Terus Melaju Menuju Indonesia Maju

Home » Artikel » Terus Melaju Menuju Indonesia Maju

Dilihat

Dilihat : 20 Kali

Pengunjung

  • 0
  • 2
  • 38
  • 33,966
pic 1 kemerdekaan

Oleh: Xie Zheng Ming 谢峥明

Tak terasa kita telah memasuki bulan Agustus 2023. Beberapa minggu lagi kita akan merayakan HUT kemerdekaan negara kita yang ke-78. Tahun ini perayaan HUT kemerdekaan mengambil tema: Terus Melaju untuk Indonesia Maju. Sebuah tema yang sangat sesuai dengan kondisi saat ini, dimana perkembangan dan dinamika teknologi berlangsung sangat cepat. Tema peringatan HUT ini mengingatkan saya terhadap petuah bijak dari daerah Sunda yang berbunyi: Ulah taluk pedah jauh, tong hoream pedah anggang, jauh dijugjug anggang diteang. Arti petuah tersebut adalah: maju terus pantang mundur.

Banyak diantara kita yang sering terjebak dalam zona nyaman, merasa telah lulus S1, berkarir gemilang, lantas merasa kurang termotivasi untuk belajar. Masyarakat Hakka mengenal sebuah peribahasa: 六十六,学唔足 sampai kapan pun kita masih perlu belajar. Asal mula kisah peribahasa tersebut adalah: alkisah hiduplah seorang kakek tua bermarga Pan, usia 66 tahun. Beliau dikenal sebagai seorang yang memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan luas, sehingga sulit untuk ditipu. Suatu hari, beliau mengajak si cucu untuk berjalan-jalan. Secara tidak sengaja bertemu dengan seorang penipu. Si penipu pun melancarkan aksinya. Pertama-tama, ia mencoba mengakrabkan diri dengan sang kakek. Karena sang kakek telah merasa akrab, beliau tidak menolak untuk diajak masuk ke dalam kedai teh. Si penipu segera memesan makanan dan minuman.

Pada saat makanan dan minuman hampir habis si penipu segera melancarkan siasat berikutnya. Ia berhasil membujuk cucu si kakek untuk keluar dari kedai dan masuk ke dalam sebuah kios penjual daging. Kepada penjual, si penipu meminta beberapa kilo daging. Ia berpura-pura lupa membawa dompet, benda pulang terlebih dahulu untuk mengambil uang, menitipkan si cucu kepada penjual daging. Karena menunggu sangat lama, sang kakek teringat akan cucunya, terpaksa harus membayar tagihan makanan dan minuman sebelum diperbolehkan untuk meninggalkan tempat. Pada saat sang kakek kebingungan mencari cucunya, si penjual daging memanggilnya. Si penjual daging menceritakan jika ayah dari cucunya telah membeli daging namun belum dibayar, lagi-lagi sang kakek harus merogoh dompetnya sebelum bisa pulang ke rumah bersama cucunya.

Hal senada dengan tema HUT terus melaju untuk Indonesia maju, juga dapat kita temukan dalam kitab perubahan. Kitab Yi Jing Hexagram 1 bagian babaran tertulis: 天行健,君子以自强不息 sebagai seorang susilawan harus senantiasa memperbaiki diri tanpa henti seperti alam yang senantiasa bergerak. Setiap orang harus senantiasa melakukan self improvement, kian hari harus dapat menjadi lebih baik. Sebagai atlet olahraga yang handal itu setelah dapat mengalahkan lawannya dan menjadi juara, dapat memecahkan rekor prestasinya sendiri. Nabi Kong Zi sendiri memberikan teladan sangat tekun dalam belajar untuk menjadi maju, sampai lupa makan, lupa usia telah renta. Dalam kitab Lun Yu jilid VII. 19 tertulis:

叶公问孔子于子路,子路不对。子曰:“女奚不曰:其为人也,发愤忘食,乐以忘忧,不知老之将至云尔。”

Pangeran Negeri Siap bertanya tentang Konfusius kepada Zi Lu, tetapi Zi Lu tidak menjawab. Nabi bersabda: “Mengapakah kamu tidak menjawab, bahwa Dia adalah seorang yang di dalam kegiatanNya lupa akan makan; di dalam kegembiraanNya lupa akan kesusahanNya; dan, tidak merasa bahwa usiaNya sudah lanjut.”

(论语 -述而篇 Lun Yu jilid VII. 19)

Selamat belajar. Semoga bermanfaat. 加油!

BAGI PARA PEMBACA YANG MAU MEMBANTU OPERASIONAL SETANGKAIDUPA.COM BISA MELALUI REK. BANK BRI KCP CIPULIR RADIO DALAM 086801018179534 AN. MAJAPUTERA KARNIAWAN. MOHON MENGIRIMKAN KONFIRMASI DANA KE WHATSAPP NOMOR 089678975279 (MAJA).

Adegunawan, Suyena (陳書源 Tan Su Njan). 2018. Kompilasi 《四书》- Si Shu – Empat Kitab Klasik. Bandung. TSA.

Butuh bantuan?