga tujuanmu tercapai).

Komentar tersebut mengingatkan saya terhadap petikan ayat yang terdapat dalam kitab Li Ji XXXIII Zhong Yong. Bagian I. 41 halaman 588 yang berbunyi:

君子之道,辟如行远必自迩,辟如登高必自卑。

《礼记·中庸》

:” Jalan Suci seorang Jun Zi itu seumpama pergi ke tempat jauh, harus dimulai dari dekat, seumpama mendaki ke tempat yang tinggi harus dimulai dari bawah.” (Li Ji XXXIII Zhong Yong.)

Untuk dapat mencapai level hsk 6 harus melewati terlebih dahulu hsk 1-5. Ayat kitab suci Li Ji ini belakangan menjadi pepatah bahasa Mandarin yang berbunyi: 行远自迩 xíng yuǎn ěr (Dalam melakukan sesuatu harus memulainya setahap demi setahap). Dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya orang ingin segera mencapai kesuksesan tanpa berjerih payah terlebih dahulu. Bayi untuk bisa berjalan dan berlari perlu belajar merangkak terlebih dahulu. Setelah belajar merangkak kemudian bisa menggunakan alat bantu baby walker. Orang Jawa memiliki sebuah peribahasa yang berbunyi Alon-alon waton kelakon, sangat mementingkan proses bukan hasil akhir. Guru matematika saya dulu sangat tidak menyukai memberikan ulangan dalam bentuk pilihan ganda. Beliau lebih suka esai, terhadap hasil akhir tidak serta merta membenarkan/menyalahkan.

Sebagai penutup saya akan mengutip kata bijak dari Sunda yang berbunyi:Sanajan Teu Lumpat, Tapi Ulah Cicing. Artinya meskipun tidak berlari, namun jangan diam saja. Maksudnya adalah dalam menjalani kehidupan seringkali Sahabat merasakan progres keberhasilan yang dibuat sangat sedikit. Jangan bersedih meskipun orang lain terlihat lebih cepat mencapai sebuah keberhasilan. Sahabat tetap harus berproses, jangan putus asa. Karena gunung yang tinggi itu juga berasal dari tumpukan batu-batu kecil. Selamat belajar, semoga bermanfaat. Jia you!

 

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

 

Daftar Pustaka

Adegunawan, Suyena. 2018. Kompilasi《礼记》LijiCatatan Kesusilaan. Bandung. USA.

https://lovepik.com/download/detail/832304535?byso=&type=0. Diakses 1 Nov 2023.

Butuh bantuan?