Oleh: Riri, S.Pd.
Pendahuluan
Masyarakat banyak memiliki pandangan bahwa hidup perlu cinta, tapi banyak orang juga yang salah mengartikan tentang cinta. Buddhisme sendiri membahas tentang cinta pada beberapa terminologi yang berbeda-beda dalam segi sisi negatif dan positif. Dalam Buddhisme, terkenal tentang metta yang artinya cinta kasih, tapi banyak orang yang sebenarnya bukan memiliki metta melainkan cinta yang lain.
Metta bersifat tanpa batas (aparimãna), yang berarti tidak dibatasi oleh perbedaan suku, agama, bangsa, maupun pandangan. Lebih lanjut Sang Buddha juga menekankan bahwa pengembangan mettā membawa manfaat langsung bagi batin dan kehidupan seseorang. Dalam Aṅguttara Nikāya, disebutkan bahwa orang yang mengembangkan cinta kasih akan hidup dengan damai dan terlindungi dari berbagai penderitaan batin:
“Mettā-cetovimuttiṁ bhāveti… sukhaṁ supati, sukhaṁ paṭibujjhati.”
“Ia mengembangkan pembebasan batin melalui cinta kasih tidur dengan bahagia dan bangun dengan bahagia’’ (A.V. 342)
Pembahasan
Terminologi kata cinta dalam Bahasa Pali yang memiliki makna yang berbeda-beda sebagai berikut:
1. Metta diartikan sebagai cinta universal tanpa memandang ras, suku agama, dan latar belakang apapun. Para penafsir Pali mendefinisikan metta sebagai keinginan kuat untuk kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain (parahita-parasukha-kamana). Pada dasarnya, metta adalah sikap altruistik berupa cinta dan persahabatan yang berbeda dari sekadar keramahan yang didasarkan pada kepentingan diri sendiri. Melalui metta, seseorang menolak untuk bersikap menyinggung dan melepaskan kepahitan, kebencian, dan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan sebagai gantinya mengembangkan pikiran yang ramah, akomodatif, dan murah hati yang mengupayakan kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain. Metta sejati tidak mengandung kepentingan diri sendiri.
2. Pema diartikan cinta yang masih melekat (attachment), memiliki berbagai ciri: bersifat pribadi, ada rasa memiliki, cemburu, takut kehilangan, sedih saat berpisah. Pema adalah cinta yang spesifik dan sering kali melibatkan nafsu keinginan, sedangkan Metta berasal dari kata mitta (teman), melambangkan persahabatan universal yang tidak membeda-bedakan. Dalam Dhammapada ayat 213, Sang Buddha membabarkan:
“pemato jāyatī soko, pemato jāyatī bhayaṃ.
pemato vippamuttassa, natthi soko kuto bhayaṃ”
“Dari cinta timbul kesedihan, dari cinta timbul ketakutan;
bagi orang yang telah bebas dari rasa cinta, tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.”
3. Piya dalam kamus Bahasa Pali diartikan yang dikasih, disayang, sangat dikasihi, yang dicintai. Kata piya ini bisa merujuk pada negatif jika diliputi keterikatan. Dalam Dhammapada ayat 212:
“Piyato jāyatī soko, piyato jāyatī bhayaṃ;
Piyato vippamuttassa natthi soko kuto bhayaṃ.”
Dari yang dicintai (piya) timbul kesedihan, dari yang dicintai timbul ketakutan,
bagi dia yang terbebas dari yang dicintai, tidak ada kesedihan, dari mana datangnya ketakutan?”
Sedangkan dalam Piya Sutta, Sang Buddha membabarkan:
“jika seseorang menganggap dirinya sebagai kekasih, ia seharusnya tidak mendekatkan dirinya pada kejahatan, karena kebahagian tidak mudah diperoleh oleh orang yang melakukan perbuatan”
Piya Sutta mengajarkan untuk mencintai diri sendiri dan oleh karena itu kembangkanlah cinta kasih metta kepada diri sendiri terlebih dahulu.
Manfaat dari pengembangan metta dalam Mettanisamsa Sutta (AN 11.16) di antaranya:
- Tidur dan bangun yang nyenyak
- Tidak mengalami mimpi buruk
- Dicintai oleh manusia dan non manusia
- Dilindungi oleh para dewa
- Terhindar dari bahaya api, racun dan senjata
- Pikiran mudah terkonsentrasi
- Wajah menjadi tenang dan cerah
- Meninggal dengan tenang dan terlahir di alam Brahma jika tidak mencapai Nibbana.
BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).
Daftar Pustaka
https://smaratungga.ac.id/berita-view.php?t=hari-metta-1-januari%3A-awal-tahun-dengan-cinta-kasih-universal diakses pada tanggal 14 april 2026
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://translate.google.com/translate%3Fu%3Dhttps://www.accesstoinsight.org/tipitaka/an/an11/an11.016.piya.html%26hl%3Did%26sl%3Den%26tl%3Did%26client%3Dsrp&ved=2ahUKEwj1n7ywuyTAxWgzzgGHUkfKIEQFnoECB0QAQ&usg=AOvVaw1s0srBW5WsNwlb7fU31Fn2 diakses pada tanggal 14 april 2026
https://cdnbritannicacom.translate.goog/primary_source/gutenberg/PGCC_classics/lib/bps/wheels/wheel365.html?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc diakses pada tanggal 14 april 2026
https://dhammapharana.blogspot.com/2012/05/piya-sutta.html
diakses pada tanggal 14 april 2026
https://intradarma.com/dhammapada/16?lang=id
diakses pada tanggal 14 april 2026
Gambar https://idn.freepik.com/vektor-premium/pelukan-pasangan-penuh-kasih-ilustrasi-kartun-manis_413401597.htm. Diakses 14 April 2026.